OJK Sulselbar: Skema Kredit Perikanan dan Pertanian Butuh Ekosistem yang Adaptif

- Penulis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:21 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala OJK Sulselbar, Mochlasin saat pemaparan kinerja keuangan sulselbar dalam jurnal updatep Jumat (15/8/). Foto : filalin.com

i

Kepala OJK Sulselbar, Mochlasin saat pemaparan kinerja keuangan sulselbar dalam jurnal updatep Jumat (15/8/). Foto : filalin.com

OJK Sulselbar: Skema Kredit Perikanan dan Pertanian Butuh Ekosistem yang Adapti

 

MAKASSAR, FILALIN.COM – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat, Mochlasin, menegaskan bahwa skema pembiayaan bagi sektor perikanan dan pertanian harus dirancang secara adaptif sesuai dengan karakteristik daerah. Hal ini disampaikan dalam forum diskusi terkait pengembangan potensi daerah melalui perbankan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, setiap kabupaten/kota memiliki potensi unggulan masing-masing yang harus dipetakan secara tepat oleh pemerintah daerah. “DPKP di setiap kota-kabupaten itu harus mencari mana yang paling prioritas atau signifikan. Pemkab atau Pemkot yang bisa merumuskan keunggulan itulah yang akan lebih mudah mendorong akses pembiayaan,” jelas Mochlasin saat jadi pembicara di Jurnalis Updatep Jumat (15/8).

 

Namun, ia menekankan bahwa tantangan terbesar ada pada pola pembayaran sektor pertanian dan perikanan yang tidak selalu periodik seperti pegawai bergaji bulanan. “Kalau nelayan, misalnya, saat musim barat bisa sama sekali tidak melaut. Begitu pula petani yang baru punya penghasilan setelah masa panen. Inilah yang membuat mereka terlihat kurang bankable di mata perbankan,” ujarnya.

 

Untuk menjembatani hal tersebut, OJK bersama perbankan tengah mendorong skema pembiayaan yang lebih fleksibel, termasuk melalui konsep Yarnet (Day of Harvest) dan model asuransi pertanian parametric. Dengan sistem ini, pembayaran kredit atau klaim asuransi dapat disesuaikan dengan siklus panen maupun indikator tertentu, bukan per individu.

 

“Kalau gagal panen, solusinya bisa melalui asuransi. Tapi bukan lagi model konvensional satu per satu, melainkan dengan indikator. Jadi kalau indikator tertentu terpenuhi, klaim bisa langsung dibayarkan. Lebih sederhana dan lebih murah,” ungkapnya.

 

Mochlasin menambahkan, perbankan juga akan semakin kuat jika ekosistem usaha ikut terlibat, termasuk adanya peran off-taker (pembeli hasil panen) yang memastikan kesinambungan usaha petani dan nelayan. “Kalau ada off-taker, otomatis ada kepentingan bisnis untuk menjaga kredit tetap lancar. Itu jauh lebih sustain dibanding perorangan yang dibiarkan sendiri,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, OJK tidak bisa berdiri sendiri dalam mengatasi persoalan pembiayaan di sektor produktif. Input dari perbankan daerah, asosiasi, hingga pemerintah daerah tetap menjadi kunci penyempurnaan kebijakan. “Kami bukan super power yang tahu semua. Kadang masukan justru datang dari bank di daerah yang paling tahu kondisi lapangan. Itu yang harus disempurnakan dalam pengaturan,” tutup Mochlasin

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Djaya Jumain: Kapolda Sulsel Berganti, Semoga Ada Harapan Baru dalam Penegakan Hukum di Sulawesi Selatan
Royal Bay Hotel Gelar Donor Darah, Targetkan 50 Kantong untuk Bantu Stok PMI Makassar
Wacana Kuliah Gratis PTN Indonesian Intellectual Society Dorong Solusi Berimbang Agar PTS Tidak Gulung Tikar
OJK TETAPKAN PERLAKUAN KHUSUS KREDIT/PEMBIAYAAN BAGI DEBITUR TERDAMPAK BENCANA DI NUSA TENGGARA TIMUR
Indosat Hadirkan IM3 Istimewa di Makassar, Kuota Tak Hangus hingga Gratis Roaming 7 Negara
OJK LUNCURKAN RP3I 2026-2030, PERKUAT RESILIENSI DAN PERAN PERBANKAN SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI
Dandim Baru 1409/Gowa Siapkan Program Perbaikan Jalan hingga Rumah Warga
Kalla Toyota Hadirkan TOYOTA END YEAR SALE : Momen Terbaik Wujudkan  Mobil Impian Tanpa Harus Menunggu Akhir Tahun
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Djaya Jumain: Kapolda Sulsel Berganti, Semoga Ada Harapan Baru dalam Penegakan Hukum di Sulawesi Selatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:33 WITA

Royal Bay Hotel Gelar Donor Darah, Targetkan 50 Kantong untuk Bantu Stok PMI Makassar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Wacana Kuliah Gratis PTN Indonesian Intellectual Society Dorong Solusi Berimbang Agar PTS Tidak Gulung Tikar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:41 WITA

OJK TETAPKAN PERLAKUAN KHUSUS KREDIT/PEMBIAYAAN BAGI DEBITUR TERDAMPAK BENCANA DI NUSA TENGGARA TIMUR

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:17 WITA

Indosat Hadirkan IM3 Istimewa di Makassar, Kuota Tak Hangus hingga Gratis Roaming 7 Negara

Berita Terbaru