LPA Sulsel Refleksi Periode Gerakan Perlindungan Anak: Dari Advokasi Menuju Sistem Holistik

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0-{}-0-0#

i

0-0x0-0-0-{}-0-0#

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan menggelar refleksi perjalanan panjang gerakan perlindungan anak yang telah berlangsung selama tiga periode kepemimpinan. Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus evaluasi atas berbagai capaian, perubahan paradigma, dan kolaborasi lintas sektor yang telah menguatkan gerakan perlindungan anak di Sulawesi Selatan.

 

Kisah awal LPA Sulsel berangkat dari gagasan sederhana yang lahir di kalangan aktivis sosial dan pemerhati anak. Ir Asmin amin Salah satu tokoh pendiri mengenang bahwa lembaga ini dimulai hanya dari sebuah tempat kecil yang dijadikan tempat berkumpul dan berdiskusi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Waktu itu hanya karasi dengan saya, bagaimana supaya ada lembaga yang khusus menangani perlindungan anak. Rekomendasinya penting, dan dari situlah kita sepakat mendirikan LPA,” ungkapnya .

Dari berbagai nama yang diusulkan, pilihan akhirnya jatuh kepada Prof. Mansyur Ramli untuk memimpin sebagai ketua pertama.

“Kenapa Prof. Mansyur? Karena beliau punya kemampuan komunikasi yang diterima semua kalangan, dan kultur NGO yang kuat sejak awal. Itulah yang kemudian mewarnai kepemimpinannya sampai hari ini,” ujarnya.

 

Dalam refleksinya, Prof. Mansyur Ramli menyampaikan bahwa kekuatan LPA Sulsel terletak pada kedekatan antarpengurus dan semangat kolektif tanpa jarak antara atasan dan bawahan.

“Kita tidak membangun jarak. Justru kedekatan dan kebersamaan itulah yang membuat gerakan ini hidup dan akrab. Dua periode saya memimpin, yang saya dapat justru lebih banyak daripada yang saya beri,” tutur Prof. Mansyur.

Menurutnya, pendekatan jejaring sosial dan kerja bersama menjadi faktor kunci terbentuknya kohesitas tinggi, yang kemudian berkontribusi pada penyusunan berbagai kebijakan perlindungan anak di tingkat nasional.

Dari Advokasi Menuju Sistem Perlindungan Holistik

Selle KS Dalle, Wakil Bupati Soppeng sekaligus pengurus awal LPA Sulsel, mengenang perjalanan lembaga ini dari masa advokasi hingga penguatan sistem perlindungan anak.

“Periode pertama adalah masa advokasi di tengah pemerintah yang masih tertutup. Tapi memasuki periode kedua dan ketiga, kita mulai membangun desain advokasi yang terarah hingga lahir paradigma baru — sistem perlindungan anak yang holistik dan integratif,” jelasnya.

Ia juga mengungkap peran penting LPA Sulsel dalam memberikan masukan bagi penyusunan Undang-Undang Perlindungan Anak dan penggagas awal konsep Kota Layak Anak (KLA) di Sulsel.

“Paradigma kita berubah dari sekadar menghitung kasus ke upaya pencegahan. Pencegahan itu kerja bersama, dan itulah kekuatan kita,” tambahnya.

 

Ketua LPA Sulsel periode ketiga , Ir. Fadiah Mahmud, dalam sambutannya menyampaikan bahwa periode kepemimpinannya menjadi masa transisi menuju sistem perlindungan anak yang lebih terukur, kolaboratif, dan berbasis pengetahuan.

“Era kami bukan lagi menghitung berapa banyak kasus yang ditangani, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang mencegah kasus itu terjadi. Pendekatan holistik dan integratif adalah kuncinya,” ujar Fadiah.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga, baik dengan pemerintah, NGO, maupun komunitas lokal, menjadi kekuatan utama dalam memperluas dampak perlindungan anak di daerah.

“Kami belajar banyak dari pengalaman para pendiri. Apa yang mereka bangun dengan semangat idealisme, kami lanjutkan dengan sistem dan tata kelola yang lebih kuat,” kata Fadiah.

Fadiah juga menekankan pentingnya mendokumentasikan perjalanan lembaga sebagai bagian dari knowledge management, agar pengalaman LPA Sulsel dapat menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya.

Apresiasi Pemerintah dan Harapan Ke Depan

Kepala Dinas DP3A-Dukcapil Sulsel, Andi Mirna, turut memberikan apresiasi terhadap kiprah panjang LPA Sulsel yang selama lebih dari dua dekade menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Setiap kali saya bicara tentang perlindungan anak, saya selalu terharu. Karena masa depan bangsa bergantung pada bagaimana kita menjaga anak-anak hari ini,” ucapnya penuh haru.

Ia menegaskan bahwa isu perlindungan anak kini menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional, termasuk dalam 17 program utama Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan isu anak, gender, dan disabilitas sebagai fokus utama.

Menulis Sejarah Gerakan

Refleksi ini juga menandai peluncuran buku perjalanan LPA Sulsel, yang merekam kisah, pembelajaran, dan perjuangan selama tiga periode kepemimpinan.

“Buku ini bukan sekadar pertanggungjawaban periode, tapi juga warisan pengetahuan agar pengalaman kita bisa dipelajari generasi berikutnya,” ujar Ir. Fadiah Mahmud.

Prof. Mansyur Ramli menutup refleksi dengan pesan sederhana namun dalam:

“Selama kita masih menaruh kasih pada anak-anak, gerakan ini tidak akan berhenti.” ujarnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Distribusi BBM Sulawesi Selatan, Antisipasi Kebutuhan Irigasi dan Pertanian Masyarakat Pascapanen
Mercure Makassar Nexa Pettarani Kumpulkan 134 Kantong Darah di HUT ke-7
Rektor UIT Lantik 5 Pejabat Struktural di UIT
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi
Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Lampaui Target RPJMN 2029
PERINGATI HUT RI ke-81, SMM CAPITAL GROUP KEMBALI GELAR AKSI DONOR DARAH
Bukan Sekadar Prompting, DekatLokal Ajak Mahasiswa Gunakan AI untuk Selesaikan Masalah Nyata UMKM
Kalla Toyota Catat Penjualan Rp12,55 Miliar hingga Juli 2026, Hybrid Tumbuh 107 Persen
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:22 WITA

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Distribusi BBM Sulawesi Selatan, Antisipasi Kebutuhan Irigasi dan Pertanian Masyarakat Pascapanen

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Mercure Makassar Nexa Pettarani Kumpulkan 134 Kantong Darah di HUT ke-7

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Rektor UIT Lantik 5 Pejabat Struktural di UIT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:57 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:26 WITA

Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Lampaui Target RPJMN 2029

Berita Terbaru

Berita

Rektor UIT Lantik 5 Pejabat Struktural di UIT

Kamis, 13 Agu 2026 - 08:45 WITA