KALLA Bantah Klaim GMTD, Tegaskan Penguasaan Lahan 16 Hektare di Tanjung Bunga Sejak 1993

- Penulis

Sabtu, 15 November 2025 - 18:21 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM.— PT Hadji Kalla menegaskan kembali posisi hukumnya terkait lahan seluas 16 hektare di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, menyusul pernyataan PT GMTD Tbk yang sebelumnya mengklaim penguasaan area tersebut. Dalam siaran pers resminya, KALLA menyampaikan sejumlah poin klarifikasi sekaligus bantahan.

Menurut Subhan Djaya Mappaturung, Chief Legal & Sustainability Officer KALLA, perusahaan telah menguasai fisik lahan tersebut sejak tahun 1993 dan mengantongi sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), lengkap dengan akta pengalihan hak. HGB itu juga dipastikan telah diperpanjang hingga tahun 2036.

KALLA menegaskan akan tetap melanjutkan proses pemagaran dan pematangan lahan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan proyek properti terintegrasi dengan konsep mixed-use. Proyek tersebut disebut sebagai bentuk konsistensi kontribusi KALLA dalam pembangunan Kota Makassar selama lebih dari tujuh dekade.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perusahaan juga membantah klaim eksekusi lahan yang disebut-sebut oleh PT GMTD Tbk. KALLA menyebut pernyataan itu telah diluruskan oleh juru bicara Pengadilan Negeri Makassar serta mendapat bantahan dari BPN, yang menegaskan bahwa tidak pernah dilakukan konstatering terhadap objek yang dimaksud.

“Dengan bantahan tersebut, seharusnya pihak PT GMTD Tbk menunjukkan dengan jelas dan terang di mana lokasi lahan yang diklaim telah dieksekusi dan dikuasainya,” tegas Subhan dalam rilis tersebut.

KALLA juga memaparkan keterlibatannya dalam pengembangan kawasan Tanjung Bunga sejak akhir 1980-an melalui PT Bumi Karsa, mulai dari proyek normalisasi Sungai Jeneberang I–IV hingga pembangunan Waduk Tanjung Bunga. Pada periode itu, KALLA juga melakukan pembebasan lahan rawa seluas ±80 hektare untuk kebutuhan pembuangan material pengerukan, yang seluruhnya telah disertipikasi oleh BPN.

Menanggapi klaim GMTD yang menyebut perolehan lahan pihak lain pada 1991–1998 tidak sah, KALLA menyebutnya sebagai bentuk arogansi. “Yang menentukan sah tidaknya perolehan lahan adalah pemerintah, bukan GMTD dan bukan LIPPO,” ujar Subhan.

Dalam rilisnya, KALLA juga menyoroti perubahan struktur dan arah usaha PT GMTD Tbk setelah LIPPO masuk sebagai investor pada 1994. Arah bisnis yang sebelumnya difokuskan pada pengembangan kawasan pariwisata, berubah menjadi bisnis real estate, yang ditunjukkan melalui perkembangan ekosistem bisnis LIPPO di Tanjung Bunga seperti RS Siloam, Sekolah Dian Harapan, GTC, dan kawasan hunian.

KALLA menilai ada indikasi bahwa GMTD seolah digunakan sebagai “tameng” untuk melindungi tindakan pihak lain yang dinilai merugikan. “Terlihat adanya dugaan LIPPO menjadikan GMTD seolah-olah milik pemerintah daerah untuk dijadikan tameng dari tindakan yang sewenang-wenang,” tulis KALLA dalam siaran persnya. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Disparitas Harga Pangan di Wilayah Kepulauan, BI Dorong Sinergi Produksi hingga Distribusi Sulampua
Semangat Gotong Royong Mewarnai Pengerjaan Lanjutan Talud TMMD di Kab. Gowa
Respons Cepat Laporan Warga, Polresta Gowa Amankan 750 Liter Ballo di Pattallassang
Aksi Nyata Bagi Masyarakat, Pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Kalebarembeng Kian Masif
Universitas Ciputra Makassar Luncurkan Dua Spesialisasi Magister Manajemen, Tawarkan Kuliah S2 Jalur RPL
VASAKA HOTEL MAKASSAR JALIN KERJA SAMA DENGAN KAMPUS NOBEL INDONESIA, PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN DAN INDUSTRI
Toyota Auto Show Tembus 600 SPK, Makassar Sumbang 50 Persen Penjualan Kalla Toyota
Jalan Tani Bontonompo Terus Digarap, Harapan Baru Bagi Petani Desa Kalebarembeng
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:49 WITA

Tekan Disparitas Harga Pangan di Wilayah Kepulauan, BI Dorong Sinergi Produksi hingga Distribusi Sulampua

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:24 WITA

Semangat Gotong Royong Mewarnai Pengerjaan Lanjutan Talud TMMD di Kab. Gowa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Respons Cepat Laporan Warga, Polresta Gowa Amankan 750 Liter Ballo di Pattallassang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:57 WITA

Aksi Nyata Bagi Masyarakat, Pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Kalebarembeng Kian Masif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:10 WITA

Universitas Ciputra Makassar Luncurkan Dua Spesialisasi Magister Manajemen, Tawarkan Kuliah S2 Jalur RPL

Berita Terbaru