KPPU SIDAK PASAR SERENTAK DI 7 WILAYAH, AWASI HARGA DAN DISTRIBUSI PANGAN JELANG LEBARAN

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:15 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, -Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan pasokan bahan pokok secara serentak di sejumlah daerah pada Senin, 9 Maret 2026, menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di berbagai kota seperti Medan, Bandar Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar, hingga Yogyakarta tersebut bertujuan memantau stabilitas harga, memastikan ketersediaan pangan, serta mengawasi potensi praktik persaingan usaha tidak sehat dalam distribusi komoditas pangan selama Ramadan.

Pemantauan yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan bahwa secara umum pasokan bahan pokok masih dalam kondisi aman meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. KPPU menilai peningkatan permintaan selama Ramadan dan menjelang Lebaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga di pasar.

Di Kota Medan, KPPU melakukan sidak di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing dengan melibatkan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok relatif aman dengan pergerakan harga yang bervariasi. Harga daging ayam ras berada pada kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram, masih di atas harga acuan pemerintah sekitar Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang justru mengalami penurunan harga akibat pasokan yang mencukupi di pasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Provinsi Lampung, KPPU bersama Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan pengawasan intensif terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok. Secara umum, harga komoditas pangan masih relatif stabil, meskipun beberapa komoditas di ritel modern tercatat berada di atas harga acuan pemerintah, seperti daging ayam ras Rp45.000 per kilogram, bawang putih Rp39.500 per kilogram, dan bawang merah Rp52.000 per kilogram. Di pasar tradisional, komoditas seperti cabai rawit dan beras medium menunjukkan tren kenaikan harga, namun pasokannya dipastikan masih mencukupi hingga menjelang Lebaran.

Pemantauan serupa juga dilakukan di Bandung Raya. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil, kecuali cabai rawit merah yang masih tinggi pada kisaran Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Selain itu, harga minyak goreng rakyat Minyakita tercatat mencapai Rp19.000 per liter, melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Pedagang menyebutkan bahwa harga pembelian dari pemasok yang sudah tinggi membuat produk tersebut sulit dijual sesuai ketentuan harga pemerintah.

Di Surabaya, KPPU melakukan sidak di Pasar Wonokromo bersama sejumlah instansi seperti Polda Jawa Timur, Dinas Perdagangan, Bulog, serta pengelola pasar daerah. Ketersediaan komoditas pangan secara umum dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun KPPU mencatat kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah serta pergerakan harga minyak goreng yang masih berada di atas HET di beberapa titik pasar.

Sementara itu, di Makassar KPPU memantau langsung harga komoditas pangan di Pasar Terong bersama sejumlah instansi seperti Bank Indonesia, Bulog, serta dinas terkait di Provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa komoditas seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan harga, meskipun masih dalam batas yang wajar. Harga ayam potong berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 per ekor dengan berat sekitar 1,9 hingga 2 kilogram, sementara telur ayam ras dijual sekitar Rp58.000 per rak. KPPU juga mencermati adanya peningkatan permintaan terhadap komoditas ayam dan telur yang diduga berkaitan dengan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, pedagang menyampaikan bahwa pasokan bahan pokok hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan belum ditemukan indikasi penahanan pasokan oleh distributor.

Di Yogyakarta, KPPU bersama Dinas Perdagangan Provinsi DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan sidak di Pasar Kranggan. Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan, terutama cabai rawit merah yang mencapai Rp90.000 per kilogram dari sebelumnya Rp60.000 per kilogram pada awal tahun. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh gangguan pasokan akibat curah hujan tinggi serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Temuan yang menjadi perhatian khusus muncul dalam distribusi minyak goreng rakyat Minyakita di beberapa daerah. Di Lampung, KPPU menemukan praktik penjualan bersyarat (tying-in) yang mewajibkan pembeli membeli produk lain untuk memperoleh Minyakita. Di Kota Metro misalnya, konsumen diwajibkan membeli satu truk produk tambahan untuk mendapatkan 40 karton Minyakita. Praktik serupa juga ditemukan di Bandar Lampung, di mana pembeli harus membeli lima karton minyak goreng merek lain untuk memperoleh satu karton Minyakita.

Praktik tying-in juga ditemukan di Kalimantan Timur. Berdasarkan pemantauan KPPU di pasar tradisional Balikpapan dan Samarinda, pedagang yang ingin membeli Minyakita dari distributor diminta membeli minyak goreng merek lain dengan harga lebih mahal. Kondisi tersebut menyebabkan pedagang menaikkan harga Minyakita di tingkat konsumen sebagai bentuk subsidi silang.

KPPU menegaskan bahwa pemantauan harga dan distribusi bahan pokok akan terus dilakukan hingga mendekati Idulfitri guna memastikan stabilitas pasokan serta mencegah praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. KPPU juga mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara wajar dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV
Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045
DORONG PENGUATAN EKONOMI NASIONAL, OJK FOKUS PENGEMBANGAN KEUANGAN DIGITAL Gelar FEKDI DAN IFSE 2026 BERSAMA BI
Dialog Kebangsaan LMPI Sulsel Dorong Kolaborasi Masyarakat Perkuat Pencegahan Korupsi
Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Hoaks Kenaikan Harga Pertalite
Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan
Siap Gelar Kembara 2026, PKS Sulawesi Selatan Perkuat Ketahanan Kader dan Semangat Bela Negara
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:32 WITA

YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV

Jumat, 25 September 2026 - 07:29 WITA

Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045

Kamis, 24 September 2026 - 22:31 WITA

DORONG PENGUATAN EKONOMI NASIONAL, OJK FOKUS PENGEMBANGAN KEUANGAN DIGITAL Gelar FEKDI DAN IFSE 2026 BERSAMA BI

Kamis, 24 September 2026 - 20:59 WITA

Dialog Kebangsaan LMPI Sulsel Dorong Kolaborasi Masyarakat Perkuat Pencegahan Korupsi

Kamis, 24 September 2026 - 17:27 WITA

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Berita Terbaru

Berita

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:27 WITA