MAKASSAR,FILALIN.COM, –Azan Jum’at berkumandang terdengar dari menara Mesjid, nampak jamaah memasuki halaman untuk melaksanakan sholat Jumat. (17/4/2026).
Seusai sholat Jumat, di lanjutkan dengan agenda pengurus melaksanakan rapat menentukan Ketua Panitia Qurban, ini agenda tahunan menjelang Hari Raya Idul Adha di Mesjid Raudhatul Muflihien Jl. terong Kelurahan Wajo Baru, kecamatan Bontoala, Kota Makassar.
Hadir dalam rapat Ketua Masjid H. Faris, Sekertaris H. Burhanuddin dan pengurus bidang lainnya beserta jamaah. Rapat di buka langsung oleh Ketua mesjid Raudhatul Muflihien, dalam pidatonya ia menyampaikan maksud dan tujuan serta konsep yang akan di laksanakan nanti di Hari raya Idul Adha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat berjalan alot dan hikmat, berbagai pendapat di kemukakan oleh seluruh peserta rapat, setelah berdiskusi dan melakukan Voting, Pengurus membacakan dan menetapkan hasil rapat yakni Calon terpilih Syarif Sarabba sebagai Ketua Panitia Qurban untuk kedua kalinya yang sebelumnya yakni tahun lalu juga terpilih sebagai Ketua panitia qurban.
Terima kasih atas kepercayaan seluruh pengurus dan jamaah yang telah mengamanahkan pekerjaan Kepanitiaan Idul Qurban kepada saya, ini hal yang luar biasa karena hampir seluruh jamaah memilih saya, saya sangat terharu dengan kepercayaan ini, artinya menjadi bukti kerja panitia di tahun lalu Alhamdulillah baik ,” tuturnya”.
Ia menambahkan bahwa kerja nyata dan baik akan menghasilkan Kepercayaan, inshaallah Allah ini akan saya jaga seperti Tahun kemarin, mohon bantuan semua pihak agar dalam pelaksanaan qurban nanti bisa lebih baik dan yang paling penting adalah dalam pembagian daging qurban nantinya jangan ada masyarakat yang di kecewakan.
Sebelum rapat di tutup H. Faris memberikan arahan agar Ketua terpilih segera menyusun struktur Kepanitiaannya, dengan berharap semoga tahun ini banyak yang berqurban di Mesjid Raudhatul Muflihien, semoag ridho Allah SWT menyertai kegiatan ini sehingga bisa berjalan dengan baik dan lancar……Aamiin, “tutup H.Faris”,
Ketika kepercayaan yang di Amanahkan bisa kita pertanggung jawabkan dan kita laksanakan dengan sebaik-sebaiknya maka tanpa memintapun mereka akan berikan kepercayaan itu karena “Nama itu Kosong, Karya itu Nyata” . (*)





















