PK5 Tolak Relokasi ke Terminal Malengkeri, Aksi Demo Warnai Penertiban di Pasar Kalimbu Makassar

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, FILALIN.COM, – Pedagang Kaki Lima (PK5) yang berjualan di sekitar Pasar Kalimbu, Jalan Veteran Utara, Kota Makassar, menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap rencana relokasi ke Terminal Malengkeri, Jumat (22/5/2026) dini hari.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 01.15 WITA itu diwarnai longmarch puluhan pedagang sambil membawa spanduk bertuliskan “Kami Aliansi PK5 Menolak Relokasi”. Mereka juga meneriakkan sejumlah tuntutan, seperti “jangan tindas rakyat kecil” dan “kami hanya cari rezeki halal untuk keluarga”.

Dalam orasinya, massa meminta pemerintah hadir untuk berdialog secara langsung. Salah seorang pedagang bahkan mempertanyakan keberadaan pihak kelurahan dan kecamatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mana Pak LPM, Lurah, dan Camat,” teriak salah satu orator menggunakan pengeras suara.

Di tengah aksi tersebut, Lurah Gaddong Rahmawaty Mattayang bersama RT/RW, Linmas, dan Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan imbauan kepada para pedagang agar tidak kembali berjualan di lokasi yang akan ditertibkan. Sempat terjadi perdebatan antara petugas dan pedagang, namun situasi tetap terkendali.

Sementara itu, personel dari Polsek Bontoala dan Koramil terlihat mengatur arus lalu lintas di sekitar perempatan Jalan Gunung Bawakaraeng dan Veteran Utara yang sempat mengalami kemacetan akibat kerumunan massa.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Wajo Baru, Aiptu Wiwin Nur, mengatakan pihak kepolisian akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan semua pihak.

“Kami menghimbau kepada PK5 silakan menyampaikan aspirasi dan berorasi, tetapi jangan sampai melampaui batas seperti membakar atau melakukan pengrusakan. Jika ada tindakan anarkis tentu akan kami tindak,” tegasnya.

Lurah Gaddong, Rahmawaty Mattayang, menjelaskan bahwa sosialisasi relokasi sebenarnya telah dilakukan jauh hari sebelumnya secara persuasif. Bahkan, pemerintah telah memberikan surat peringatan hingga tiga kali kepada para pedagang.

“Himbauan ini sudah kami sampaikan jauh hari sebelumnya. Kami ingin penertiban dan penataan ini berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, relokasi ke Terminal Malengkeri telah sesuai prosedur dan merupakan arahan langsung Pemerintah Kota Makassar melalui surat keputusan yang ditandatangani Sekretaris Daerah.

“Pemerintah sudah melakukan pembenahan di Terminal Malengkeri agar layak ditempati berjualan. Ini bagian dari penataan kota agar Makassar lebih bersih, nyaman, tidak semrawut, dan tidak macet,” tambahnya.

Namun, pihak Aliansi PK5 menilai relokasi tersebut justru berpotensi merugikan para pedagang karena lokasi baru dinilai sepi pembeli.

“Kami selalu mendukung program pemerintah, tetapi kali ini kami menolak keras direlokasi karena hanya akan merugikan kami. Siapa yang bertanggung jawab kalau kami terus rugi?” ujar salah satu perwakilan pedagang.

Ia menyebut para pedagang hanya membutuhkan lokasi yang ramai agar dagangan mereka tetap laku.

“Kami hanya butuh pembeli supaya bisa bertahan hidup. Kalau di Terminal Malengkeri sepi, pasti kami rugi,” keluhnya.

Di lokasi lain, operasi gabungan juga dilakukan di Jalan Gunung Bawakaraeng oleh pihak kecamatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan PD Pasar Raya. Petugas melakukan penyisiran terhadap mobil pick up yang membawa barang dagangan menuju Jalan Veteran Utara.

Operasi penertiban berlangsung sekitar tiga jam. Namun, setelah petugas membubarkan diri, para PK5 kembali menggelar dagangan dan berjualan seperti biasa di sepanjang Jalan Veteran Utara.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai penertiban yang dilakukan belum maksimal karena pedagang masih tetap kembali berjualan usai operasi selesai.

Masyarakat pun berharap pemerintah dan para pedagang dapat kembali duduk bersama mencari solusi terbaik agar penataan kawasan dapat berjalan tanpa merugikan pihak manapun. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang
Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng
Mubes BMJ KB-TK Islam Athirah Makassar: Menguatkan Sinergi, Menebar Kebaikan untuk Ananda
Rayakan 7 Tahun QRIS, BI Sulsel Gelar Sultan QRIS Run 2026
Tak Temukan Titik Temu Konflik Agraria di Jalur Formal, Petani Laoli Mengadu ke Kedatuan Luwu
70 Anak di Komunitas Matoa Makassar Jadi Sasaran Pendampingan, LPA Sulsel Soroti Pekerja Anak
GMTD Perkuat Budaya Keselamatan Kerja melalui  Sosialisasi K3 Bersama Vendor dan Kontraktor
TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN KORBAN JATUH DARI KAPAL JOLLORO DI SINJAI DALAM KONDISI MENINGGAL DUNIA
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:52 WITA

Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:26 WITA

Mubes BMJ KB-TK Islam Athirah Makassar: Menguatkan Sinergi, Menebar Kebaikan untuk Ananda

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:29 WITA

Rayakan 7 Tahun QRIS, BI Sulsel Gelar Sultan QRIS Run 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:19 WITA

Tak Temukan Titik Temu Konflik Agraria di Jalur Formal, Petani Laoli Mengadu ke Kedatuan Luwu

Berita Terbaru