Basarnas Klarifikasi Kronologi Penanganan Darurat KM Nurul Salsa: Laporan Diterima Pukul 11.07 Wita

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAYAR,FILALIN.COM,  – Beredar informasi yang tidak tepat di tengah masyarakat mengenai waktu penanganan darurat Tim SAR terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa. Basarnas melalui Pos SAR Selayar kemudian meluruskan dan merilis kronologi lengkap kejadian pada Rabu 15 Juli 2026.

 

Koordinator Pos SAR Selayar, Ronaldhi G.K.M, menjelaskan laporan awal diterima pada pukul 11.07 WITA dari keluarga korban atas nama Fahri dan Eka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Isinya, KM Nurul Salsa rute Jampea menuju Pelabuhan Benteng mengalami mati mesin di perairan Polassi. Setelah menerima laporan tersebut, Pos SAR Selayar langsung mengaksi dengan menghubungi kapal besar yang berada di pulau terdekat Polassi untuk melakukan evakuasi,” ujar Ronaldhi, Jumat (24/7/2026).

 

Karena keterbatasan alut, jarak yang jauh sekitar 45 Nm dan cuaca buruk saat itu, Pos SAR Selayar juga meminta bantuan para nelayan terdekat di titik Polassi sebagai bagian dari potensi SAR.

 

Upaya evakuasi awal tidak berjalan mulus. Pada pukul 15.08 WITA, kapal dari Polassi yang akan melakukan evakuasi tidak mampu menembus lokasi karena cuaca buruk.

 

Pukul 15.30 WITA, Pos SAR kembali berupaya mengerahkan KLM Arwin Jaya yang ada di Pelabuhan Jampea. Namun kapal tersebut justru kandas dan tidak bisa melakukan evakuasi.

 

Pada pukul 16.30 WITA, Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, kemudian memberangkatkan satu tim Pos SAR Selayar ke Pelabuhan Appa Tanah untuk mencari kapal yang bisa membantu proses evakuasi dan berkoordinasi dengan Kodaeral VI Makassar untuk menggerakkan KRI Marlin 877, turun ke lokasi.

 

“Pada pukul 17.20 WITA, kami berhasil mendapatkan kapal besar GT 118, ‘KLM Harapan Kita’ untuk melakukan pencarian,” jelasnya.

 

Tim Pos SAR Selayar yang berada di Appa Tanah terus memantau proses evakuasi yang dilakukan KLM Harapan Kita. Hasilnya, pada pukul 23.30 WITA sebanyak 45 orang berhasil dievakuasi dan dibawa ke pulau terdekat, yakni Jampea.

 

Menurut informasi dari nahkoda, kondisi cuaca saat itu sangat buruk. Ombak besar dan kondisi gelap membuat tim tidak mampu melakukan penyisiran lebih jauh di sekitar lokasi kapal tenggelam.

 

“Informasi yang kemudian kami terima, KM Nurul Salsa tenggelam pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WITA,” tutup Ronaldhi.

 

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang menyebut Tim SAR Makassar baru menerima informasi pada pukul 16.30 WITA. Basarnas menegaskan bahwa sejak menerima laporan pukul 11.07 WITA, seluruh upaya penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan kondisi Standart Operasioanal Prosedur (SOP) di lapangan. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antrean BBM Makassar Semakin Landai, Pertamina Tambah SPBU Modular di CPI
Pertamina Salurkan 173.160 Tabung LPG 3 Kg di Sulse
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya, 130 Korban KMP Virgo Masih Dicari
Komisi Perempuan MUI Makassar Dorong Keluarga Jadi Benteng Perlindungan Anak
LBH Suara Panrita Keadilan Apresiasi Respons Cepat Penanganan Dugaan Perundungan Siswi SD
BBM Langka dan Memicu Bentrok Warga, Ketum INTIS Dr. Affandy Agusman Aris Desak Pemerintah Ambil 5 Langkah Darurat
LBH Suara Panrita Keadilan Desak Pemulihan Trauma Siswi SD Diduga Korban Bullying
Four Points by Sheraton Makassar Tandai 11 Tahun Perjalanan dengan Donor Darah dan Syukuran
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:40 WITA

Antrean BBM Makassar Semakin Landai, Pertamina Tambah SPBU Modular di CPI

Senin, 14 September 2026 - 09:19 WITA

Pertamina Salurkan 173.160 Tabung LPG 3 Kg di Sulse

Senin, 14 September 2026 - 09:11 WITA

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya, 130 Korban KMP Virgo Masih Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 14:51 WITA

Komisi Perempuan MUI Makassar Dorong Keluarga Jadi Benteng Perlindungan Anak

Sabtu, 12 September 2026 - 08:16 WITA

BBM Langka dan Memicu Bentrok Warga, Ketum INTIS Dr. Affandy Agusman Aris Desak Pemerintah Ambil 5 Langkah Darurat

Berita Terbaru

Berita

Pertamina Salurkan 173.160 Tabung LPG 3 Kg di Sulse

Senin, 14 Sep 2026 - 09:19 WITA