MAKASSAR FILALIN.COM,.— Beragam ember Maulid menghiasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SD Inpres Mangga Tiga, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (9/9/2026).
Namun, kemeriahan itu bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Di balik beragam bentuk ember Maulid yang ditampilkan, terdapat hasil kreativitas siswa bersama orang tua yang sekaligus memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mari Jadikan Maulid Sebagai Momentum Memperbaiki Diri, Mempererat Tali Silaturahim dan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”.
Peringatan Maulid pun diarahkan bukan sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi sebagai ruang pendidikan karakter. Anak-anak diajak mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus menerjemahkannya dalam perilaku sehari-hari.
## Ember Maulid Jadi Bukti Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
Ketua Panitia Maulid, Herman, S.Pd.I., mengatakan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi bukti kerja sama antara orang tua siswa, komite sekolah, guru, dan seluruh stakeholder.
Ia menyoroti beragam bentuk ember Maulid yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Menurut Herman, karya itu merupakan hasil kerja siswa bersama orang tua masing-masing.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan materi untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Kegiatan Maulid 1448 H tahun ini adalah bukti kolaborasi dan kerja sama yang baik antara orang tua siswa, komite dan seluruh stakeholder,” kata Herman.
Menurutnya, peringatan Maulid menjadi sarana untuk kembali mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, Rasulullah SAW merupakan sosok yang patut diteladani dalam kehidupan.
Herman berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat menjadi contoh bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan sebagai umat Islam.
## Kepala Sekolah: Bukan Sekadar Seremonial
Kepala SD Inpres Mangga Tiga, Adriani Abdullah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan Maulid dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama komite sekolah, guru, dan orang tua siswa.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengawas Pendidikan, Pengawas PAI, Ketua Komite, Ketua RW 5, para Ketua RT, tokoh masyarakat, dan Imam Masjid yang hadir dalam peringatan tersebut.
Bagi Adriani Abdullah, Maulid tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus memiliki dampak terhadap pembentukan karakter siswa.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial akan tetapi lebih dari itu yakni pembentukan karakter siswa dengan mencontoh keteladanan Rasulullah SAW,” kata Adriani Abdullah.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah dengan masyarakat di sekitar lingkungan SD Inpres Mangga Tiga.
## Pengawas Pendidikan: Anak Tidak Cukup Hanya Pintar Matematika
Pengawas Dinas Pendidikan Kota Makassar, Lukman, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid sebagai sarana pembekalan bagi anak-anak.
Menurut Lukman, Maulid tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal, meneladani, dan mengamalkan perilaku Rasulullah.
Ia menilai anak-anak yang sedang berada dalam masa perkembangan membutuhkan contoh perilaku yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan.
Lukman bahkan menegaskan bahwa keberhasilan anak tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan akademiknya.
“Anak-anak bisa dikatakan berhasil apabila karakternya bagus, sifatnya bagus,” ujar Lukman.
Ia mencontohkan bahwa kemampuan matematika saja tidak cukup apabila tidak diikuti dengan perilaku yang baik. Cara bergaul dan cara berbicara kepada orang lain, terutama kepada orang tua dan guru, juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
Karena itu, Lukman mengapresiasi kerja sama orang tua siswa dan Ketua Komite dengan pihak sekolah sehingga peringatan Maulid dapat terlaksana.
## Pengawas Depag Tekankan Pentingnya Kejujuran
Pengawas Depag, H. Mansyur Sada, S.Ag., mengingatkan bahwa peringatan Maulid merupakan momentum untuk mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW.
Ia menjelaskan, Maulid merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang di dalamnya terdapat nilai-nilai yang dapat dikenang dan diteladani.
Dalam kesempatan tersebut, Mansyur Sada menitipkan satu pesan penting kepada para siswa, yakni menjadi anak yang jujur.
Menurutnya, kejujuran merupakan salah satu akhlakul karimah yang perlu ditanamkan sejak dini. Setinggi apa pun ilmu seseorang, kata dia, akan menjadi sia-sia apabila tidak disertai kejujuran dalam menjalani kehidupan.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan Maulid di SD Inpres Mangga Tiga. Keteladanan Rasulullah tidak hanya diperkenalkan melalui sejarah, tetapi juga diarahkan pada perilaku yang dapat diterapkan anak-anak.
## Maulid Mempertemukan Sekolah, Keluarga dan Masyarakat
H. Mansyur Sada juga menilai peringatan Maulid memiliki fungsi lain, yakni memperkuat silaturahmi antarpemangku kepentingan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak akan berjalan tanpa kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, komite, dan masyarakat menjadi bagian penting dari terselenggaranya peringatan Maulid.
Kehadiran sejumlah unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut memperlihatkan hubungan sekolah dengan lingkungan sekitarnya.
Peringatan Maulid pun menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi dan silaturahmi, sekaligus menyampaikan pesan pendidikan kepada anak-anak.
## Ketua Komite: Akhlak Mulia Perlu Dikenalkan Sejak Dini
Ketua Komite SD Inpres Mangga Tiga, Beddu Lahi, S.Sos., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah, guru, dan orang tua siswa atas kerja sama yang telah diberikan.
Menurut Beddu Lahi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki arti penting untuk mengenalkan karakter dan akhlak mulia Rasulullah kepada anak-anak sejak dini.
Ia menilai sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan umum, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan akhlakul karimah.
“Harapan kami, melalui peringatan ini, anak-anak semakin rajin beribadah, hormat kepada guru dan orang tua, serta menyayangi sesama teman,” kata Beddu Lahi.
Harapan tersebut menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di sekolah.
## Ustadz Ajudin Sinyo: Maulid Menjadi Syiar dan Pengenalan Sejarah
Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan Ustadz Drs. H. Ajudin Sinyo, M.Pd.
Ia mengatakan kegiatan Maulid perlu dilestarikan karena menjadi bagian dari budaya sekaligus syiar keagamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal sejarah agama dan semakin mencintai Nabi Muhammad SAW.
Ajudin juga menekankan pentingnya mengenalkan sosok Rasulullah kepada anak-anak sebagai teladan. Dengan demikian, peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pesan tersebut melengkapi rangkaian nasihat yang disampaikan para pembicara dalam kegiatan Maulid SD Inpres Mangga Tiga.
## Dari Ember Maulid hingga Pelajaran tentang Kejujuran
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SD Inpres Mangga Tiga pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kemeriahan sebuah acara.
Beragam ember Maulid yang dibuat siswa bersama orang tua menjadi gambaran keterlibatan keluarga dalam kegiatan sekolah. Sementara kehadiran guru, komite, pengawas, tokoh masyarakat, dan unsur lingkungan sekitar menunjukkan bahwa pendidikan anak membutuhkan dukungan banyak pihak.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, pesan tentang karakter menjadi benang merah. Siswa diajak mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW, membiasakan kejujuran, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, serta memperbaiki diri.
Karena itu, keberhasilan peringatan Maulid tidak hanya diukur dari meriah atau tidaknya acara. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana nilai yang disampaikan dapat tumbuh menjadi perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi SD Inpres Mangga Tiga, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi ruang yang mempertemukan tradisi keagamaan dengan pendidikan karakter. Dari karya sederhana berupa ember Maulid hingga pesan tentang kejujuran, seluruh rangkaian kegiatan diarahkan pada satu tujuan: agar keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti sebagai cerita, tetapi hadir dalam sikap dan perilaku anak-anak. (*/beddulahi)




















