BI Sulsel Bidik Penguatan Ekonomi Kreatif Lewat KKS X dan Wastra Heritage Market 2026

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:07 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-0-0-{}-0-24#

i

0-3248x1440-0-0-{}-0-24#

MAKASSAR,FILALIN.COM,— Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis wastra dan digitalisasi UMKM melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) X, South Sulawesi Digital Festival (SSDF), dan Wastra Heritage Market 2026 di Mal MaRI Makassar, 28 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar sekaligus mempercepat transformasi digital pelaku usaha kreatif di Sulawesi Selatan.

 

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rezki Ernandi Wimanda, mengatakan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional karena mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat identitas budaya, dan membuka lapangan kerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Secara nasional, ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 7 persen terhadap perekonomian nasional dan menyerap sekitar 18,7 persen tenaga kerja. Tiga subsektor utama yang menjadi penggeraknya adalah fesyen, kuliner, dan kriya,” ujarnya saat pembukaan KKS X dan SSDF di Mal MaRI Makassar, Selasa (28/7/2026).

 

Menurut Rezki, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar mengembangkan industri wastra dan fesyen berbasis budaya lokal. Beragam tenun, kerajinan, aksesori, hingga kekayaan budaya daerah dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah produk, penciptaan lapangan kerja, hingga perluasan pasar ekspor.

 

Dia menambahkan, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Karena itu, BI Sulsel terus mendorong pelaku UMKM mengadopsi sistem pembayaran digital agar lebih mudah menjangkau konsumen.

 

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, BI Sulsel berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar melalui lima strategi pengembangan UMKM, salah satunya memperluas akses pasar melalui business matching, pameran produk, fashion show, dan talkshow.

 

Rezki mengungkapkan, kolaborasi BI Sulsel dan IFC pada penyelenggaraan Pekan Ekonomi Syariah sebelumnya berhasil mencatatkan nilai business matching lebih dari Rp4,4 miliar. Capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas pemasaran produk UMKM Sulawesi Selatan ke pasar nasional maupun internasional.

 

“Ke depan kami akan terus memperkuat penguasaan akses pasar agar UMKM Sulawesi Selatan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Wastra Heritage Market 2026, Andi Putri Anzoh, yang mewakili Ketua IFC Chapter Makassar, Lili Gunawan, mengatakan tema Traditional Reimagining dipilih untuk menunjukkan bahwa budaya dapat terus berkembang melalui inovasi tanpa kehilangan identitasnya.

 

Menurutnya, Wastra Heritage Market bukan sekadar pameran produk, melainkan ruang kolaborasi antara perajin, desainer, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat dalam mengangkat potensi wastra Nusantara, khususnya Sulawesi Selatan.

 

“Budaya bukan hanya warisan yang dikenang, tetapi harus menjadi bagian dari masa depan melalui desain, fashion, kriya, kuliner, dan berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing,” ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya melalui pendekatan kreatif sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

 

Melalui KKS X, South Sulawesi Digital Festival, dan Wastra Heritage Market 2026, BI Sulsel menargetkan terciptanya ekosistem ekonomi kreatif yang semakin terhubung dengan teknologi digital, sehingga mampu meningkatkan produktivitas UMKM, memperluas akses pembiayaan dan pemasaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru