Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA,FILALIN.COM,  — Upaya mencegah kenakalan remaja dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap konsekuensi hukum terus dilakukan di Kabupaten Gowa. Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya digelar di Aula Kantor Desa Nirannuang, Jalan Poros Hombes Armed, Dusun Batu Bilayya, Kecamatan Bontomarannu, Sabtu (22/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 15.00 WITA tersebut diikuti para remaja putra-putri Desa Nirannuang, mahasiswa UIN Alauddin Makassar angkatan ke-79, serta sejumlah unsur pemerintahan dan aparat keamanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis PMD Kabupaten Gowa H. Syamtalira Rasyid, S.Ag., M.H., Camat Bontomarannu Ilham Halim, S.STP., M.M., Kapolsek Bontomarannu AKP Ardiansyah, S.Pd., Kanit Binmas Polsek Bontomarannu Ipda Muh. Tahir, Pj. Kepala Desa Nirannuang Ahmad, S.E., Ketua BPD Desa Nirannuang Mulyadi, S.Pd., Bhabinkamtibmas Desa Nirannuang Aipda Muhammad Andika Putra, Babinsa Desa Nirannuang Serka Rizal, Ketua TP PKK Desa Nirannuang, pendamping desa, serta para mahasiswa dan remaja.

 

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan panitia, kemudian dilanjutkan sambutan Pj. Kepala Desa Nirannuang sekaligus pembukaan kegiatan.

 

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja dan konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

 

Kapolsek Bontomarannu AKP Ardiansyah menjadi salah satu narasumber utama. Ia menekankan pentingnya pemahaman hukum sejak usia remaja agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

«“Remaja perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Jangan sampai karena pergaulan atau pengaruh lingkungan, mereka terlibat dalam narkoba, tawuran, perkelahian kelompok maupun balapan liar yang akhirnya berhadapan dengan hukum,” ujar AKP Ardiansyah.»

 

Menurutnya, pencegahan kenakalan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Peran orang tua, pemerintah desa, sekolah, tokoh masyarakat, serta lingkungan pergaulan juga sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak muda.

 

«“Pencegahan harus dilakukan bersama. Orang tua harus memberikan pengawasan dan perhatian, sementara lingkungan juga harus menjadi tempat yang baik bagi para remaja untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.»

 

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Bontomarannu Ipda Muh. Tahir turut memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perilaku yang dapat masuk dalam ranah hukum, termasuk penyalahgunaan narkoba, perkelahian antarkelompok dan aktivitas balapan liar di jalan raya.

 

Ia mengingatkan para peserta agar tidak menganggap tindakan tersebut sebagai sekadar kenakalan biasa.

 

«“Jangan menganggap tawuran, narkoba atau balapan liar sebagai sesuatu yang biasa. Ada aturan hukum yang mengatur dan ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan apabila seseorang melakukan pelanggaran,” jelasnya.»

 

Camat Bontomarannu Ilham Halim juga mendorong para remaja agar mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif.

 

«“Kami berharap anak-anak kita bisa memanfaatkan masa muda dengan kegiatan yang positif. Jangan sampai waktu dan energi mereka justru digunakan untuk kegiatan yang dapat merusak masa depan,” ungkapnya.»

 

Senada, Kadis PMD Kabupaten Gowa H. Syamtalira Rasyid menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam membangun lingkungan yang mampu memberikan ruang positif bagi generasi muda.

 

«“Pemerintah desa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berkegiatan, berkarya dan mengembangkan potensi mereka,” tuturnya.»

 

Dalam pemaparannya, para narasumber membahas pengertian kenakalan remaja, bentuk-bentuk perilaku menyimpang, hingga dampak hukum yang dapat timbul dari tindakan tersebut.

 

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain penyalahgunaan narkoba, tawuran atau perkelahian antarkelompok, serta balapan liar yang dilakukan di jalan raya.

 

Kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka wawasan para remaja mengenai risiko dan konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan.

 

Selain itu, sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama antara pemerintah, aparat keamanan, orang tua, masyarakat dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan Desa Nirannuang yang aman, tertib dan kondusif. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng
Mubes BMJ KB-TK Islam Athirah Makassar: Menguatkan Sinergi, Menebar Kebaikan untuk Ananda
Rayakan 7 Tahun QRIS, BI Sulsel Gelar Sultan QRIS Run 2026
Tak Temukan Titik Temu Konflik Agraria di Jalur Formal, Petani Laoli Mengadu ke Kedatuan Luwu
70 Anak di Komunitas Matoa Makassar Jadi Sasaran Pendampingan, LPA Sulsel Soroti Pekerja Anak
GMTD Perkuat Budaya Keselamatan Kerja melalui  Sosialisasi K3 Bersama Vendor dan Kontraktor
TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN KORBAN JATUH DARI KAPAL JOLLORO DI SINJAI DALAM KONDISI MENINGGAL DUNIA
Pelindo–Pelni Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:52 WITA

Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:26 WITA

Mubes BMJ KB-TK Islam Athirah Makassar: Menguatkan Sinergi, Menebar Kebaikan untuk Ananda

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:29 WITA

Rayakan 7 Tahun QRIS, BI Sulsel Gelar Sultan QRIS Run 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:19 WITA

Tak Temukan Titik Temu Konflik Agraria di Jalur Formal, Petani Laoli Mengadu ke Kedatuan Luwu

Berita Terbaru