MAKASSAR,FILALIN.COM, – Layanan ATM Emas PT Pegadaian mulai mendapat respons positif dari masyarakat Sulawesi Selatan. Sejak diluncurkan sekitar satu bulan lalu, fasilitas pengambilan emas fisik dari saldo Tabungan Emas tersebut mencatat rata-rata 10 hingga 20 transaksi setiap hari.
Transaksi pengambilan emas dengan ukuran lima gram ke bawah masih mendominasi penggunaan layanan tersebut. Capaian awal ini menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap layanan pencairan Tabungan Emas dalam bentuk fisik yang lebih praktis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbar dan Maluku, Pratikno, mengatakan kehadiran ATM Emas dirancang untuk memberikan kemudahan kepada nasabah yang ingin mengambil emas fisik dari saldo Tabungan Emas.
Menurutnya, respons masyarakat selama bulan pertama operasional layanan tersebut cukup menggembirakan. ATM Emas menjadi alternatif bagi nasabah untuk memperoleh emas fisik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada mekanisme pengambilan secara konvensional.
“Sepanjang satu bulan lalu kita launching ATM Emas, kemudian tanggapan dan respons masyarakat di Sulawesi Selatan sangat cukup bagus. Karena itu bisa memfasilitasi pengambilan fisik emas dari Tabungan Emas. Setiap hari paling tidak ada 10 sampai 20 transaksi, walaupun rata-rata didominasi gramasi lima gram ke bawah,” ungkap Pratikno.
Dari sisi pengembangan bisnis, Pegadaian berupaya memperluas pemanfaatan ATM Emas dengan meningkatkan jangkauan informasi kepada masyarakat.
Strategi sosialisasi akan dilakukan melalui kolaborasi dengan media massa serta optimalisasi platform media sosial. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan kemudahan layanan ATM Emas.
Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan layanan Pegadaian dalam memperkuat ekosistem investasi emas ritel. Dengan memberikan pilihan akses emas fisik yang lebih praktis, perusahaan berupaya meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus mendorong pemanfaatan produk Tabungan Emas.
Pegadaian berharap sosialisasi yang lebih luas dapat mendorong peningkatan penggunaan ATM Emas, sehingga inovasi layanan ini semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat Sulawesi Selatan. (*)





















