OJK: Pengaturan Bunga Pinjaman Online Adalah Perlindungan, Bukan Kartel

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:32 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM,  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kebijakan pengaturan batas maksimum suku bunga pinjaman daring (Pindar) bertujuan untuk melindungi konsumen, bukan membentuk kartel. Pernyataan ini muncul di tengah penyelidikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan pelanggaran Pasal 5 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang kartel suku bunga di industri layanan pendanaan daring.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menjelaskan bahwa pengaturan bunga oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merupakan hasil arahan OJK pada masa sebelum diterbitkannya SEOJK No.19/SEOJK.06/2023.

“Penetapan batas maksimum manfaat ekonomi (suku bunga) ditujukan untuk melindungi masyarakat dari bunga tinggi serta membedakan antara pinjaman legal dan ilegal,” ujar Agusman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Infografik: Perbandingan Pinjaman Legal vs Ilegal

Pinjaman Legal (Pindar)

Terdaftar dan diawasi oleh OJK

Bunga dibatasi oleh regulasi

AFPI sebagai pengawas internal

Ada mekanisme pengaduan konsumen

Pinjaman Ilegal (Pinjol Ilegal)

Tidak berizin

Bunga bisa sangat tinggi tanpa batas

Tidak ada perlindungan konsumen

Potensi penagihan tidak manusiawi

Pengawasan Disiplin Pasar Diperkuat

Dalam POJK 40 Tahun 2024 Pasal 84, OJK menegaskan bahwa asosiasi seperti AFPI berperan penting dalam membangun sistem pengawasan berbasis disiplin pasar. Peran ini mencakup penguatan penyelenggara serta penanganan pengaduan masyarakat.

“Pengaturan ini bukan bentuk kartel, melainkan strategi agar industri tetap sehat dan masyarakat terlindungi,” jelas Dr. Indah Sari, pakar hukum ekonomi digital dari Universitas Indonesia. “Kalau tidak ada pembatasan, bisa saja terjadi eksploitasi bunga ke konsumen yang rentan.”

OJK: Evaluasi dan Penegakan Kepatuhan Terus Berjalan

OJK juga menyatakan bahwa penetapan bunga maksimal akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, stabilitas industri LPBBTI, dan kemampuan masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, OJK siap melakukan tindakan tegas melalui mekanisme enforcement. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepungan Mayit di Landasan Terbang: Teaser Poster Film “Zona Merah” Resmi Rilis, Siap Hadirkan Wabah Zombie Terbesar di Indonesia
Progres Talud TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Capai 82 Persen, Satgas dan Warga Terus Genjot Pengerjaan
Subuh Keliling Kamtibmas, Kapolresta Gowa Sambangi Pallangga
IAS Minta Pengurus Golkar Melek Media Dan Digital
LBH SUARA PANRITA KEADILAN DAMPINGI DUA PETANI SAWIT DI KALIMANTAN TIMUR
Friday Market dan Barbeku IIPOJK, Cara Keluarga Besar OJK Sulselbar Hidupkan Ekonomi dari Lingkungan Sendiri
Tak Sekadar Bangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Kodim Gowa Ajak Warga Kalaserena Menanam Harapan
KEPALA DAN ANGGOTA POSPOL KENANGAN RESPON BAIK LAPORAN WARGA
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:54 WITA

Kepungan Mayit di Landasan Terbang: Teaser Poster Film “Zona Merah” Resmi Rilis, Siap Hadirkan Wabah Zombie Terbesar di Indonesia

Sabtu, 7 November 2026 - 11:09 WITA

Progres Talud TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Capai 82 Persen, Satgas dan Warga Terus Genjot Pengerjaan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:37 WITA

Subuh Keliling Kamtibmas, Kapolresta Gowa Sambangi Pallangga

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WITA

IAS Minta Pengurus Golkar Melek Media Dan Digital

Jumat, 6 November 2026 - 14:12 WITA

LBH SUARA PANRITA KEADILAN DAMPINGI DUA PETANI SAWIT DI KALIMANTAN TIMUR

Berita Terbaru

Berita

IAS Minta Pengurus Golkar Melek Media Dan Digital

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:57 WITA