Tingginya Harga Beras dan Isu Oplosan, Kanwil VI KPPU Sambangi PT BULOG Cabang Bulukumba

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:54 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Mahalnya harga beras saat ini tengah menjadi perhatian publik termasuk KPPU sebagai lembaga pengawas persaingan usaha. Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, melakukan kunjungan ke kantor dan gudang Bulog Cabang Bulukumba, pada Selasa (29/7/2025).

Plt. Kepala Kanwil VI KPPU Makassar diterima oleh Kepala Cabang Bulog Bulukumba, Farid Nur. Dalam kunjungannya Hasiholan Pasaribu menyampaikan bahwa isu mahalnya harga beras turut menjadi pengawasan KPPU. “Kunjungan ini kami lakukan untuk mengumpulkan data dan informasi apakah ada isu persaingan usaha terkait mahalnya harga beras”, kata Hasiholan.

Sementara itu Kepala BULOG Cabang Bulukumba, Farid Nur, menyampaikan bahwa stok beras yang di BULOG saat ini 50.000 ton yang merupakan cadangan beras pemerintah (CPB) yang tidak hanya beras lokal tetapi masih ada tersisa beras impor. Untuk mengatasi gejolak harga beras, BULOG dapat melakukan penyaluran dengan dua mekanisme. Pertama, melalui bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dan yang kedua melalui program beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Farid Nur menambahkan penyaluran beras SPHP dapat dilakukan melalui toko pengecer di pasar tradisional, toko binaan pemda, koperasi desa/kelurahan merah putih, gerakan pangan murah (GPM) oleh dinas ketahanan pangan. Kendalanya adalah BULOG tidak bisa menyalurkan beras SPHP tanpa adanya rekomendasi atau permintaan dari pemda dalam hal ini Dinas Ketananan Pangan. Beras SPHP termasuk dalam kategori beras medium yang dikemas dalam karung 5 kg. Harga jual sesuai HET Rp 12.500 per kg dengan membatasi pembelian maksimal 2 karung per orang.

Selain itu, BULOG juga melibatkan satgas pangan untuk pengawasan penyaluran beras SPHP. Dalam pengawasan yang sempat dilakukan beberapa waktu yang ditemukan adanya beras SPHP yang dioplos dengan beras kualias yang lebih rendah. Permasalahan lainnya yang dialami BULOG Bulukumba yakni kesulitan penggilingan mitra BULOG untuk menyerap gabah petani karena adanya sistem ijon yang mengikat petani dengan tengkulak.

Hasiholan Pasaribu menanggapi bahwa ada tiga informasi penting yang diperoleh pertama adanya temuan beras SPHP yang dioplos, kedua terkait kendala penyaluran beras SPHP sehingga beras lambat tersalurkan ke pasar dan ketiga terkait kesulitan penggilingan BULOG untuk menyerap gabah petani. “Informasi yang kami dapatkan hari ini tentu sangat penting dan akan kami laporkan ke pimpinan sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut langkah-langkah apa yang perlu dilakukan oleh KPPU berdasarkan tupoksi KPPU”, pungkas Hasiholan. (*/R)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang
Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital
ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar
Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel
Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:50 WITA

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru

Sabtu, 26 September 2026 - 20:17 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang

Sabtu, 26 September 2026 - 19:03 WITA

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 17:30 WITA

ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Sabtu, 26 September 2026 - 06:00 WITA

Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026

Berita Terbaru

Berita

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:03 WITA