Cegah Pernikahan Dini, Wujudkan Masa Depan Cerah: Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Gelar Seminar di SMPN 5 Labakkang

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 04:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Sebagai bagian dari program kerja (proker), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Posko 5 Angkatan 77 mengadakan seminar bertema “Cegah Pernikahan Dini, Wujudkan Masa Depan” di SMP Negeri 5 Labakkang, Desa Kassiloe, Senin (11/8). Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Kassiloe mewakili Kepala Desa yang berhalangan hadir, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Labakkang sebagai pemateri, Kepala Sekolah dan dewan guru SMPN 5 Labakkang, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kassiloe.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Labakkang, yang menekankan bahwa tema ini sudah lama diharapkan untuk dilaksanakan mengingat masih tingginya angka pernikahan dini di wilayah tersebut. “Pernikahan dini melanggar Undang-Undang Perkawinan dan dapat merugikan masa depan anak. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pendidikan adalah prioritas,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sekretaris Desa Kassiloe dalam sambutannya mengajak para siswa untuk menyampaikan pesan kepada orang tua agar menyelesaikan pendidikan sebelum menikah. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah berulang kali mengimbau untuk menghentikan praktik pernikahan dini, namun sebagian orang tua tetap bersikeras, sehingga menjadi tantangan tersendiri.

 

Pemateri utama, Irwan, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Labakkang, menyampaikan bahwa pernikahan bukanlah hal yang main-main karena diatur oleh undang-undang, dan pelanggarannya dapat berimplikasi hukum. Ia memaparkan bahwa pernikahan dini menyebabkan hilangnya sejumlah hak anak, seperti hak bermain, hak pendidikan, hak perlindungan, hak identitas, status kebangsaan, dan hak mendapatkan gizi yang layak.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan faktor-faktor penyebab pernikahan dini, antara lain ekonomi, rendahnya pendidikan, pengaruh orang tua, media massa, faktor biologis, dan adat. Secara medis, ia menegaskan bahwa perempuan yang menikah sebelum usia 19 tahun memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi saat melahirkan karena organ reproduksi yang belum matang, termasuk sumsum tulang belakang yang belum berfungsi optimal, sehingga dapat memicu pendarahan, obesitas bahkan risiko kematian.

 

Mengakhiri penyuluhannya, Irwan mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas dan menunda pernikahan. Sejalan dengan dua slogan utama yang digaungkan dalam kegiatan ini, “Pilih Pendidikan, Tunda Pernikahan” dan “Mudah Berkarya, Bukan Menikah Muda”, dibawakan secara meriah oleh mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Posko 5 Angkatan 77. Dimana mereka ingin memberikan pesan kuat kepada siswa bahwa menunda pernikahan demi pendidikan adalah investasi untuk masa depan.

 

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, pemateri, dan tamu undangan. Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar juga mengajak siswa berfoto sambil memegang berbagai tulisan kampanye “Cegah Pernikahan Dini” serta karya bingkai kreatif yang mereka buat khusus untuk mendukung tema seminar. Momen ini menjadi penutup yang penuh semangat sekaligus pengingat visual akan pentingnya menunda pernikahan demi masa depan yang lebih cerah. (*/Fajriani)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antrean BBM Makassar Semakin Landai, Pertamina Tambah SPBU Modular di CPI
Pertamina Salurkan 173.160 Tabung LPG 3 Kg di Sulse
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya, 130 Korban KMP Virgo Masih Dicari
Komisi Perempuan MUI Makassar Dorong Keluarga Jadi Benteng Perlindungan Anak
LBH Suara Panrita Keadilan Apresiasi Respons Cepat Penanganan Dugaan Perundungan Siswi SD
BBM Langka dan Memicu Bentrok Warga, Ketum INTIS Dr. Affandy Agusman Aris Desak Pemerintah Ambil 5 Langkah Darurat
LBH Suara Panrita Keadilan Desak Pemulihan Trauma Siswi SD Diduga Korban Bullying
Four Points by Sheraton Makassar Tandai 11 Tahun Perjalanan dengan Donor Darah dan Syukuran
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:40 WITA

Antrean BBM Makassar Semakin Landai, Pertamina Tambah SPBU Modular di CPI

Senin, 14 September 2026 - 09:19 WITA

Pertamina Salurkan 173.160 Tabung LPG 3 Kg di Sulse

Senin, 14 September 2026 - 09:11 WITA

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya, 130 Korban KMP Virgo Masih Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 14:51 WITA

Komisi Perempuan MUI Makassar Dorong Keluarga Jadi Benteng Perlindungan Anak

Sabtu, 12 September 2026 - 08:16 WITA

BBM Langka dan Memicu Bentrok Warga, Ketum INTIS Dr. Affandy Agusman Aris Desak Pemerintah Ambil 5 Langkah Darurat

Berita Terbaru

Berita

Pertamina Salurkan 173.160 Tabung LPG 3 Kg di Sulse

Senin, 14 Sep 2026 - 09:19 WITA