PHRI Sulsel Gelar RAKERDA II Tahun 2026, Dorong Regulasi Apartemen Harian hingga Sertifikasi Halal

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 21:14 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar, Jumat (24/1/2026).

Rakerda ini dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra, perwakilan Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, serta para ketua asosiasi industri pariwisata se-Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua BPD PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, menyampaikan empat poin utama yang menjadi perhatian dan dorongan PHRI kepada pemerintah di tengah dinamika ekonomi saat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, PHRI mendorong diversifikasi kegiatan pariwisata di Sulawesi Selatan guna mendukung terwujudnya rumusan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Menurutnya, penguatan event dan aktivitas pariwisata di berbagai daerah akan berdampak langsung pada tingkat hunian hotel dan pergerakan ekonomi lokal.

Kedua, PHRI meminta pemerintah memberikan regulasi khusus terhadap apartemen yang menyediakan layanan sewa harian. Anggiat menilai praktik tersebut menimbulkan ketidakadilan bagi industri perhotelan.

“Kami para hotel di Makassar resah dengan apartemen yang menjual sewa harian. Hunian yang mereka jual tidak dikenakan pajak PPh, sementara hotel di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, sangat patuh dan rutin membayar pajak. Jadi jangan salahkan kami jika Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak hotel menurun, karena masyarakat kini lebih memilih apartemen harian yang lebih murah dan tidak kena pajak,” ujar Anggiat.

Ketiga, PHRI juga meminta pemerintah menertibkan Online Travel Agent (OTA) yang mempromosikan dan menjual hunian yang tidak sesuai perizinannya. Saat ini, sejumlah OTA diketahui menjual unit apartemen harian hingga kamar kos, yang dinilai melanggar ketentuan usaha akomodasi.

“Beberapa OTA sudah menjual apartemen harian dan kos-kosan, padahal izin usahanya tidak sesuai. Ini perlu ditertibkan agar tercipta iklim usaha yang adil,” tegasnya.

Keempat, PHRI meminta adanya intervensi pemerintah terhadap tingginya biaya sertifikasi halal bagi hotel dan restoran. Anggiat menyebut, pelaku usaha pada prinsipnya mendukung penuh program sertifikasi halal nasional, namun terbebani oleh biaya yang dinilai masih terlalu tinggi.

“Teman-teman hotel dan restoran sangat mendukung program sertifikasi halal, tetapi saat ini banyak yang belum bisa mengikuti karena biayanya cukup memberatkan. Kami berharap ada kebijakan atau subsidi agar program ini bisa berjalan optimal,” lanjut Anggiat.

Melalui Rakerda II Tahun 2026 ini, BPD PHRI Sulawesi Selatan berharap dapat melahirkan rekomendasi strategis yang menjadi stimulus bagi pemerintah dan pelaku industri pariwisata. Hal ini sejalan dengan tema Rakerda, “Membangun Pariwisata Berkelanjutan Melalui Inovasi dan Kolaborasi dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Nasional.” (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV
Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045
DORONG PENGUATAN EKONOMI NASIONAL, OJK FOKUS PENGEMBANGAN KEUANGAN DIGITAL Gelar FEKDI DAN IFSE 2026 BERSAMA BI
Dialog Kebangsaan LMPI Sulsel Dorong Kolaborasi Masyarakat Perkuat Pencegahan Korupsi
Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Hoaks Kenaikan Harga Pertalite
Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan
Siap Gelar Kembara 2026, PKS Sulawesi Selatan Perkuat Ketahanan Kader dan Semangat Bela Negara
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:32 WITA

YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV

Jumat, 25 September 2026 - 07:29 WITA

Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045

Kamis, 24 September 2026 - 22:31 WITA

DORONG PENGUATAN EKONOMI NASIONAL, OJK FOKUS PENGEMBANGAN KEUANGAN DIGITAL Gelar FEKDI DAN IFSE 2026 BERSAMA BI

Kamis, 24 September 2026 - 20:59 WITA

Dialog Kebangsaan LMPI Sulsel Dorong Kolaborasi Masyarakat Perkuat Pencegahan Korupsi

Kamis, 24 September 2026 - 17:27 WITA

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Berita Terbaru

Berita

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:27 WITA