Dorong Digitalisasi Pendidikan, Mafindo Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial bagi Guru SD

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:36 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar kembali menggelar kelas kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi puluhan guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar, Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Besar Guru Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Jalan Adyaksa, Makassar ini merupakan bagian dari program “AI Goes to School” yang bertujuan memperkenalkan serta mengintegrasikan teknologi AI dalam dunia pendidikan sebagai alat pembelajaran.

Program tersebut dirancang sebagai upaya pemberdayaan pendidik agar mampu berkolaborasi dengan teknologi kecerdasan artifisial (KA) untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, pengelolaan administrasi, serta interaksi antara guru dan peserta didik.

Koordinator Wilayah Mafindo Makassar, Andi Fauziah Astrid, mengatakan kegiatan ini juga melibatkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna memberikan pendampingan dan informasi kepada para guru mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam proses belajar mengajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peran kami di sini lebih sebagai pendamping, khususnya dalam memperkenalkan berbagai tools atau perangkat yang dapat Bapak dan Ibu gunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran,” ujar Astrid.

Ia menjelaskan, sejumlah perangkat berbasis AI seperti ChatGPT dan teknologi AI lainnya mulai diperkenalkan dalam berbagai kegiatan pelatihan. Teknologi tersebut dapat membantu guru dalam membuat bahan ajar, mencari referensi materi pembelajaran, hingga mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif.

Meski demikian, Astrid menegaskan pemanfaatan teknologi tersebut masih terus dalam tahap pengembangan. Karena itu, para guru tidak perlu mendalami aspek teknis secara mendalam, melainkan cukup memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk mendukung proses belajar siswa.

“Harapannya, guru dapat menggunakan teknologi ini sebagai pendukung pembelajaran. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan memiliki Learning Management System (LMS), peserta nantinya juga akan memperoleh sertifikat sebagai bagian dari pengembangan kompetensi guru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gugus II Kecamatan Tamalate, Nuraeni Amir, S.Pd, menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para guru untuk menambah wawasan terkait digitalisasi pendidikan.

Menurutnya, berbagai teknologi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran di kelas, namun bukan untuk menggantikan peran guru.

“Teknologi ini bukan untuk menggantikan peran guru ataupun nilai-nilai pendidikan yang kita tanamkan kepada siswa. Namun teknologi dapat membantu mempermudah pekerjaan guru, misalnya dalam mencari materi, membuat bahan ajar, hingga menyusun modul pembelajaran,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar para guru tetap melakukan penyaringan terhadap materi yang dihasilkan teknologi AI agar tetap sesuai dengan kebutuhan siswa dan kurikulum yang berlaku.

Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mengikuti dua metode pembelajaran, yakni sinkronus dan asinkronus. Pada sesi sinkronus, para guru mengikuti pembelajaran secara langsung selama sekitar tiga jam di lokasi kegiatan. Sementara sesi asinkronus memungkinkan peserta melanjutkan pembelajaran secara mandiri di rumah melalui platform yang telah disediakan.

Melalui kegiatan ini, Mafindo berharap para guru dapat meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat di dunia pendidikan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru