MAKASSAR,FILALIN.COM, — Suasana duka menyelimuti keluarga Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen (Purn) Salim S Mengga, yang mengembuskan napas terakhirnya di RS Siloam Makassar, Sabtu pagi (31/1/2026), sekitar pukul 06.00 WITA.
Kepergian almarhum bukanlah sesuatu yang tiba-tiba bagi keluarga, namun tetap meninggalkan duka mendalam. Salim S Mengga sebelumnya menjalani perawatan intensif setelah kondisi kesehatannya menurun pasca operasi lutut.
“Bapak meninggal jam 6 pagi tadi,” ujar Mila, putri almarhum, dengan suara lirih saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awalnya, keluarga mengira kondisi almarhum akan membaik. Setelah menjalani operasi lutut, Salim sempat dipulangkan ke rumah dan direncanakan menjalani fisioterapi. Namun, takdir berkata lain.
“Tadinya cuma mau berangkat fisioterapi, tapi bapak sesak dadanya. Lendir banyak, ternyata cairan di tubuhnya juga banyak dan kaki bapak bengkak,” tutur Mila.
Kondisi tersebut membuat keluarga segera membawa almarhum kembali ke rumah sakit. Serangkaian pemeriksaan lanjutan pun dilakukan, termasuk tindakan medis pada paru-paru untuk mengurangi cairan.
“Setelah difoto scan, dokter lakukan tindakan untuk menghilangkan cairan di paru-paru,” jelasnya.
Salim S Mengga kemudian dirawat di ruang High Care Unit (HCU). Meski cairan dalam tubuhnya sempat berkurang, kondisinya belum menunjukkan perkembangan yang berarti.
“Setelah satu hari di HCU, cairannya memang turun, tapi tidak banyak,” kata Mila.
Di tengah proses perawatan itu, cobaan kembali datang. Almarhum tiba-tiba mengalami serangan jantung.
“Kami juga tidak tahu persis bagaimana, mungkin karena otot jantungnya bekerja lebih keras,” ungkapnya dengan nada pasrah.
Kepergian Salim S Mengga meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Barat yang mengenal sosoknya sebagai pemimpin berlatar belakang militer, tegas namun dikenal sederhana dan dekat dengan rakyat.
Rencananya, jenazah almarhum akan diberangkatkan ke Jakarta pada Sabtu sore.
“Pesawat sekitar pukul 15.30,” ujar Mila.
Kepergian Salim S Mengga menjadi pengingat bahwa di balik jabatan dan pengabdian panjang kepada negara, ia tetaplah seorang ayah dan keluarga yang berpulang dengan tenang di tengah orang-orang tercinta.
Selamat jalan, Jenderal. Dedikasimu akan selalu dikenang. 🕊️. (*)





















