Hj Risma Jelaskan Kronologi Jamaah Umrah Dipulangkan Bertahap, Terkendala Biaya Membengkak Akibat Perang

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 22:58 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, FILALIN.COM – Hj Risma memberikan penjelasan terkait polemik jamaah umrah yang dipulangkan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa jamaah tidak ditelantarkan, melainkan proses pemulangan dilakukan bertahap karena biaya yang membengkak di luar perhitungan awal.
Hj Risma menjelaskan bahwa awalnya ia hanya membantu memberangkatkan jamaah milik Haji Najib Basira yang sebelumnya bekerja sama dengan travel lain. Namun, terjadi masalah antara Najib Basira dengan travel tersebut sehingga pemberangkatan jamaah dialihkan kepadanya.
“Saya sebenarnya hanya membantu. Sebelumnya saya sempat memberangkatkan jamaah di bulan Januari dan awal Ramadan, semuanya berjalan baik. Tapi jamaah full Ramadan ini sebelumnya kerja sama dengan travel lain, dan sebagian jamaah sudah bayar DP ke travel tersebut sekitar Rp480 juta,” jelas Hj Risma.
Menurutnya, dana yang diterima tidak penuh karena sebagian sudah masuk ke travel sebelumnya. Ia hanya menerima sisa pelunasan dari jamaah sebanyak 44 orang.
“Saya berani mengambil alih pemberangkatan karena dia teman dan mitra saya. Saya pikir dana yang ada cukup, kalaupun harus menombok masih bisa, apalagi ada dana yang dijanjikan dari travel sebelumnya,” ujarnya.
Namun setelah jamaah tiba di Arab Saudi, situasi berubah karena terjadi konflik atau perang yang menyebabkan seluruh biaya meningkat drastis.
“Pas kami sampai di Mekah, terjadi peperangan. Harga hotel, bus, dan lainnya naik sampai tiga kali lipat dari harga sebelumnya. Di luar kapasitas saya,” katanya.
Tidak hanya hotel dan transportasi, harga tiket pesawat untuk kepulangan jamaah juga melonjak tajam dan kursi penerbangan sulit didapat.
“Biasanya harga tiket pulang pergi itu sekitar Rp15 juta sampai Rp16 juta. Sekarang tiket sekali jalan bisa Rp16 juta sampai Rp21 juta, itu pun kalau dapat seat,” jelasnya.
Karena biaya yang membengkak, Hj Risma akhirnya memulangkan jamaah secara bertahap sesuai ketersediaan tiket dan kemampuan keuangan.
“Saya bukan menelantarkan jamaah. Sampai sekarang jamaah masih tinggal di hotel dan saya masih membayar hotelnya. Pemulangan memang saya lakukan bertahap,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sempat meminta bantuan tambahan biaya sekitar Rp5 juta per jamaah, namun permintaan tersebut disalahartikan oleh sebagian pihak sebagai penipuan.
“Saya minta bantuan itu sebenarnya ke Haji Basira, karena jamaah ini jamaah beliau. Kondisi biaya memang naik semua dan dana yang saya terima tidak cukup. Tapi malah dianggap menipu, padahal akomodasi, hotel, semua saya yang bayar,” jelasnya.
Dari total 44 jamaah, sebagian sudah dipulangkan dan sisanya dijadwalkan pulang dalam beberapa hari ke depan.
“Kemarin sudah pulang 9 orang, besok 20 orang lagi, lalu tanggal 8 ada 8 orang lagi. Insya Allah semuanya dipulangkan bertahap,” katanya.
Ia berharap masyarakat memahami kondisi yang terjadi karena kenaikan biaya terjadi akibat situasi di luar perencanaan.
“Saya sangat dirugikan sebenarnya, tapi saya tidak pikir itu. Yang penting jamaah bisa pulang semua dengan selamat,” tutupnya. (*)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru