PANGKEP,FILALIN.COM, – Dalam upaya penggalangan dukungan dan penguatan sinergi pengawasan Obat dan Makanan di daerah, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar, Yosef Dwi Irwan, melakukan audiensi dengan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., pada Senin (20/4/2026).
Pertemuan berlangsung dengan hangat di rumah jabatan Bupati Pangkep, turut hadir Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi BBPOM Makassar, Hamka Hasan, bersama Ahmad Lalo serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan H. Asykur Abubakar dan Sekretaris Dinas Kesehatan H. Mansyur
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kepala Daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program BPOM di daerah, terlebih aspek penting Obat dan Makanan yang berdampak pada kesehatan, ketahanan nasional dan daya saing bangsa” ujar Yosef
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati beserta jajaran dalam sinergi dan koordinasi yang telah terjalin dengan baik selama ini” lanjutnya
Komitmen Kabupaten Pangkep dalam dukungan pengawasan Obat dan Makanan ditunjukan dengan telah terbetuknya Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makananan serta realisasi DAK Non Fisik POM 2025 sebesar 96,2%
Dalam audiensi tersebut Yosef juga menyampaikan rencana pelaksanaan Program Prioritas Keamanan Pangan Nasional (Pro PN) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, yaitu: Desa Pangan Aman, Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas
“Program intervensi di desa, sekolah dan pasar ini merupakan kegiatan berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman dan bermutu sampai pada tingkat perseorangan serta penguatan ekonomi kerakyatan” ungkap Yosef
“Intevensi di sekolah nantinya juga akan mendukung program unggulan Bapak Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), memastikan komunitas sekolah memiliki pengetahuan dan kesadaran Keamanan Pangan yang baik” lanjutnya
Kepala BBPOM di Makassar juga menyampaikan komitmen dukungannya dalam mewujudkan UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing di Kabupaten Pangkep. “Pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha, khususnya UMKM merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam meningkatkan daya saing produk lokal. BPOM memberikan berbagai insentif, mulai dari pendampingan hingga terbit izin edar, diskon 50% tarif PNBP dan gratis biaya pengujian bagi UMKM yang telah memenuhi ketentuan” ujarnya
Salah satu agenda penting yang disampaikan Yosef terkait salah satu tantangan kesehatan global saat ini, yaitu masalah Anti Microbial Resistance (AMR) / Resitensi Anti Mikroba, yang disebabkan tidak bijaknya penggunaan antibiotik, seperti: penyerahan antibiotik tanpa resep dokter, konsumsi antibiotik tidak sampai habis, penggunaan secara berlebih pada hewan ternak dan ikan, dll
“WHO memperkirakan pada tahun 2050 angka kematian global akibat AMR menyentuh angka 10 juta jiwa, silent pandemic yang membunuh dalam keheningan” ungkap Yosef
“Mohon kiranya Bapak Bupati dapat menerbitkan Surat Edaran tentang Rasionalisasi Penggunaan Antibiotik, termasuk larangan penyerahan tanpa resep dokter, hal ini penting untuk mengeradikasi bahaya AMR” lanjut Yosef
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau merespon positif terhadap berbagai hal yang disampaikan Kepala BBPOM di Makassar dan menyampaikan apresiasi atas peran dan dukungan BBPOM di Makassar dalam mengawal kesehatan masayarakat di Kabupaten pangkep. “Saya beserta jajaran siap mendukung dan bersinergi dengan program kegiatan BPOM, akan terus kita perkuat karena tentunya akan memberikan dampak positit dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat” ungkap Muhammad Yusran Lalogau
Terkait pelaksanaan Program Nasional Keamanan Pangan, Bupati Pangkep berharap intervensi difokuskan pada desa, pasar dan sekolah yang memang masih membutuhkan perhatian terkait penerapan standar keamanan pangan sehingga akan membawa perubahan kesadaran budaya keamanan pangan.
Bapak Bupati juga menyampaikan kepeduliannnya terkait pentingnya pemahaman Kemanan Pangan di lingkungan sekolah, termasuk untuk memastikan fasilitas sanitasi tersedia dengan baik, seperti wastafel / kran untuk cuci tangan, sabun, termasuk sendok yang digunakan untuk memastikan meminimalkan terjadinya kasus keracunan pangan.
Bapak Muhammad Yusran Lalogau juga menginstruksikan kepada Kadis Koperasi, UMK, Perindustrian dan Perdagangan agar melakukan penguatan kolaborasi kegiatan, utamanya untuk meningkatan UMK yang memiliki izin edar BPOM sehingga akan meningkatkan daya saing dan kualitas produknya.
Bupati juga menyoroti pentingnya penegakan aturan, termasuk pemberian sanksi tegas kepada sarana pelayanan kefarmasian yang menyalurkan obat keras tanpa resep, khususnya antibiotik, guna menimbulkan efek jera. Secara khusus menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk segera menindaklanjuti penerbitan SE untuk pencegahan AMR. “Saya akan terbitkan Surat Edaran untuk mencegah resistensi mikroba, karena memang tinggi resikonya, bahkan yang melanggar harus diberikan sanksi, jika perlu dicabut izinnya agar menjadi contoh bagi lainnya” dukungnya
Pada akhir audiensi, Yosef menyatakan kesiapan BBPOM di Makassar untuk mendukung program-program unggulan Bupati Pangkep. “Kami ingin keberadaan BBPOM di Makassar benar-benar dirasakan oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya dalam mengawal mutu, keamanan obat dan makanan, mendukung pertumbuhan ekonomi serta daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM” pungkas Yosef. (*)





















