OJK PERKUAT BUDAYA INTEGRITAS DAN GOVERNANCE GENERASI MUDA MELALUI SPARK CAMP 2026

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:19 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan integritas di lingkungan pendidikan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertema “The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan” di tiga perguruan tinggi sebagai bagian dari rangkaian Road to Risk and Governance Summit Tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan secara maraton di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada 18 Mei 2026, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada 19 Mei 2026, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 22 Mei 2026.

Kuliah umum diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri sekitar 5.000 peserta baik secara luring maupun daring yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta, Karesidenan Surakarta, dan Karesidenan Banyumas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena menyampaikan bahwa penguatan governance menjadi fondasi penting dalam memastikan pembangunan berjalan secara berintegritas, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Governance ini memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan cepat, tapi juga tepat, adil, dan berkelanjutan. Jadi artinya pembangunan itu harus dijalankan melalui proses yang berintegritas, yang akuntabel, dan transparan,” kata Sophia Wattimena pada kuliah umum yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat.

Sophia juga menegaskan bahwa penguatan integritas perlu dimulai sejak dini agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi proses pengambilan keputusan di masa depan.

“Jadi bahasa gaulnya ini nggak cuma pintar aja, tapi karakternya kuat, integritasnya kuat. Jadi pada saat nanti dihadapkan pada proses pengambilan keputusan, integritas ini turut berperan,” ujar Sophia.

Dalam paparannya, Sophia menjelaskan bahwa penerapan tata kelola di sektor jasa keuangan menjadi semakin penting mengingat kompleksitas risiko global dan besarnya eksposur industri jasa keuangan yang diawasi OJK. Saat ini, total aset sektor jasa keuangan yang berada dalam pengawasan OJK mencapai sekitar Rp30 ribu triliun.

Selain itu, Sophia juga menyoroti berbagai tantangan global seperti risiko geopolitik, disinformasi, serangan siber, digital disruption, dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang memerlukan penguatan governance dan cyber resilience.

OJK terus mendorong penguatan tata kelola melalui berbagai kebijakan lintas sektor, antara lain strategi anti-fraud, penguatan pengendalian internal pelaporan keuangan, penguatan independensi profesi penunjang sektor jasa keuangan, pengelolaan konflik kepentingan, serta penguatan keamanan teknologi informasi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi Universitas Muhammadiyah Surakarta Em Sutrisna menyampaikan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan masa depan.

“Nilai IPK saja tidak cukup. Salah satunya apa? Integritas. Integritas, kejujuran. Kalau dalam bahasa agama itu tabligh, amanah, fathanah, sidik. Itulah sifat-sifat Rasul yang kalau dirangkum dalam satu kata, mungkin itulah integritas,” ujar Em Sutrisna.

Pada sesi diskusi, para peserta juga berdialog aktif bersama narasumber OJK mengenai penguatan budaya etika dan governance agar tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan administratif, tetapi juga menjadi budaya organisasi yang diterapkan secara nyata.

Selain itu, OJK turut menyosialisasikan pelaksanaan Risk and Governance Summit 2026, termasuk Innovation Paper Competition yang bertujuan mendorong mahasiswa menyampaikan gagasan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan dalam mendukung pengembangan sektor jasa keuangan yang berintegritas dan kredibel.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap generasi muda dapat menjadi calon pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika global dan transformasi digital. (*)

 

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERKUAT LITERASI KEUANGAN GENERASI MUDA, OJK EDUKASI PELUANG DAN RISIKO PEMBIAYAAN DIGITAL
Penjualan MG di Makassar Naik 40 Persen, Mobil Listrik dan Hybrid Makin Dilirik
Al-Markaz Gelar Ngobras, Bahas Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah Pesantren
Tekan Disparitas Harga Pangan di Wilayah Kepulauan, BI Dorong Sinergi Produksi hingga Distribusi Sulampua
Respons Cepat Laporan Warga, Polresta Gowa Amankan 750 Liter Ballo di Pattallassang
Aksi Nyata Bagi Masyarakat, Pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Kalebarembeng Kian Masif
Universitas Ciputra Makassar Luncurkan Dua Spesialisasi Magister Manajemen, Tawarkan Kuliah S2 Jalur RPL
VASAKA HOTEL MAKASSAR JALIN KERJA SAMA DENGAN KAMPUS NOBEL INDONESIA, PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN DAN INDUSTRI
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:06 WITA

PERKUAT LITERASI KEUANGAN GENERASI MUDA, OJK EDUKASI PELUANG DAN RISIKO PEMBIAYAAN DIGITAL

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WITA

Penjualan MG di Makassar Naik 40 Persen, Mobil Listrik dan Hybrid Makin Dilirik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Al-Markaz Gelar Ngobras, Bahas Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah Pesantren

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:49 WITA

Tekan Disparitas Harga Pangan di Wilayah Kepulauan, BI Dorong Sinergi Produksi hingga Distribusi Sulampua

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:57 WITA

Aksi Nyata Bagi Masyarakat, Pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Kalebarembeng Kian Masif

Berita Terbaru