Dari Lorong Pasar Menuju Loreng TNI, Kisah Akbar Dani Membalas Keringat Orang Tuanya dengan Pengabdian

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:26 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA,FILALIN.COM, –Di sudut Pasar Minasa Maupa, Kabupaten Gowa, aroma sampah bercampur debu sudah menjadi bagian dari keseharian Muh. Danial Dg Majja dan istrinya, Suriyani. Sejak pagi buta hingga matahari mulai tenggelam, pasangan suami istri itu setia menjalani pekerjaan sebagai petugas kebersihan pasar. Dengan sapu di tangan dan peluh yang tak pernah berhenti mengalir, mereka membersihkan sisa-sisa aktivitas pasar demi mencari nafkah untuk keluarga.

Di balik pekerjaan sederhana itu, tersimpan mimpi besar yang selalu mereka jaga: melihat anak mereka hidup lebih baik dari apa yang mereka jalani.

Mimpi itu kini menjadi nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putra mereka, Akbar Dani, resmi menjadi prajurit TNI dengan pangkat Prajurit Dua (Prada). Di hari penuh kebanggaan itu, senyum haru tak pernah lepas dari wajah kedua orang tuanya. Mata Danial tampak berkaca-kaca saat melihat anak yang dulu tumbuh di tengah kerasnya kehidupan pasar kini berdiri gagah mengenakan seragam loreng kebanggaan negara.

Bagi Akbar, perjalanan menuju TNI bukan sekadar tentang cita-cita pribadi. Itu adalah bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya yang telah mengorbankan tenaga, waktu, dan hidup mereka demi masa depan dirinya.

Sejak kecil, Akbar terbiasa melihat kedua orang tuanya pulang dalam kondisi lelah. Tangan mereka kasar karena bekerja, pakaian penuh debu dan aroma sampah pasar melekat di tubuh mereka. Namun di balik semua itu, Danial dan Suriyani tak pernah kehilangan semangat untuk mendukung pendidikan dan impian anaknya.

“Bapak dan Ibu selalu bilang, mereka mungkin tidak bisa memberikan kemewahan, tapi mereka akan memberikan doa dan kerja keras agar saya bisa sukses,” kenang Akbar dengan suara lirih.

Kalimat sederhana itu tertanam kuat dalam dirinya.

Saat mempersiapkan diri mengikuti seleksi TNI, Akbar menjalani latihan fisik dengan disiplin tinggi. Ia berlari, berlatih ketahanan tubuh, hingga mempersiapkan mental tanpa mengenal lelah. Namun di sela-sela itu, ia tetap membantu kedua orang tuanya di pasar. Baginya, setiap biaya yang digunakan untuk mengejar cita-cita berasal dari keringat ayah dan ibunya.

“Kalau lihat orang tua bekerja keras, rasanya malu kalau saya menyerah,” ujarnya.

Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis. Akbar dinyatakan lulus dan resmi menjadi bagian dari TNI. Kabar itu menjadi momen paling membahagiakan bagi keluarga kecil tersebut.

Danial mengaku tak mampu menggambarkan rasa bangganya melihat anaknya berhasil menjadi prajurit negara.

“Pekerjaan kami memang sederhana, tapi kami selalu percaya anak kami bisa berhasil. Melihat dia memakai seragam TNI, itu seperti semua lelah kami terbayar,” ucap Danial penuh haru.

Di tengah rasa syukur itu, keluarga mereka juga menyampaikan terima kasih kepada H. Zainuddin Langke Dg Tompo yang selama ini banyak membantu dan membina keluarga mereka dalam berbagai hal.

Kisah Akbar Dani menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi. Dari lorong-lorong pasar yang penuh debu, lahir seorang anak yang tumbuh dengan keteguhan hati dan semangat pengabdian.

Seragam loreng yang kini dikenakannya bukan hanya simbol tugas menjaga negara, tetapi juga lambang cinta dan perjuangan seorang anak kepada kedua orang tuanya.

Dari sapu dan tumpukan sampah di Pasar Minasa Maupa, lahir langkah menuju pengabdian bagi bangsa dan negara. (*/LUTFI)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perang Kelompok Marak, Wali Kota Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam Bersama TNI-Polri
OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Pengawas Syariah, Industri Dituntut Jaga Kepercayaan Publik
Pasokan BBM Bertambah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Penyaluran di Manado, Sangihe, dan sekitarnya Semakin Kondusif
Solusi Ketersediaan Air Bersih, Pabrikasi Tower Sumur TMMD ke-130 Terus Dipercepat
Kebut Akses Ekonomi Desa, Satgas TMMD Kodim 1409/Gowa Terus Meratakan Jalan Tani
Land Cruiser FJ Curi Perhatian di Auto Show Kalla Toyota 2026 Makassar, Keluarga Muda Ikut Kepincut
LOKA POM DI KAB. BONE BERIKAN EDUKASI REGULASI HINGGA TEKNOLOGI PENGOLAHAN ANGAN KEPADA PELAKU USAHA IRTP
Dalam Dua Bulan, SMP Islam Athirah Bone Torehkan 39 Prestasi di Berbagai Bidang
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:22 WITA

Perang Kelompok Marak, Wali Kota Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam Bersama TNI-Polri

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:13 WITA

OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Pengawas Syariah, Industri Dituntut Jaga Kepercayaan Publik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:29 WITA

Pasokan BBM Bertambah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Penyaluran di Manado, Sangihe, dan sekitarnya Semakin Kondusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Solusi Ketersediaan Air Bersih, Pabrikasi Tower Sumur TMMD ke-130 Terus Dipercepat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:19 WITA

Kebut Akses Ekonomi Desa, Satgas TMMD Kodim 1409/Gowa Terus Meratakan Jalan Tani

Berita Terbaru