Pelampung Terakhir untuk Naura: Cinta Seorang Kakek yang Menantang Ombak di Laut Selayar

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:47 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMPEA,FILALIN.COM – Di tengah amukan ombak dan angin kencang yang menelan KLM Nurul Salsa di perairan barat Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terselip sebuah kisah yang menggetarkan hati. Bukan tentang bagaimana kapal itu tenggelam, melainkan tentang kasih sayang seorang kakek kepada cucunya yang begitu besar hingga rela memberikan kesempatan terakhir untuk hidup.

 

Namanya Umar, 80 tahun. Di sisinya ada Naura, cucu perempuan berusia 13 tahun yang menjadi teman perjalanan sekaligus harapan keluarganya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sebelum kapal benar-benar karam, seorang penumpang sempat mengabadikan momen keduanya duduk berdampingan. Tak ada yang menyangka, foto sederhana itu kini menjadi potret terakhir kebersamaan mereka.

 

Saat kepanikan melanda dan penumpang berebut menyelamatkan diri, Umar disebut memilih memberikan pelampung terakhir yang dimilikinya kepada Naura. Sebuah keputusan yang mungkin lahir tanpa banyak berpikir. Naluri seorang kakek yang hanya ingin cucunya selamat.

 

Namun takdir berkata lain.

 

Kesaksian terakhir tentang Naura datang dari seorang penyintas, Munawir (51). Di tengah laut yang bergelora, ia melihat Naura terjatuh ke air lalu berusaha merangkulnya agar bisa naik ke atas sepotong gabus yang menjadi harapan terakhir mereka.

 

«”Janganmi kasi naikka Om, takutka,” ucap Naura lirih.»

 

Munawir berusaha menenangkan gadis itu.

 

«”Tidak apa-apaji nak, saya pegangki.”»

 

Naura akhirnya berada di atas gabus bersama beberapa penumpang lainnya. Sementara Munawir bertahan di bawah, memegang gabus agar tidak terbalik diterjang ombak.

 

Beberapa saat kemudian, suara Naura kembali terdengar.

 

«”Di manai kakekku?”»

 

Kalimat sederhana itu kini menjadi luka yang membekas di hati banyak orang.

 

Munawir mencoba mencari Umar di antara gelapnya lautan. Ia terus memanggil dan mengamati setiap bayangan yang muncul di antara ombak. Namun sosok lelaki tua itu tak pernah terlihat lagi.

 

“Tenang maki nak, saya carikan ki,” jawab Munawir saat itu.

 

Sayangnya, malam datang lebih cepat daripada pertolongan.

 

Gelombang semakin tinggi. Angin semakin kencang. Satu per satu penumpang yang berada di atas gabus mulai terpisah diterjang arus.

 

Dalam gelap yang hanya ditemani suara ombak, Naura pun perlahan menghilang dari pandangan.

 

“Saya tidak tahu lagi ke mana Naura dan penumpang lainnya karena sudah tidak kelihatan. Semua gelap,” kenang Munawir dengan suara bergetar.

 

Hingga kini, Umar dan Naura masih dalam pencarian tim SAR bersama korban lainnya. Bagi keluarga, harapan belum padam. Mereka masih menunggu kabar, apa pun hasilnya.

 

Di media sosial, kisah Umar dan Naura menyentuh ribuan hati. Banyak yang mengaku menangis saat mengetahui seorang kakek memilih mengutamakan keselamatan cucunya di detik-detik terakhir.

 

Mungkin, di tengah luasnya laut Selayar, ombak telah memisahkan mereka. Namun kasih sayang seorang kakek kepada cucunya tidak akan pernah tenggelam.

 

Karena cinta sejati sering kali tidak diucapkan dengan kata-kata. Ia hadir lewat pengorbanan. Seperti pelampung terakhir yang diberikan Umar kepada Naura—sebuah tanda kasih yang akan selalu dikenang, apa pun akhir dari pencarian ini.

 

Catatan Redaksi: Hingga berita ini ditulis, proses pencarian terhadap Umar dan Naura masih terus dilakukan oleh tim SAR. Semoga seluruh korban yang masih hilang segera ditemukan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat
Demi Setetes Air Bersih, Menara Tandon Air di Kalebarembeng Capai Progres 19%
KALLA Tegaskan Komitmen Kepatuhan Pajak, Sambut Baik PMK Nomor 71 Tahun 2026
GenBI Goes To School: Membangun Generasi Muda Cerdas Finansial, Bijak Digital, dan Peduli Sesama
Gandeng Rappo Indonesia, Mal Ratu Indah Ubah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna
Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Bulukumba Ikuti Jambore di Bonto Macinna
Renovasi RTLH Ismail di Bontonompo Gowa Berjalan, Progres Pembangunan Capai 20 Persen
Pelindo Jasa Maritim Perkuat Sinergi dengan Pelanggan Prioritas melalui Customer Engagement Wilayah 3
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WITA

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Demi Setetes Air Bersih, Menara Tandon Air di Kalebarembeng Capai Progres 19%

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:56 WITA

KALLA Tegaskan Komitmen Kepatuhan Pajak, Sambut Baik PMK Nomor 71 Tahun 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:57 WITA

GenBI Goes To School: Membangun Generasi Muda Cerdas Finansial, Bijak Digital, dan Peduli Sesama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:53 WITA

Gandeng Rappo Indonesia, Mal Ratu Indah Ubah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

Berita Terbaru