OSP Farm Ekspor 10,2 Ton Kemiri ke Arab Saudi, BI Sulsel Perkuat Pendampingan UMKM Tembus Pasar Global

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  PT Onstar Pop Farm (OSP Farm), UMKM asal Kabupaten Luwu, kembali mengekspor 10,2 ton kemiri ke Jeddah, Arab Saudi, Kamis (23/7/2026). Ekspor tersebut merupakan pengiriman kedua setelah sebelumnya mengekspor 10 ton pada awal 2026.

Pelepasan ekspor dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Dengan pengiriman terbaru ini, total ekspor OSP Farm mencapai sekitar 20 ton atau seperempat dari komitmen ekspor sebanyak 80 ton dalam dua tahun. Peningkatan ekspor tersebut juga berdampak pada meningkatnya permintaan kemiri dari petani lokal di Kabupaten Luwu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan keberhasilan OSP Farm merupakan hasil pendampingan melalui program UMKM REWAKO Ekspor yang dijalankan Bank Indonesia.

“Keberhasilan OSP Farm menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan mampu menghubungkan UMKM dengan pasar global. Ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Menurut dia, melalui program REWAKO Ekspor, OSP Farm memperoleh penguatan kapasitas usaha, pendampingan business matching, serta fasilitasi mengikuti berbagai pameran internasional, seperti Trade Expo Indonesia (TEI) dan Anging Mamiri Business Fair (AMBF).

Dari rangkaian pembinaan tersebut, OSP Farm berhasil bertemu dengan pembeli dari luar negeri hingga memperoleh kontrak ekspor yang kini mulai direalisasikan secara bertahap.

Rizki menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan para pemangku kepentingan untuk memperluas akses pasar bagi UMKM.

“Bank Indonesia akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui program REWAKO maupun program lainnya yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar. Harapannya, semakin banyak UMKM Sulawesi Selatan yang mampu bersaing di pasar internasional dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Rizki. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Tani Bontonompo Terus Digarap, Harapan Baru Bagi Petani Desa Kalebarembeng
OJK Catat 59,36 Juta Rekening Pelajar, Program Kejar Jangkau 88,83 Persen Siswa
Antisipasi Tanah Longsor, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Fokus Rampungkan Bangunan Talud
BERPRESTASI DI TINGKAT NASIONAL,  SULSEL DAN SELAYAR RAIH TPAKD AWARD 2026
Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus pada Ketahanan Ekonomi Keluarga
Tak Pernah Bermimpi Punya Rumah Sendiri, Pak Ismail Terharu Dibantu TNI Kodim 1409/Gowa
Kredit Melawan Rentenir Tembus Rp64,85 Triliun, Jangkau 2,28 Juta Debitur
Dari Limbah Makanan Menjadi Peluang Usaha, Peternak Maros Kembangkan Telur Asin Bernilai Jual
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Jalan Tani Bontonompo Terus Digarap, Harapan Baru Bagi Petani Desa Kalebarembeng

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:03 WITA

OJK Catat 59,36 Juta Rekening Pelajar, Program Kejar Jangkau 88,83 Persen Siswa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WITA

Antisipasi Tanah Longsor, Satgas TMMD Ke-130 Gowa Fokus Rampungkan Bangunan Talud

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WITA

BERPRESTASI DI TINGKAT NASIONAL,  SULSEL DAN SELAYAR RAIH TPAKD AWARD 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WITA

Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus pada Ketahanan Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru