IJTI TANGGAPI PERNYATAAN PRESIDEN PRABOWO: PERS ADALAH PILAR DEMOKRASI, BUKAN “LONDO IRENG”

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:41 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyebut adanya pihak-pihak yang berperilaku seperti “Londo Ireng” atau komprador adu domba dengan bersembunyi di balik profesi wartawan.

 

IJTI menegaskan jurnalis independen yang bekerja sesuai kaidah profesi bukanlah kaki tangan asing maupun pihak yang ingin merusak bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tugas kami adalah menghadirkan informasi yang jujur, faktual, dan berimbang demi kepentingan publik, bukan untuk memecah belah,” demikian disampaikan IJTI dalam siaran persnya.

 

IJTI juga menegaskan seluruh jurnalis yang bekerja di bawah naungan kemerdekaan pers adalah Warga Negara Indonesia yang mencintai Republik Indonesia.

“Kami bekerja di lapangan—bahkan sering kali bertaruh nyawa—semata-mata untuk menjaga transparansi, menyuarakan kebenaran, dan mengawal perjalanan demokrasi agar tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya.

 

Terkait pemberitaan yang dianggap bermasalah, IJTI meminta semua pihak menempuh jalur hukum yang sudah disediakan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, seperti Hak Jawab, Hak Koreksi, dan pengaduan ke Dewan Pers.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menggunakan mekanisme resmi sesuai amanat UU Pers, bukan dengan memberikan label generalisasi kepada seluruh profesi Jurnalis,” kata IJTI.

 

IJTI meyakini Presiden Prabowo adalah pemimpin yang baik dan mencintai jurnalis. Pernyataan presiden disebut lahir dari ikhtiar menjaga kedaulatan bangsa. Pers, kata IJTI, siap menjadi mitra kritis dan strategis dalam menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah.

 

Namun IJTI juga mengingatkan, jika pernyataan Presiden ditujukan untuk tindakan “premanisme” yang menyalahgunakan profesi jurnalis untuk keuntungan ekonomi, sebaiknya dihindari diksi yang memberi label negatif bagi profesi jurnalis.

“Pernyataan seorang Presiden bukan sekadar opini personal, melainkan pernyataan kenegaraan yang memiliki dampak sosial-politik yang luas. Pelabelan ‘Londho Ireng’ terhadap profesi jurnalis berisiko menjadi justifikasi pihak lain melakukan intimidasi, pengawasan berlebihan, atau pembatasan terhadap kerja jurnalistik,” tegas IJTI.

 

IJTI meminta Presiden dan pejabat publik memilih diksi yang tepat dan positif.

 

Di akhir pernyataan, IJTI menyoroti krisis yang dihadapi industri pers nasional saat ini akibat disrupsi digital, ancaman keberlanjutan ekonomi media, hingga masalah kesejahteraan jurnalis.

“Negara harus hadir memberikan bantuan dan perlindungan ekosistem, bukan dalam bentuk intervensi redaksional, melainkan regulasi yang adil dan mendukung keberlanjutan media nasional,” tutupnya.(*/lutfi)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DORONG PENGUATAN EKONOMI NASIONAL, OJK FOKUS PENGEMBANGAN KEUANGAN DIGITAL Gelar FEKDI DAN IFSE 2026 BERSAMA BI
Dialog Kebangsaan LMPI Sulsel Dorong Kolaborasi Masyarakat Perkuat Pencegahan Korupsi
Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Hoaks Kenaikan Harga Pertalite
Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan
Siap Gelar Kembara 2026, PKS Sulawesi Selatan Perkuat Ketahanan Kader dan Semangat Bela Negara
Pecah Kebuntuan Konflik Menahun, DPR Sahkan RUU Reforma Agraria Demi Keadilan Rakyat
Langkah Warga Pegunungan Kini Semakin Aman, Pertamina Resmikan Rehabilitasi Jembatan Gantung Kaluppini di Enrekang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:31 WITA

DORONG PENGUATAN EKONOMI NASIONAL, OJK FOKUS PENGEMBANGAN KEUANGAN DIGITAL Gelar FEKDI DAN IFSE 2026 BERSAMA BI

Kamis, 24 September 2026 - 20:59 WITA

Dialog Kebangsaan LMPI Sulsel Dorong Kolaborasi Masyarakat Perkuat Pencegahan Korupsi

Kamis, 24 September 2026 - 17:27 WITA

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Kamis, 24 September 2026 - 16:49 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Hoaks Kenaikan Harga Pertalite

Kamis, 24 September 2026 - 14:44 WITA

Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan

Berita Terbaru

Berita

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:27 WITA