MAKASSAR,FILALIN.COM, — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan mahasiswa tidak lagi sebatas untuk membantu mengerjakan tugas atau mencari ide.
Melalui AI Co-Creation Lab Makassar 2026, mahasiswa diajak menggunakan AI untuk menciptakan solusi digital atas persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang digelar DekatLokal di Balai Besar Pelatihan Komdigi Makassar, Senin (10/8/2026), mempertemukan 20 mahasiswa dengan lima UMKM yang tergabung dalam lima tim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program yang mengusung tema “From AI Users to Local Problem Solvers” tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Rumah BUMN BRI Makassar.
Setiap tim terdiri dari empat mahasiswa dan satu UMKM yang berperan sebagai co-creator. Peserta terlebih dahulu menggali persoalan yang dihadapi UMKM sebelum menentukan solusi teknologi yang akan dikembangkan.
Founder DekatLokal sekaligus Project Lead AI Co-Creation Lab Makassar, Riswan Ramadhan, mengatakan program tersebut dibuat untuk mempertemukan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan AI dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM. “Hari ini mahasiswa sudah sangat dekat dengan AI. Tapi pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah kita bisa menggunakan AI, melainkan kemampuan itu mau kita gunakan untuk menyelesaikan masalah siapa,” ujar Riswan.
Menurut dia, UMKM memiliki berbagai persoalan dalam operasional bisnis, sementara mahasiswa memiliki kemampuan dan perangkat teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Mulai dari Identifikasi Masalah hingga Prototype
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak langsung diberikan daftar fitur atau sistem yang harus dibuat.
Mereka terlebih dahulu membaca studi kasus, berdiskusi dengan pemilik UMKM, memahami alur kerja bisnis, kemudian menentukan persoalan utama yang perlu diselesaikan.
Setelah itu, peserta menyusun Minimum Viable Product (MVP) dan membangun prototype dengan memanfaatkan AI.
Proses pengembangan dilakukan melalui tahapan Listen, Define, Build, Test, dan Improve.
Materi pembekalan peserta disampaikan oleh Nurfikri, mulai dari identifikasi masalah nyata, penentuan MVP dan user flow hingga pemanfaatan AI dalam proses pengembangan.
Lima UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Eyfa Natural Oil, Sukmajahe Sarabba Makassar, Markisa Bintang Jaya, Kira Kira Michi, dan Dapur Andist.
Persoalan yang mereka bawa cukup beragam, mulai dari pencatatan transaksi dan stok, pengelolaan produk konsinyasi di sejumlah outlet, laporan keuangan, digital loyalty card, hingga pengelolaan data usaha menggunakan AI.
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Fathur Rizqi, mengatakan pengalaman berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM menjadi salah satu bagian menarik dari kegiatan tersebut. “Kami tidak hanya mendapat materi, tapi langsung diberikan studi kasus dan kesempatan berdiskusi dengan UMKM. Setelah memahami masalahnya, kami bisa langsung mencoba membangun sistem di depan UMKM dengan bantuan AI,” kata Fathur.
UMKM Ikut Mendapat Manfaat
Tidak hanya mahasiswa, pelaku UMKM yang terlibat juga mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung solusi digital yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan usaha mereka.
Owner Dapur Andist, Anjar, mengatakan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi mulai mendapatkan gambaran solusi melalui sistem yang dibuat mahasiswa.
Persoalan tersebut antara lain laporan keuangan, kebutuhan restock, perhitungan harga pokok produksi (HPP), hingga pengelolaan usaha. “Kami sangat senang karena tantangan yang selama ini kami hadapi mulai mendapatkan solusi berbasis teknologi dan AI yang juga mudah diakses melalui HP,” ujar Anjar.
Menurut dia, sistem yang sederhana dan mudah digunakan menjadi faktor penting agar proses digitalisasi benar-benar dapat diterapkan oleh UMKM dalam kegiatan sehari-hari.
Didukung Lintas Ekosistem
Kegiatan AI Co-Creation Lab Makassar 2026 juga melibatkan berbagai pihak dari ekosistem teknologi, pendidikan, pemberdayaan UMKM, dan sosial.
Program tersebut mendapat dukungan BAKTI NUSA, GreatEdunesia, Dompet Dhuafa, Rumah BUMN BRI Makassar, BBLSDM Komdigi Makassar, Makassar Creative Hub, Cleo Indonesia, Departemen Teknik Informatika Universitas Hasanuddin, serta I-Team Professional MC Management.
PT Konsultan Inovasi Digital turut hadir sebagai Official Digital Infrastructure Partner dengan menyediakan lima domain dan lima layanan hosting selama satu tahun.
Dukungan tersebut diharapkan membuat hasil kegiatan tidak berhenti pada prototype yang dibuat selama workshop.
Prototype Akan Dilanjutkan
Setelah workshop selesai, lima prototype yang dihasilkan akan memasuki tahap pengembangan lanjutan.
Proses tersebut meliputi improvement, user acceptance testing, deployment, handover, hingga monitoring awal bersama masing-masing UMKM.
Dengan dukungan infrastruktur digital selama satu tahun, DekatLokal menargetkan solusi yang telah dibuat dapat diuji dan disempurnakan hingga benar-benar dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing usaha.
Riswan mengatakan hasil workshop tidak harus langsung sempurna. Menurut dia, pengalaman mahasiswa berhadapan dengan pengguna nyata menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. “Prototype hari ini mungkin belum sempurna. Tetapi mahasiswa sudah belajar menghadapi real users, real problems, dan real feedback. Bagi kami, teknologi menjadi berarti ketika benar-benar membantu seseorang,” katanya.
Melalui program tersebut, DekatLokal berharap model kolaborasi antara mahasiswa, UMKM, pemerintah, industri, kampus, dan komunitas dapat terus dikembangkan dan diterapkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan lokal melalui teknologi. (*)




















