MAKASSAR,FILALIN.COM,. — Nuansa budaya Bugis-Makassar terasa begitu hangat dan meriah di TK Islam Athirah Makassar.
Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Makassar ke-419, sekolah ini
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
menggelar kegiatan Culture Day bertema “Cerita Budayaku” yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 5–6 November 2026. Rangkaian acara dimulai pada Kamis dengan aktivitas penuh kreativitas.
Para murid diajak merancang dan membuat miniatur baju adat Bugis-Makassar. Karya-karya cilik nan
indah tersebut kemudian dipajang anggun di area panggung sebagai bagian utama dekorasi acara, menghadirkan nuansa lokal yang estetik dan penuh kebanggaan.
Kemeriahan berlanjut pada puncak acara, Jumat (6/11). Anak-anak tampil penuh percaya diri mengikuti parade budaya, berpacu menjalankan miniatur kapal Phinisi, hingga mengolah
kuliner khas daerah—membuat pisang epe. Gelak tawa dan semangat dari kepedulian tampak jelas di setiap sudut kegiatan.
Rosmawati B.,S.Psi Selaku Kepala TK Islam Athirah, tak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan harunya melihat antusiasme para peserta didik. Menurutnya, perayaan tahun ini memberikan makna
yang mendalam bagi tumbuh kembang anak.
“Pada tahun ini kegiatan Culture Day auranya terasa beda dan terasa maknanya. Anak-anak terlihat betul-betul menikmati dan mendapatkan pengalaman yang berbeda,” ungkap
Rosmawati dengan penuh sukacita.
Momen unik dan inspiratif juga terpancar saat MC menguji pemahaman murid-murid secara interaktif. Ketika ditanya bagaimana miniatur kapal Phinisi bisa berlayar hingga mencapai
garis finish, salah satu murid, Arya Dhipa Nawadiputra, memberikan jawaban polos namun sarat makna.
“Harus kerja sama!” seru Dhipa mantap saat berbagi keseruan pengalamannya di atas panggung.
Jawaban tersebut menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan identitas daerah, tetapi juga menanamkan karakter positif seperti gotong royong dan kolaborasi sejak dini. Melalui Culture Day, anak-anak tidak sekadar belajar tentang sejarah, melainkan merasakan langsung kekayaan tradisi melalui pengalaman yang menyenangkan.
Semoga semarak perayaan Culture Day ini dapat terus memupuk rasa cinta, rasa bangga, dan kepedulian anak-anak terhadap warisan budaya lokal sejak usia muda. (*)






















