BPN Wajo Tidak Menyelesaikan Ganti Rugi Bendungan Paselloreng, Pengacara Masyarakat 3 Desa Adukan ke Dirjen SDA Kementerian PUPR

- Penulis

Rabu, 21 Desember 2022 - 15:13 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bendungan Paselloreng yang terletak di Kecamatan Gilireng kini telah beroperasi pasca diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 9 September 2021 lalu. Akan tetapi penyelesaian ganti rugi lahan masyarakat yang masuk areal dampak Bendungan Peselloreng belum selesai juga hingga Desember 2022, Senin (19/12/2022).

Ironisnya, seluruh tahapan pengadaan tanah untuk Bendungan Paselloreng telah selesai, yakni dari tahap pengukuran tanah, tahap penilaian, tahap persetujuan, hingga terbitnya undangan musyarawarah pembayaran beserta lampiran nominalnya yang telah diterima masyarakat dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wajo tidak menuai titik terang pembayaran kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa masih terdapat 42, 97 hektar ganti rugi lahan masyarakat yang belum dibayarkan untuk ke tiga desa yang ada di Kec.Gilireng dan Maniangpajo, yakni Desa Paselloreng, Desa Arajang, Desa Minangatellue.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengacara masyarakat Desa Paselloreng, Desa Arajang, dan Desa Minangatellue yang terdampak Bendungan Paselloreng, Natsir Haris, SH.,MH mengatakan bahwa kami telah melayangkan surat Pengaduan kepada Dirjen Sumber Daya Air (SDA), Kementerian PUPR.

“Kita telah layangkan Pengaduan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR, karna seluruh tahapan proses pengadaan lahan bendungan Paselloreng telah selesai, namun Kepala BPN Wajo belum memproses pembayaran ganti rugi lahan klien kami (masyarakat). Padahal sejak 20 Mei 2022 klien kami sudah menerima undangan musyawarah ganti rugi lahannya beserta lampiran nominal yang akan di bayarkan kepada klien kami” ujar Natsir Haris.

Lanjut Natsir mengatakan bahwa kita akan melakukan upaya-upaya hukum, jika pembayaran ganti rugi lahan klien kami tidak dibayarkan.

“Kita sudah persiapan seluruh upaya hukum yang akan kita lakukan, jika pembayaran klien kami tidak ditindaklanjuti secepatnya” tambahnya.

Abdul Kadir Radjab, SH.,MH yang juga merupakan pengacara masyarakat dari tiga desa tersebut mengatakan bahwa kami telah melayangkan surat Pengaduan dan atau Somasi kepada seluruh instansi yang terkait dengan pengadaan tanah bendungan Paselloreng.

“Sejak dua minggu yang lalu, kami telah melayangkan surat Pengaduan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR dan Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat Deputi Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara terkait belum terbayarkannya ganti rugi lahan klien kami yang terdampak bendungan Paselloreng” ujarnya.

“Selain itu, kami telah layankan Surat Somasi
Kepada Kepala BPN Wajo, BBWS Pompengan Jeneberang, Panitia Pengadaan Tanah Bendungan Paselloreng, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Dan tembusan surat ke Bupati Wajo, Pengadilan Negeri Kelas 1 Wajo, Kejati Sulsel, Kanwil BPN Sulsel” tambah Abdul Kadir.

Lanjut, Abdul Kadir mengatakan bahwa kami tidak akan berhenti memperjuangkan hak-hak klien kami hingga mereka menerima hak ganti rugi lahannya yang terkena dampak bendungan Paselloreng.

“Pemerintah seharusnya bertanggungjawab penuh penyelesaian ganti rugi lahan masyarakat yang terkena dampak bendungan Paselloreng. Kasian masyarakat haknya dikebiri oleh pihak yang berwenang dan berlarut-larut hingga kurang lebih 7 bulan lamanya, sejak masyarakat menerima undangan musyawarah pembayaran ganti lahannya disertai nominal pada tanggal 20 Mei 2022 yang akan dibayarkan, namun hingga penghujung akhir tahun 2022, Kepala BPN Wajo belum juga memproses berkas pembayaran ganti rugi lahan masyarakat” tutupnya. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Informasi Pembatasan Pertalite Ganjil-Genap di Makassar Tidak Benar
Sabet Juara Umum, SMP Islam Athirah Bone Boyong Piala Bergilir Biology Open Day 2026
PT Pelindo Jasa Maritim dan PT Asian Bulk Logistics Jajaki Pengembangan Kapal Tunda Listrik, Dorong Efisiensi dan Operasional Pelabuhan Ramah Lingkungan
SILOAM HOSPITALS DAN GMTD FASILITASI PARA PEREMPUAN MAKASSAR AKSES SKRINING AWAL KANKER PAYUDARA GRATIS
TERBITKAN POJK RENCANA BISNIS BANK UMUM, OJK PERKUAT KONTRIBUSI PERBANKAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL 
INDONESIA SHARIA ECONOMIC FESTIVAL (ISEF) 2026: Produk Halal dan Modest Fashion Sulsel Perluas Akses Pasar di ISEF 2026
OJK PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN NELAYAN MELALUI SINERGI PROGRAM EKI DAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI UNTIA
Pelabuhan Parepare Catat Pertumbuhan Kinerja Positif
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Informasi Pembatasan Pertalite Ganjil-Genap di Makassar Tidak Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:04 WITA

Sabet Juara Umum, SMP Islam Athirah Bone Boyong Piala Bergilir Biology Open Day 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WITA

PT Pelindo Jasa Maritim dan PT Asian Bulk Logistics Jajaki Pengembangan Kapal Tunda Listrik, Dorong Efisiensi dan Operasional Pelabuhan Ramah Lingkungan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:40 WITA

SILOAM HOSPITALS DAN GMTD FASILITASI PARA PEREMPUAN MAKASSAR AKSES SKRINING AWAL KANKER PAYUDARA GRATIS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:52 WITA

TERBITKAN POJK RENCANA BISNIS BANK UMUM, OJK PERKUAT KONTRIBUSI PERBANKAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL 

Berita Terbaru