Pesawat Tempur AS Tembak Jatuh Balon Mata-mata China

- Penulis

Minggu, 5 Februari 2023 - 14:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan balon mata-mata China di wilayah Billings, Montana, Amerika Serikat. (Foto: Larry Mayer/The Billings Gazette via AP)

i

Penampakan balon mata-mata China di wilayah Billings, Montana, Amerika Serikat. (Foto: Larry Mayer/The Billings Gazette via AP)

Filalin, Amerika Serikat – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur mereka telah menembak jatuh balon mata-mata China.

Operasi penembakan jatuh balon itu dilakukan di atas wilayah laut AS pada Sabtu (4/2/2023). Tiga bandara di sekitar lepas pantai North Carolina dan South Carolina ditutup demi “keamanan nasional”. Rekaman dari televisi Amerika Serikat menunjukkan bahwa balon tersebut jatuh ke laut setelah terjadi ledakan kecil.

Penjaga pantai juga menyarankan para pelaut untuk menjauhi daerah tersebut. Hal itu disebabkan karena adanya operasi militer yang berpotensi menimbulkan bahaya yang signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Tolak Pembangunan Masjid, Sejumlah Warga di Korsel Gelar Pesta Makan Babi

“Jet tempur F-22 menyerang balon dengan satu rudal AIM-9X Sidewinder dan balon itu jatuh sekitar enam mil di lepas pantai AS pada pukul 14.39,” ungkap seorang pejabat pertahanan dikutip dari BBC, Minggu (5/2/2023).

Puing-puing dari balon pengintaian itu mendarat di kedalaman 14 meter di perairan di sekitar Pantai Myrtle, South Carolina.

Saat ini, militer sedang berupaya mengumpulkan puing-puing balon tersebut. Dilaporkan bahwa ada dua kapal angkatan laut, termasuk salah satunya membawa alat berat, berada di area tersebut.

Presiden AS, Joe Biden pertama kali memberikan persetujuan untuk melakukan penembakan pada hari Rabu (1/2/2023). Namun, Pentagon menyarankan untuk menunggu sampai objek tersebut berada di atas air agar tidak membahayakan masyarakat di darat.

Pejabat pertahanan AS mengungkapkan bahwa balon mata-mata China pertama kali memasuki wilayah udara AS pada 28 Januari.

Balon itu pindah ke wilayah udara Kanada tiga hari kemudian, dan masuk kembali ke AS pada 31 Januari. Balon tersebut terlihat di negara bagian Montana, AS, yang menjadi rumah beberapa situs rudal nuklir.

Insiden penembakan jatuh balon mata-mata tersebut memperburuk hubungan China-AS. Pentagon menyebut tindakan tersebut sebagai “pelanggaran yang tidak dapat diterima” terhadap kedaulatan negara AS.

Baca Juga: Terjadi Lagi, Alquran Dibakar di Depan Masjid Kopenhagen Denmark

China membantah tuduhan bahwa objek itu adalah balon mata-mata. Pihak berwenang China mengatakan bahwa itu adalah kapal udara sipil yang digunakan untuk penelitian meteorologi.

Mereka mengklaim bahwa kapal udara itu memiliki kemampuan operasi yang terbatas dan telah menyimpang dari jalurnya karena angin.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing tidak akan menerima dugaan yang tidak berdasar. Mereka menuduh politikus dan media di AS menggunakan insiden tersebut sebagai dalih untuk menyerang dan mencoreng China.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengguna Tri Nikmati Layanan Roaming Stabil dan Terjangkau di Singapura
Karantina Tahfizh Internasional Haramain Resmi Dibuka di Makkah Al-Mukarramah: Siap Wujudkan Generasi Qur’ani dari Penjuru Dunia
Tim INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar
Strategi Penguatan Ekspor Produk Sulsel Di Tengah Gejolak Ekonomi Global
BNN -Bea Cukai Berhasil Ungkap Kasus Penyelundupan Ganja Thailand
Pemuda Amerika Mengikuti Program Hafal Qur’an Karantina Tahfizh Nasional DI di Taeng, Kab. Gowa
OJK Sampaikan Upaya Peningkatan Tata Kelola Industri Jasa Keuangan Di Forum Internasional
Ketahahan Perbankan Tetap Terjaga Saat Penguatan Dolar AS Dan Tekanan Geopolitik Global
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 April 2025 - 15:14 WITA

Pengguna Tri Nikmati Layanan Roaming Stabil dan Terjangkau di Singapura

Selasa, 8 April 2025 - 16:22 WITA

Karantina Tahfizh Internasional Haramain Resmi Dibuka di Makkah Al-Mukarramah: Siap Wujudkan Generasi Qur’ani dari Penjuru Dunia

Selasa, 1 April 2025 - 19:01 WITA

Tim INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar

Jumat, 16 Agustus 2024 - 15:10 WITA

Strategi Penguatan Ekspor Produk Sulsel Di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Senin, 5 Agustus 2024 - 17:38 WITA

BNN -Bea Cukai Berhasil Ungkap Kasus Penyelundupan Ganja Thailand

Berita Terbaru