Gunakan Layar Perahu, Tim Sar Gabungan Temukan Nelayan Terdampar di Pantai Puntondo Takalar

- Penulis

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:03 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR,FILALIN.COM, — Muis Munri (63) nelayan asal Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar yang dilaporkan hilang kontak saat mencari ikan di perairan Tanakeke Takalar akhirnya ditemukan Tim Sar Gabungan terdampar di pantai Puntondo Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Takalar pada Rabu (3/1/2024) pagi.

“Kita bersyukur pagi tadi Tim Sar Gabungan berhasil menemukan nelayan yang sempat dilaporkan hilang kontak di perairan Tanakeke Takalar dalam keadaan selamat,” ungkap Mexianus Bekabel, Kepala Kantor Basarnas Makassar.

Dari informasi Tim Sar di lapangan, Muis menerangkan bahwa perahunya berhasil tiba di pantai Puntondo setelah layar dikembangkan terbawa angin menuju ke timur di pesisir pantai Takalar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi infonya korban ini saat memancing di perairan Tanakeke kail pancing sempat disambar ikan cukup besar sehingga membuat perahunya tertarik jauh ke barat daya. Namun pada saat ingin kembali, bahan bakarnya tidak cukup sehingga hanya bisa memakai layar perahunya,” terang Mexianus.

Korban yang terdampar di pantai Puntundo langsung dijemput Tim Sar Gabungan bersama keluarga untuk dibawa kembali ke Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang Takalar.

Dengan ditemukannya korban, Mexianus mengucapkan terima kasih atas dedikasi Tim Sar Gabungan yang sudah membantu sejak semalam informasi didapatkan.

“Kita ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang sudah terlibat membantu proses pencarian hingga korban ditemukan selamat,” imbuhnya.

Menanggapi kejadian ini, Mexianus kembali mengimbau agar nelayan bisa menyiapkan alat komunikasi saat pergi melaut sehingga bila terjadi kendala bisa melaporkan posisinya segera mungkin kepada Basarnas atau keluarganya.

“Semoga dengan kejadian ini, menjadi pelajaran berharga buat kita, utamanya warga nelayan agar melengkapi alat komunikasi saat melaut. Contohnya, andai korban punya alat komunikasi akan sangat memungkinkan Tim Sar langsung mengevakuasi dan meminimalkan risiko fatal terombang-ambing,” tegas Mexianus. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar
Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel
Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar
OJK DORONG INKLUSI KEUANGAN PETANI RUMPUT LAUT MELALUI IMPLEMENTASI e-SEAWEED 
Wujudkan Kawasan Hijau dan Berkelanjutan, NIPAH PARK Dukung Indonesia Green Building Festival 2026 Makassar 
YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV
Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 06:00 WITA

Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:25 WITA

SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar

Jumat, 25 September 2026 - 20:26 WITA

Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel

Jumat, 25 September 2026 - 19:25 WITA

Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar

Jumat, 25 September 2026 - 19:09 WITA

OJK DORONG INKLUSI KEUANGAN PETANI RUMPUT LAUT MELALUI IMPLEMENTASI e-SEAWEED 

Berita Terbaru

Berita

SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:25 WITA