Perekonomian Sulsel Tumbuh Positif Meski Melambat 

- Penulis

Selasa, 2 April 2024 - 08:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Momentum pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi, yang dipengaruhi berbagai gejolak geopolitik. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melandai dari 3,1% (yoy) menjadi 3,0% (yoy).

Laju Inflasi global sudah mulai sudah berada pada tren penurunan. Walau demikian, suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan baru akan mulai turun pada Semester II 2024. Sehingga saat ini nilai Dolar Amerika Serikat masih tinggi yang menyebabkan depresiasi nilai tukar di seluruh negara berkembang dunia di tengah terbatasnya arus modal asing yang masuk.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor BI Sulsel,Rizki Ernadi Wimanda mengatakann pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tetap tumbuh positif, mencapai 4,51% (yoy). Capaian ini sedikit melambat dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh sebesar 5,10% (yoy). Perlambatan utamanya didorong oleh penurunan kinerja sektor pertanian yang merupakan pangsa terbesar dalam perekonomian Sulsel sebagai dampak El Nino yang terjadi sejak semester II 2023.

“Dari sisi komponen permintaan, konsumsi Rumah Tangga tetap tumbuh positif pada tahun 2023, mencapai 4,30% (yoy), kendati melambat dibandingkan tahun 2022. Perlambatan mencerminkan perilaku wait and see konsumen di tengah ketidakpastian perekonomian,” ujarnya saat bincang media, Claro Hotel Makassar. Senin (1/4/2024).

 

Dia menjelaskan Pada Maret 2024, Inflasi Sulawesi Selatan tercatat 0,38% (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi Februari 2024 yang sebesar 0,30% (mtm) namun masih di bawah inflasi Nasional Maret 2024 yang tercatat sebesar 0,52% (mtm).

18. Inflasi tersebut secara umum didorong oleh peningkatan permintaan masyarakat terutama di periode Ramadhan & Idul Fitri (sesuai pola historisnya), di tengah belum pulihnya pasokan. Untuk komoditas beras, bergesernya masa panen raya ke April 2024 berdampak pada terbatasnya pasokan dan tingginya harga beras di masyarakat. Demikian pula dengan telur yang masih mengalami kenaikan harga akibat tingginya harga jagung pakan. Terbatasnya pasokan cabai rawit pasca panen raya Januari – Februari 2024 juga turut andil dalam inflasi pada Maret 2024. Komoditi barang & jasa lainnya yang turut mempengaruhi inflasi bulan Maret 2024 yaitu Angkutan Udara, Emas Perhiasan, dan Rokok Kretek.

19. Namun demikian, masih tingginya pasokan komoditas tomat, ikan teri, cabai merah dan bawang merah menjadi faktor penahan inflasi yang lebih tinggi secara bulanan.

20. Sejalan dengan hal tersebut, secara tahunan inflasi Sulsel tercatat sebesar 2,75% (yoy), lebih rendah dibandingkan Nasional yang sebesar 3,05% (yoy). Laju8 inflasi tersebut masih berada pada rentang sasaran inflasi Nasional 2,5±1% (yoy). Pencapaian inflasi tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam kerangka Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). (*)

 

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUA PENDAKI CEDERA DAN ASMA DI GUNUNG BULUBARIA, TIM SAR GABUNGAN DIKERAHKAN
Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi dan Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026 Tidak Benar
Rayakan Hari Jadi dengan Semangat Harmony and Wellness, Bukit Baruga Gelar Yoga with Matcha Session
GMTD Serahkan PSU kepada Pemerintah Kota Makassar, Perkuat Komitmen untuk Pembangunan Kota Berkelanjutan
Dari Lorong Pasar Menuju Loreng TNI, Kisah Akbar Dani Membalas Keringat Orang Tuanya dengan Pengabdian
OJK PERKUAT BUDAYA INTEGRITAS DAN GOVERNANCE GENERASI MUDA MELALUI SPARK CAMP 2026
Mantan Ketua DKC Kwarcab Gowa Soroti Rencana Alih Fungsi Buper Limbung
PLN UID Banten Gaungkan Budaya K3 Lewat “Jawara Safety Quote”, Kolaborasi Bersama IWO Indonesia Perkuat Kesadaran Keselamatan Kerja
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:25 WITA

DUA PENDAKI CEDERA DAN ASMA DI GUNUNG BULUBARIA, TIM SAR GABUNGAN DIKERAHKAN

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:36 WITA

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi dan Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026 Tidak Benar

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:12 WITA

Rayakan Hari Jadi dengan Semangat Harmony and Wellness, Bukit Baruga Gelar Yoga with Matcha Session

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:20 WITA

GMTD Serahkan PSU kepada Pemerintah Kota Makassar, Perkuat Komitmen untuk Pembangunan Kota Berkelanjutan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:26 WITA

Dari Lorong Pasar Menuju Loreng TNI, Kisah Akbar Dani Membalas Keringat Orang Tuanya dengan Pengabdian

Berita Terbaru