EIGER Adventure Kolaborasi dengan Bulu’ Baria di Gowa Ciptakan Gunung Bebas Sampah Pertama di Sulawesi

- Penulis

Jumat, 28 Juni 2024 - 17:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Bagaimana jika ada sebuah gunung di Indonesia, pengelolaannya menggunakan prinsip menjaga lingkungan, sekecil mungkin meninggalkan jejak sampah di alam? Hal inilah yang telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir di Bulu’ Baria, sebuah gunung berketinggian 2.730 Mdpl, berlokasi di Desa Manimbahoi, Kec. Parigi, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. Bulu’ dalam bahasa Bugis, berarti gunung. Bulu’ Baria perlahan mulai dikenal sebagai gunung terbersih, gunung bebas sampah pertama di Sulawesi.

Pesan ini pula yang dikolaborasikan bersama dengan EIGER Adventure, brand asal Indonesia, penyedia perlengkapan luar ruang yang telah hadir sejak tahun 1989 silam. EIGER mengadopsi Bulu’ Baria, mendukung penuh apa yang telah dilakukan oleh warga di Desa Manibahoi dan pengelola pos registrasinya. Bersama-sama menjaga kebersihan gunung, memastikan setiap tamu pendaki yang ingin menikmati keindahan alam puncak Bulu’ Baria, bertanggung jawab atas setiap perbekalan dan sisa sampahnya, sejak langkah pertama memulai pendakian menuju Bulu’ Baria.

Kolaborasi ini diresmikan di toko flagship EIGER Adventure Jalan Andi Djemma Makassar pada Jumat (28/6). Bulu’ Baria pun menjadi gunung kedua yang “diadopsi” oleh EIGER, setelah Gunung Kembang yang berada di Wonosobo, Jawa Tengah juga telah dikenal sebagai gunung terbersih di Pulau Jawa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jason Edward Wuysang, Business Director EIGER Adventure menyampaikan, kolaborasi dan dukungan EIGER untuk Bulu’ Baria sejalan dengan nilai yang dijaga dan dipertahankan oleh EIGER selama 35 tahun terakhir, yakni inovasi, alam dan manusia. Menurut Jason, inovasi-inovasi yang dilakukan oleh EIGER diharapkan bisa memberikan dampak langsung bagi alam dan juga manusianya.

“Bulu’ Baria sudah menunjukkan pada kita, bahwa di Sulawesi ada gunung terbersih dan bebas sampah. Bagaimana komitmen ini terus dijaga oleh segenap warga desa dan pengelola juga tetua adat dari Desa Manimbahoi. EIGER mengucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk bersama ikut menjaga Bulu’ Baria. Agar semakin banyak lagi gunung di Indonesia yang bisa kita nikmati keindahannya, tanpa ada sampah dari mulai pos registrasi hingga ke puncaknya,” ungkap Jason.

Turut hadir dalam peresmian kolaborasi ini, Kepala Desa Manimbahoi, tetua adat, juga pengelola basecamp Bulu’ Baria.

Komaruddin, Kepala Desa Manimbahoi bercerita, ia tak menyangka, apa yang telah dilakukan oleh warga desa untuk jaga lingkungan Bulu’ Baria, bisa berdampak positif bagi alam juga manusianya.

Menurut Komaruddin, awalnya pertama kali jalur Bulu’ Baria via Manimbahoi dibuka pada 2021, banyak pro dan kontra dari para pendaki. Mereka mengeluhkan aturan yang cukup ketat, khususnya terhadap sampah dan logistik yang jadi tanggung jawab pendaki.

“Awalnya banyak yang mengeluhkan, namun akhirnya para pendaki yang datang ke Bulu’ Baria mengatakan bahwa gunung ini bersih sekali, bersih itu enak, Bulu’ Baria adalah gunung terbersih di Sulawesi,” ungkap Komaruddin.

Aturan tertulis yang menjaga Bulu’ Baria tetap bersih dan bebas sampah dimulai dari pos registrasi. Dari Dusun Pattiro, Desa Manimbahoi setiap pendaki yang hendak memulai langkah pertamanya menuju puncak Bulu’ Baria, dilakukan pemerikaan perbekalan, peralatan keamanan juga memindahkan perbekalannya ke dalam wadah yang telah disiapkan oleh pengelola.

“Perbekalan yang bisa dipindahkan ke wadah plastik, kami sudah menyiapkan wadahnya, bisa digunakan oleh para pendaki sebagai fasilitas. Lalu apa yang bisa menjadi sampah sekali pakai, dicatat dan harus dibawa turun lagi di perjalanan pulang. Kalau hilang satu sampahnya, bakal ada denda. Kemudian dalam satu tahun, Bulu’ Baria akan ditutup di Januari hingga Maret saat puncak musim hujan. Untuk perawatan ekosistem, dan mengembalikan kondisi alamnya, kini Bulu’ Baria dikenal sebagai gunung bebas sampah di Sulawesi;” ujar Mustain. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lakukan Investigasi Dugaan Penyimpangan Penyaluran BBM Subsidi di SPBU Sinjai
Mubes KKDB: Appi Gaungkan Kolaborasi, Usulkan Corner Wisata Terpadu di Makassar
Itwasum Polri Apresiasi Nuansa Adat di Pos Minasamaupa Saat Peninjauan di Gowa
BYD Haka Karebosi Raih Penghargaan Asia Pasifik, Harumkan Nama Makassar Tepat di Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Gema Takbir di Jantung Kota: Ribuan Jemaah Padati Salat Idulfitri 1447 H di Claro Makassar
Gema Takbir di Taman Dataran Indah: Hakikat penciptaan manusia dan Bakti pada Orangtua
Anggota Komosi IX DPR RI Tegaskan Pentingnya Program MBG
Kejari Makassar Bidik Aktor di Balik Dugaan Korupsi Dana Hibah BAZNAS 2023–2024
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:23 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lakukan Investigasi Dugaan Penyimpangan Penyaluran BBM Subsidi di SPBU Sinjai

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:47 WITA

Mubes KKDB: Appi Gaungkan Kolaborasi, Usulkan Corner Wisata Terpadu di Makassar

Senin, 23 Maret 2026 - 19:23 WITA

Itwasum Polri Apresiasi Nuansa Adat di Pos Minasamaupa Saat Peninjauan di Gowa

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:52 WITA

BYD Haka Karebosi Raih Penghargaan Asia Pasifik, Harumkan Nama Makassar Tepat di Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:01 WITA

Gema Takbir di Jantung Kota: Ribuan Jemaah Padati Salat Idulfitri 1447 H di Claro Makassar

Berita Terbaru