MUI Wajo Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Tolak Politik Uang dalam Pilgub Sulsel 2024

- Penulis

Rabu, 16 Oktober 2024 - 19:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO,FILALIN.COM,  – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo, H. Muhammad Yunus Pasanreseng A. Padi, menyuarakan pentingnya menjaga keamanan, kedamaian, dan integritas selama proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2024 berlangsung.

 

Yunus mengatakan, sebagai pemuka agama dan tokoh masyarakat, pihaknya merasa berkewajiban untuk menyuarakan pentingnya Pilkada yang damai dan bermartabat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami mengajak seluruh kelompok, tim sukses, organisasi masyarakat, partai politik, dan khususnya seluruh masyarakat Kabupaten Wajo agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang luhur,” jelas Yunus.

 

Ia lantas menjabarkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat.

 

“Pertama dan yang paling utama, mari kita bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Tahun 2024. Keamanan dan kedamaian adalah modal utama bagi terselenggaranya Pilkada yang berkualitas,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, yunus juga menekankan pentingnya menjaga integritas proses pemilihan dengan menghimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian.

 

“Di era digital ini, kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Mari kita stop penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat memicu konflik dan perpecahan di masyarakat,” tegasnya.

 

Hal yang tak boleh terlupakan adalah, menjaga pilkada serentak agar bebas dari kampanye hitam dan politik uang.

 

“Politik uang dalam bentuk apapun harus kita tolak bersama. Hal ini bukan hanya menciderai proses demokrasi, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama dan norma sosial kita. Jangan biarkan suara kita dibeli dengan iming-iming materi sesaat,” pesannya dengan tegas.

 

Ketua MUI Kabupaten Wajo ini juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak terprovokasi yang dapat memicu konflik horizontal antar pendukung.

 

“Yang tak kalah penting, janganlah kita terprovokasi atau menjadi provokator yang dapat mengadu domba dan memecah belah persatuan kita. Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai mengorbankan kerukunan dan persaudaraan yang telah lama kita bangun bersama,” tutupnya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan PJ Gubernur Sulsel,Akhirnya Ditahan Kejati Sulsel
OJK Sulselbar Gencarkan Literasi Keuangan Selama Ramadan, Sasar Pelajar hingga Masyarakat Umum
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Resmi Aktifkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026
OJK TEGASKAN PENGUATAN SISTEM DANA PENSIUN NASIONAL DALAM FORUM OECD FINANCIAL MARKETS WEEK
OJK: KETAHANAN PERBANKAN SOLID DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL
Mudik Lebaran 2026: Arus Penumpang Pelabuhan Regional 4 Diproyeksi Tembus 882.620 Orang, Naik 5% 
Pelindo Regional 4 Siapkan 20 Terminal Penumpang Hadapi Mudik Lebaran 2026, Layanan Difokuskan di Lima Pelabuhan Utama
Hari Kelima Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Bilareng Gowa, Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran di Empat Sektor
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 23:52 WITA

Mantan PJ Gubernur Sulsel,Akhirnya Ditahan Kejati Sulsel

Senin, 9 Maret 2026 - 23:34 WITA

OJK Sulselbar Gencarkan Literasi Keuangan Selama Ramadan, Sasar Pelajar hingga Masyarakat Umum

Senin, 9 Maret 2026 - 22:33 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Resmi Aktifkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026

Senin, 9 Maret 2026 - 22:28 WITA

OJK TEGASKAN PENGUATAN SISTEM DANA PENSIUN NASIONAL DALAM FORUM OECD FINANCIAL MARKETS WEEK

Senin, 9 Maret 2026 - 22:24 WITA

OJK: KETAHANAN PERBANKAN SOLID DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

Berita Terbaru