KUMIS FORKEIS UINAM Kupas Solusi Ekonomi Syariah Hadapi Defisit Anggaran

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 17:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, —  Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FORKEIS UIN Alauddin Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Umum Forkeis (KUMIS) dengan mengusung tema krusial:

“Menjawab Defisit Anggaran: Solusi Ekonomi Syariah di Tengah Penurunan Penerimaan Pajak.”

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat FORKEIS UINAM dan menghadirkan tokoh ekonomi syariah nasional, Mega Oktaviany, selaku pemateri. Ia dikenal sebagai pendiri dan Direktur Eksekutif pertama KSEI FORKEIS UINAM serta saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pakar MPP KAFOSSEI periode 2024–2027.

 

Dipandu oleh Nur Fadhilah Syahadah sebagai moderator dan diawali tilawah oleh Azzahrah Aulia, kajian ini berhasil menyedot antusiasme peserta, terutama dari kalangan kader dan mahasiswa pecinta ekonomi Islam.

 

Dalam pemaparannya, Mega Oktaviany menyoroti pentingnya menghadirkan solusi berbasis nilai-nilai syariah dalam merespons tantangan fiskal negara. Ia menyampaikan bahwa pendekatan spiritual dan integritas ekonomi sangat diperlukan dalam merancang kebijakan yang adil dan berkelanjutan. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat posisi utang pemerintah Indonesia yang terus meningkat. Per November 2024, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp8.680,13 triliun, dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 39,2%. Komposisi utang tersebut didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN), termasuk di dalamnya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp1.502,30 triliun, yang mencerminkan adanya integrasi prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaan fiskal nasional.

 

Mega menekankan bahwa solusi fiskal tidak cukup hanya dari sisi teknokratis, namun harus dibarengi dengan pendekatan berbasis nilai, seperti transparansi, keadilan, dan keberlanjutan, nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip ekonomi syariah. Dengan demikian, pengelolaan utang negara tidak hanya menjadi tanggung jawab fiskal, tetapi juga moral, demi menjaga kepercayaan publik dan keberlanjutan pembangunan.

 

Tak hanya menyentuh aspek teknis ekonomi syariah, Mega juga meninggalkan beberapa pesan motivasional yang menggugah semangat peserta:

 

“Jadilah pelaku sejarah, jangan jadi penikmat sejarah,” ujarnya, mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut aktif memberi kontribusi nyata bagi perubahan.

 

Ia juga menyoroti pentingnya kekuatan mental, khususnya bagi perempuan:

 

> “Untuk perempuan, kita dilarang menangis kecuali dalam dua hal: pernikahan dan kematian,” ucapnya dengan nada tegas namun inspiratif.

 

Menutup sesi, Mega Oktaviany menekankan bahwa semangat lebih berdaya dorong daripada kecerdasan semata:

 

“Orang cerdas akan kalah dengan orang yang punya rasa semangat.”

 

Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan tentang solusi ekonomi syariah di tengah tantangan fiskal, tetapi juga menjadi momen reflektif bagi mahasiswa untuk terus membangun integritas, semangat, dan peran aktif dalam perubahan sosial berbasis nilai-nilai Islam. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERKUAT PENGEMBANGAN SDM DAN LITERASI KEUANGAN INDONESIA TIMUR, OJK RESMIKAN LEARNING CENTER OJK DI MAKASSAR
Bripka Muh Bakri Tidak Hadiri Mediasi, Sengketa Tanah Berlanjut ke Tingkat Kecamatan Tinggimoncong
Basarnas Lanjutkan Pencarian Lansia Tersesat di Hutan Alasa Selayar
Hadi Tjahjanto Lantik Pengurus FORKI Sulsel, Targetkan Prestasi di PON 2028
Bank Indonesia Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Ekonomi Diproyeksi Terus Menguat
Kalla Beton Rayakan 30 Tahun, Perkuat Strategi Pertumbuhan Tangguh dan Berkelanjutan
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan sebagai “Role Model Company” di KALLA AWARD 2025
Akses Jalan Kembali Terbuka, Penyaluran Energi ke Luwu Raya Kembali Lancar dan Stok Aman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:18 WITA

PERKUAT PENGEMBANGAN SDM DAN LITERASI KEUANGAN INDONESIA TIMUR, OJK RESMIKAN LEARNING CENTER OJK DI MAKASSAR

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:13 WITA

Bripka Muh Bakri Tidak Hadiri Mediasi, Sengketa Tanah Berlanjut ke Tingkat Kecamatan Tinggimoncong

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:17 WITA

Basarnas Lanjutkan Pencarian Lansia Tersesat di Hutan Alasa Selayar

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:43 WITA

Hadi Tjahjanto Lantik Pengurus FORKI Sulsel, Targetkan Prestasi di PON 2028

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:55 WITA

Bank Indonesia Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Ekonomi Diproyeksi Terus Menguat

Berita Terbaru