BI Dorong Literasi Ekonomi Syariah dan Wajib Halal 2026, 50 Wartawan Sulsel Ikut Pelatihan di Yogyakarta

- Penulis

Senin, 23 Juni 2025 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-0-0#

i

0-3248x1440-0-0#

Yogyakarta, Filalin.com – Bank Indonesia (BI) terus mendorong percepatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional, termasuk dalam menyambut kebijakan Wajib Halal Oktober 2026 (WHO 2026). Dalam rangka penguatan literasi dan kampanye gaya hidup halal (halal lifestyle), BI menggelar Training for Trainer Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi wartawan asal Sulawesi Selatan, Senin (23/6/2025) di Novotel Suite Hotel, Yogyakarta.

Sebanyak 50 wartawan hadir dalam pelatihan ini yang dirancang untuk memperkuat peran media dalam mengedukasi publik mengenai ekonomi syariah dan pentingnya sertifikasi halal.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Wahyu Purnama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Salah satu langkah konkret yang tengah didorong adalah penerapan kebijakan wajib halal bagi seluruh produk makanan dan minuman di Indonesia pada Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Kalau seluruh makanan dan minuman di Indonesia wajib halal, kita bicara pasar yang sangat besar, bukan hanya dalam negeri, tapi juga global. Bahkan negara-negara non-muslim seperti Inggris, Prancis, Hongkong, Thailand, dan Brasil kini juga aktif mendorong produk halal,” ujar Wahyu.

 

Sertifikasi Halal Jadi Kunci

Wahyu menekankan pentingnya sertifikasi halal, terutama pada sektor penyembelihan hewan (RPH), yang menjadi rantai awal produk makanan halal.

“Dari 24 Rumah Potong Hewan (RPH) di Sulsel, baru 5 yang bersertifikat halal. Sisanya, 19 RPH, belum. Ini menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

 

BI, lanjut Wahyu, tengah berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPJPH dan pemerintah daerah, untuk memperluas ekosistem halal. Aplikasi SIHALAL kini sudah ditingkatkan kapasitasnya untuk menampung lebih banyak permohonan sertifikasi halal dari pelaku usaha.

Tiga Pilar Pengembangan Syariah

Dalam strategi nasional, Bank Indonesia mendorong ekonomi syariah melalui tiga pilar utama:

1. Pengembangan ekosistem halal, mulai dari produksi, logistik, hingga pembiayaan.

2. Penguatan keuangan syariah, termasuk pengembangan lembaga keuangan sosial syariah seperti zakat, infak, wakaf, dan produk keuangan syariah lainnya.

3. Penguatan literasi dan inklusi, melalui penyusunan kurikulum, buku ajar, hingga khutbah Jumat bertema ekonomi syariah.

 

“Kita sudah punya buku ekonomi syariah dari level TK sampai SMA. Bahkan khutbah Jumat juga sudah disiapkan dengan tema ekonomi dan keuangan syariah oleh BI,” tambah Wahyu.

 

Festival dan Kampanye Nasional

Sebagai bagian dari kampanye besar ini, Bank Indonesia secara rutin menggelar sejumlah event nasional, seperti FESyar (Festival Ekonomi Syariah), serta ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival), yang tahun ini akan kembali digelar di Jakarta sebagai salah satu festival ekonomi syariah terbesar di dunia.

Pelatihan wartawan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang digagas BI menjelang Wajib Halal Oktober 2026. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi FKM UIT dan Desa Bungaejaya, Mahasiswa S1 Kesmas Gelar Penyuluhan TBC di SDN Borongkaramasa
Bukit Baruga Hadir di Pameran “The Showcase”, Tawarkan Konsep Kawasan Hunian Modern dan Berkelanjutan
KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS
Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu
Tingkatkan Layanan Pelabuhan, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk
DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas
Satu Nelayan Jeneponto Belum Kembali, Basarnas Lakukan Pencarian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:09 WITA

Sinergi FKM UIT dan Desa Bungaejaya, Mahasiswa S1 Kesmas Gelar Penyuluhan TBC di SDN Borongkaramasa

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:15 WITA

Bukit Baruga Hadir di Pameran “The Showcase”, Tawarkan Konsep Kawasan Hunian Modern dan Berkelanjutan

Senin, 2 Februari 2026 - 21:00 WITA

KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS

Senin, 2 Februari 2026 - 20:56 WITA

Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu

Senin, 2 Februari 2026 - 15:23 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk

Berita Terbaru