Final SSIC 2025: Bioetanol Bone Terbaik, Investasi Hijau Sulsel Kian Prospektif

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 18:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILAL.COM,  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi berkelanjutan melalui ajang Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2025, yang digelar di Novotel Makassar. Bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Investasi dan Hilirisasi Berbasis Green & Blue Economy”, forum ini menjadi wadah strategis bagi daerah dalam mempresentasikan proyek investasi unggulan yang siap ditawarkan (ready to offer).

SSIC 2025 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Forum PINISI SULTAN (Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan), yang tak hanya mendorong kompetisi, tetapi juga memperkuat sinergi antar daerah dalam menyusun roadmap investasi yang berkelanjutan.

“SSIC bukan sekadar lomba, tapi platform serius untuk menunjukkan kesiapan daerah menarik investor dengan konsep hilirisasi dan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Ir. A. Darmawan Bintang, M.Dev., PLG., Asisten III Gubernur Sulsel yang hadir membuka acara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Wahyu Purnama, Direktur Deputi Perwakilan BI Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa SSIC 2025 berhasil menjaring 18 proyek Clean and Clear (CnC) dari 16 kabupaten/kota. Setelah proses seleksi, verifikasi lapangan, dan asistensi teknis, terpilih enam finalis yang mempresentasikan proyek unggulan di hadapan dewan juri nasional dan internasional.

Enam Proyek Finalis SSIC 2025:

1. Kota Parepare – Sistem Penyediaan Air Minum (Walikota H. Tasming Hamid)

2. Kab. Jeneponto – Pabrik Garam Industri (Wakil Bupati Islam Iskandar)

3. Kota Makassar – UNTIA Stadium (Walikota H. Munafri Arifuddin)

4. Kab. Bone – Industri Bioetanol Limbah Pertanian (Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin)

5. Kab. Luwu – Industri Rumput Laut Terpadu (Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak)

6. Kab. Luwu Timur – Industri Penggilingan Padi (Kepala DPMPTSP Abd. Wahid Rahim Sangka)

Dari keenam finalis, proyek Industri Bioetanol Bone keluar sebagai Terbaik I, disusul proyek UNTIA Stadium Makassar (Terbaik II) dan Industri Rumput Laut Luwu (Terbaik III).

“Proyek-proyek ini memiliki daya tarik investasi tinggi, dengan nilai tambah lokal yang signifikan serta selaras dengan prinsip green and blue economy,” jelas Wahyu Purnama.

Dewan Juri SSIC 2025 terdiri dari:

Direktur Promosi Wilayah Amerika & Eropa – Kementerian Investasi/BKPM

East Java Regional Outreach Manager – British Embassy Jakarta

Plt. Kepala Bappelitbangda Sulsel

Guru Besar FEB Unhas

Tenaga Ahli Perencanaan PT Sucofindo

SSIC 2025 tak hanya menjadi panggung seleksi, namun juga pintu gerbang menuju forum promosi investasi tingkat tinggi. Tiga proyek terbaik rencananya akan dibawa ke ajang South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025 yang dijadwalkan pada Oktober mendatang, untuk menjaring investor nasional maupun internasional.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari proses mempertemukan proyek konkret dengan mitra strategis. Harapannya, bisa segera terealisasi dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tutup Wahyu Purnama. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS
Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu
Tingkatkan Layanan Pelabuhan, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk
DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas
Satu Nelayan Jeneponto Belum Kembali, Basarnas Lakukan Pencarian
Wakapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026
Implementasi MoA FKM UIT–Desa Bontoala, Prodi S1 Kesmas Edukasi Manajemen Bencana Banjir di Pesantren Al Mulk
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 21:00 WITA

KEMBALI LAKSANAKAN PROGRAM LEADERSHIP ENHANCEMENT, SPJM MATANGKAN KOMPETENSI UNTUK KEUNGGULAN LAYANAN DAN BISNIS

Senin, 2 Februari 2026 - 20:56 WITA

Royal Bay Hotel Makassar Usung Konsep “Nostalgia Ramadan”, Hadirkan Suasana dan Cita Rasa Tempo Dulu

Senin, 2 Februari 2026 - 17:45 WITA

Tingkatkan Layanan Pelabuhan, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat

Senin, 2 Februari 2026 - 15:23 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk

Senin, 2 Februari 2026 - 14:47 WITA

DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas

Berita Terbaru

Kabupaten Gowa

DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas

Senin, 2 Feb 2026 - 14:47 WITA