GOWA,FILALIN.COM, –Sebagai bentuk implementasi Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Timur (FKM UIT) dan Desa Bontoala, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan dengan materi Manajemen Bencana Banjir, Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Pesantren Al Mulk, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan sekaligus pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan santri dalam menghadapi risiko bencana banjir, khususnya di wilayah Desa Bontoala yang memiliki potensi terdampak banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan edukasi ini didampingi oleh Nismawati, S.Si., M.Kes, selaku dosen pendamping dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT, serta Ustazah Amanda Lestari Hasim sebagai pendamping kegiatan di lokasi. Sebanyak 30 orang santri Pesantren Al Mulk mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Adapun mahasiswa yang melakukan sosialisasi yakni Nur Annisa, Teodora Delastrada Noni, Syamsinar, Nadiya Dwi Rahayu, A. Nur Azizah
Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terstruktur, dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi manajemen bencana banjir. Materi yang diberikan meliputi pengertian banjir, faktor penyebab, jenis-jenis banjir, dampak banjir terhadap kesehatan, serta tahapan manajemen bencana yang mencakup upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanggulangan bencana banjir.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Materi disampaikan secara komunikatif dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan pesantren serta potensi risiko banjir yang ada di wilayah Desa Bontoala.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri mampu memahami langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana banjir, sehingga dapat meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Secara keseluruhan, kegiatan edukasi manajemen bencana banjir ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seluruh pihak yang terlibat berperan aktif dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara FKM UIT dan Pemerintah Desa Bontoala dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana masyarakat.
(*/Humas UIT/ Beddu Lahi, Marhtyni).





















