Ibu Hamil Meninggal di Sanrobone, LBH Suara Panrita Keadilan Kabupaten Takalar, Minta Bupati Takalar Copot Kepala Dinas Kesehatan Takalar

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR,FILALIN.COM, – Kasus kematian Shelly Agustina Bahar  seorang ibu hamil di Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menuai sorotan dari berbagai lembaga di Kabupaten Takalar salah satunya datang  dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Suara Panrita Keadilan Kabupaten Takalar, terhadap lambannya kinerja Puskesmas Sanrobone dan pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar yang mengakibatkan Shelly Agustina Bahar (25), yang tengah hamil 8 bulan, menghembuskan napas terakhir setelah diduga terlambat mendapat pertolongan medis pada Selasa (19/8/2025) dini hari.

 

Ketua DPC LBH Suara Panrita Keadilan  , Kabupaten Takalar, Muslimin, mengatakan meninggalnya Shelly Agustina Bahar anggota Satpol PP Kabupaten Takalar ini bersama bayinya ada dugaan terjadinya kelalaian layanan darurat di Puskesmas Sanrobone, kejadian ini di perkuat oleh keterangan Sang ibu, Herningsyah (45) menuturkan anaknya tiba-tiba pingsan sekitar pukul 03.00 WITA. “Keluar busa dari mulut dan hidung, dengan kondisi Panik atas kondisi tersebut, Herningsyah bergegas ke Puskesmas Sanrobone yang hanya berjarak 50 meter dari rumahnya untuk meminta ambulance namun katanya tidak ada sopir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Muslimin menuturkan keluarga korban sudah bolak-balik memastikan, tak ada respons berarti. Akhirnya pihak keluarga membawa korban menggunakan mobil pikap tetangga menuju RSUD Padjonga Daeng Ngalle. Setiba di rumah sakit, korban sempat ditangani di ruang persalinan, namun nyawanya tak terselamatkan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Sanrobone, dr. Suntari, menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini dan menjanjikan audit internal. “Kami akan evaluasi dan perbaiki sistem pelayanan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

 

Muslimin menilai kasus ini mencerminkan lemahnya manajemen layanan kesehatan di tingkat daerah.

“Ini kelalaian fatal. Ambulans dan sopir itu kewajiban dasar, bukan fasilitas tambahan. Jika benar tidak ada sopir, ini menunjukkan buruknya pengawasan Dinas Kesehatan. Kami mendesak Bupati Takalar segera mengambil sikap dengan mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar.

 

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang sejauh mana pengawasan Dinas Kesehatan Takalar terhadap kesiapan layanan gawat darurat di Puskesmas. Publik menuntut agar kejadian serupa tidak terulang dan meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan serta standar pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat.

 

Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal, belum memberikan tanggapan resmi. Hal ini memicu kekecewaan publik, mengingat Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar merupakan pihak yang bertanggung jawab memastikan kesiapan layanan darurat di seluruh Puskesmas.(*).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu,  Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Makassar
Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Disambut Antusias, E-Sport hingga Anggar Ramaikan Rangkaian Pra Event 
Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil, Kredit Tumbuh 5,46 Persen hingga April 2026
Djaya Jumain: Rapat Hak Angket DPRD Gowa yang Membahas Dugaan Asusila Seharusnya Tidak Disiarkan Langsung dan Dilaksanakan Secara Tertutup
Bangun Kemandirian Desa melalui Edukasi Keamanan Pangan, BBPOM di Makassar Perkuat Peran Komunitas Masyarakat Desa Padanglampe
PJM Melaksanakan Pelayanan Guna Dukung Pemindahan Rig di Balikpapan
DPC LBH Suara Panrita Keadilan Kota Parepare Desak Kapolres Parepare Segera Tahan Terlapor Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Serah Terima jabatan Kepala SD Mangga Tiga Paccerakkang 
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:50 WITA

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu,  Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:34 WITA

Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Disambut Antusias, E-Sport hingga Anggar Ramaikan Rangkaian Pra Event 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:56 WITA

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil, Kredit Tumbuh 5,46 Persen hingga April 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:04 WITA

Djaya Jumain: Rapat Hak Angket DPRD Gowa yang Membahas Dugaan Asusila Seharusnya Tidak Disiarkan Langsung dan Dilaksanakan Secara Tertutup

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:16 WITA

Bangun Kemandirian Desa melalui Edukasi Keamanan Pangan, BBPOM di Makassar Perkuat Peran Komunitas Masyarakat Desa Padanglampe

Berita Terbaru