Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar, Bukit Baruga Siapkan Pembangunan Jalur Alternatif Bukit Baruga – Jalan DR. Leimena

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 05:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Bukit Baruga, pengembang properti terkemuka di Makassar, terus berupaya membuktikan komitmennya untuk senantiasa menghadirkan kemudahan dan kenyamanan demi meningkatkan kualitas hidup para penghuninya, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Kali ini, Bukit Baruga bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar, tengah mempersiapkan pembangunan akses jalur alternatif Bukit Baruga-Leimena, sebagai aksi nyata untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Rencana pembangunan ini diawali dengan survei lokasi langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama jajaran terkait, yang juga didampingi oleh Chief Executive Officer KALLA Land & Property, Ricky Theodores, dan Chief Operating Officer KALLA Land, M. Natsir Mardan, serta perwakilan manajemen KALLA Land, pada Rabu, 10 September 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembangunan jalur alternatif Bukit Baruga – DR. Leimena akan menjadi salah satu solusi strategis bagi warga di kecamatan Manggala dan wilayah timur kota Makassar.

“Di kondisi saat ini, Kita memang harus mencari jalan alternatif karena kemacetan sudah terjadi di mana-mana. Kami optimis, jalan baru ini mampu mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di wilayah Manggala hingga Perintis Kemerdekaan,” ungkapnya.

Peninjauan langsung dimulai dari kawasan hulu di Bukit Baruga, hingga hilir di jembatan jalan DR. Leimena. Dibekali peta, Munafri Arifuddin beserta rombongan menganalisa secara langsung jalur tembus untuk jalan baru tersebut.

“Jalur baru ini akan melintasi aliran sungai Tello, tepatnya dari area pinggiran Driving Range Golf, Bukit Baruga, kemudian menyusuri sungai sejauh kurang lebih 1,5 kilometer hingga tembus ke jalan DR. Leimena di sekitar jembatan. Jalur ini dirancang dengan lebar sekitar 30 meter, yang nantinya bukan hanya difungsikan sebagai akses lalu lintas, tetapi juga akan dikembangkan sebagai kawasan penunjang ekonomi masyarakat, karena di sepanjang ruas jalan akan dibangun sentra kuliner dan pasar wisata,” pungkas pria yang akrab disapa Appi.

Appi menambahkan, jalur baru ini diproyeksikan dapat tembus hingga ke kawasan BTP dengan panjang kurang lebih 5 kilometer, sehingga memberikan alternatif akses yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat.

“Dengan dibebaskannya lahan di beberapa titik strategis, pembangunan jalan alternatif ini diharapkan mampu mengurai kepadatan arus kendaraan, sekaligus menghadirkan ruang baru yang bermanfaat bagi mobilitas maupun pertumbuhan ekonomi warga sekitar,” tuturnya.

Tak hanya itu, selain menghadirkan akses baru untuk lalu lintas, pembangunan jalur alternatif juga akan dipadukan dengan sistem penanggulangan banjir.

“Merespon keresahan sebagian besar masyarakat di wilayah ini terkait banjir, kita juga akan memaksimalkan alur-alur air untuk mengantisipasi genangan. Sehingga kita mendapatkan manfaat ganda yakni mengurai kemacetan sekaligus menangani banjir. Kami telah berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait dan kami optimis, rencana ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

Chief Executive Officer KALLA Land & Property, Ricky Theodores, menambahkan bahwa, rencana pembangunan jalur alternatif ini merupakan kabar bahagia yang harus dirayakan bagi seluruh masyarakat kota Makassar, utamanya yang berdomisili atau sering melewati wilayah Antang untuk kegiatan sehari-hari.

“Kemacetan di wilayah Antang sudah bukan hal yang asing lagi, hal ini telah menjadi keluhan yang terus berlanjut dari hari ke hari. Selain menghambat mobilitas, kemacetan juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang tentu saja tidak kita inginkan. Karenanya, kami sangat optimis proyek pembangunan jalur alternatif ini bisa segera terealisasikan dan bisa menjadi harapan baru bagi masyarakat kota Makassar. Kami dari pihak Bukit Baruga sangat terbuka dan siap untuk berperan aktif mewujudkan rencana besar ini,” ungkapnya.

Rencana pembangunan jalur alternatif ini merupakan kolaborasi Bukit Baruga dengan Pemerintah Kota Makassar yang kesekian kalinya. Langkah positif ini diharapkan dapat menjadi sinergi berkelanjutan dalam upaya pembangunan kota secara menyeluruh. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat 
CATATAN SYAMRIL : MENDENGARKAN
Polemik di Gowa: Antara Hak Angket dan Koridor Hukum
GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu,  Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Makassar
Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Disambut Antusias, E-Sport hingga Anggar Ramaikan Rangkaian Pra Event 
Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil, Kredit Tumbuh 5,46 Persen hingga April 2026
Djaya Jumain: Rapat Hak Angket DPRD Gowa yang Membahas Dugaan Asusila Seharusnya Tidak Disiarkan Langsung dan Dilaksanakan Secara Tertutup
Bangun Kemandirian Desa melalui Edukasi Keamanan Pangan, BBPOM di Makassar Perkuat Peran Komunitas Masyarakat Desa Padanglampe
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:45 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat 

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:03 WITA

CATATAN SYAMRIL : MENDENGARKAN

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:59 WITA

Polemik di Gowa: Antara Hak Angket dan Koridor Hukum

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:50 WITA

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu,  Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:34 WITA

Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Disambut Antusias, E-Sport hingga Anggar Ramaikan Rangkaian Pra Event 

Berita Terbaru

Berita

CATATAN SYAMRIL : MENDENGARKAN

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:03 WITA

Berita

Polemik di Gowa: Antara Hak Angket dan Koridor Hukum

Minggu, 28 Jun 2026 - 11:59 WITA