OJK Terbitkan Aturan Baru Dorong Pembiayaan UMKM Cepat, Murah, dan Mudah

- Penulis

Senin, 15 September 2025 - 12:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (POJK UMKM). Aturan ini diharapkan mampu mempercepat akses pembiayaan bagi UMKM agar lebih mudah, murah, cepat, tepat, dan inklusif.

Kebijakan tersebut merupakan langkah OJK dalam memberdayakan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Penerbitan aturan ini juga sejalan dengan agenda prioritas pemerintah dalam Asta Cita untuk meningkatkan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, serta pemberantasan kemiskinan.

“Dengan diberlakukannya POJK ini, Bank dan LKNB (Lembaga Keuangan Nonbank) diharapkan menghadirkan pendekatan lebih inovatif dalam menyediakan produk keuangan sesuai kebutuhan segmen UMKM. Mulai dari usaha mikro dan ultra mikro yang butuh akses cepat, hingga usaha kecil dan menengah yang membutuhkan layanan lebih kompleks,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga Juli 2025, penyaluran kredit nasional tercatat tumbuh 7,03 persen year on year menjadi Rp8.043,2 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Kredit Investasi sebesar 12,42 persen, sementara kredit UMKM baru tumbuh 1,82 persen. OJK menilai, aturan baru ini akan membantu perbankan dan LKNB memperluas pembiayaan UMKM dengan tetap menjaga kualitas kredit.

POJK UMKM juga merupakan tindak lanjut amanat UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Aturan ini mendorong bank dan LKNB untuk menyusun rencana penyaluran pembiayaan, menyampaikan realisasinya kepada OJK, serta menerapkan tata kelola dan manajemen risiko secara ketat.

Beberapa kebijakan utama dalam POJK UMKM meliputi:

Penyederhanaan persyaratan dan kemudahan penilaian kelayakan usaha.

Skema pembiayaan khusus, termasuk penerimaan jaminan berupa kekayaan intelektual.

Percepatan proses bisnis melalui Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA).

Penetapan biaya pembiayaan yang wajar.

Pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat ekosistem digital UMKM.

Selain itu, aturan ini juga memberi insentif bagi bank dan LKNB yang aktif menyalurkan pembiayaan UMKM, memperkuat literasi keuangan, serta meningkatkan perlindungan konsumen.

POJK UMKM yang diundangkan pada 2 September 2025 ini mulai berlaku dua bulan setelah diundangkan, dan berlaku bagi bank umum, BPR (termasuk bank syariah), serta berbagai LKNB seperti perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, fintech peer to peer lending, hingga lembaga pergadaian.

Melalui aturan ini, OJK menegaskan dukungannya untuk menciptakan ekosistem pembiayaan UMKM yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan sehingga UMKM dapat semakin berdaya saing dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Warung ke Marketplace: Peran BNI Mengubah UMKM Naik Kelas
DORONG PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH KANTOR OJK PROVINSI SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION & DISEMINASI RISET AKSES KEUANGAN
Haka Auto Standardisasi Penanganan Keluhan Konsumen, Perkuat Respons Cepat di Seluruh Jaringan Dealer
Basarnas Makassar Terjunkan Tim Rescue Bone Cari Lansia yang Hilang di Arasoe Bone
Indosat Ooredoo Hutchison Dorong Akselerasi AI Terapan Skala Nasional, Hasilkan Pembagian Dividen yang Solid
PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku Salurkan Bantuan Renovasi Masjid Babul Jannah di Bissoloro Kabupaten Gowa
PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku Salurkan Beasiswa untuk 20 Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di SMK Negeri 2 Maros
59 Tahun BULOG: Petani, Beras, dan Harapan yang Terus Dijaga
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:10 WITA

Dari Warung ke Marketplace: Peran BNI Mengubah UMKM Naik Kelas

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:49 WITA

DORONG PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH KANTOR OJK PROVINSI SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION & DISEMINASI RISET AKSES KEUANGAN

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:09 WITA

Haka Auto Standardisasi Penanganan Keluhan Konsumen, Perkuat Respons Cepat di Seluruh Jaringan Dealer

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:10 WITA

Basarnas Makassar Terjunkan Tim Rescue Bone Cari Lansia yang Hilang di Arasoe Bone

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:50 WITA

Indosat Ooredoo Hutchison Dorong Akselerasi AI Terapan Skala Nasional, Hasilkan Pembagian Dividen yang Solid

Berita Terbaru