Dari Warung ke Marketplace: Peran BNI Mengubah UMKM Naik Kelas

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:10 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Captio : Pihak BNI 46 Kanwil 7 Makassar memberikan edukasi soal pentingnya UMKM naik kelas. Foto : Ahmad

i

Captio : Pihak BNI 46 Kanwil 7 Makassar memberikan edukasi soal pentingnya UMKM naik kelas. Foto : Ahmad

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Di sudut Pasar Terong, Makassar, suara mesin penggiling kopi bercampur riuh tawar-menawar pembeli menjadi rutinitas yang tak pernah benar-benar berhenti. Di antara lorong sempit pasar itu, Nurhayati, 43 tahun, dulunya hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke kios kecil miliknya. Pendapatan tak menentu, promosi terbatas, dan modal usaha sering kali menjadi hambatan terbesar.

Namun beberapa tahun terakhir, keadaan mulai berubah. Perempuan yang menjual kopi dan aneka camilan khas Sulawesi itu kini tidak lagi hanya melayani pelanggan pasar. Produknya sudah dikirim hingga ke Kalimantan dan Jawa melalui penjualan daring.

“Dulu saya hanya tunggu pembeli datang. Sekarang orang pesan lewat HP, transfer langsung, barang tinggal dikirim,” ujarnya sambil tersenyum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan itu tidak datang begitu saja. Nurhayati mengaku mulai berkembang setelah mendapatkan akses pembiayaan usaha serta pendampingan digitalisasi dari BNI. Dari awalnya hanya menggunakan transaksi tunai, kini seluruh pembayaran di kiosnya sudah menggunakan QRIS dan mobile banking.

Transformasi serupa juga dirasakan banyak pelaku UMKM lainnya. Di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin digital, pelaku usaha kecil dipaksa beradaptasi agar tidak tertinggal. Bagi sebagian UMKM, tantangan terbesar bukan hanya soal modal, tetapi juga kemampuan mengikuti perkembangan teknologi.

BNI melihat kondisi itu sebagai peluang sekaligus tanggung jawab dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Tidak hanya menghadirkan pembiayaan usaha, bank milik negara tersebut juga memperluas literasi keuangan dan digital bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas.

Pemimpin Wilayah BNI 07 Makassar Agus Santoso menyebut UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi penopang ekonomi masyarakat bawah. Karena itu, penguatan sektor UMKM dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil.

Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Kini, banyak pedagang pasar tradisional mulai mengenal transaksi non-tunai, pencatatan keuangan digital, hingga pemasaran melalui media sosial dan marketplace.

“Kalau dulu hanya mengandalkan pembeli sekitar pasar, sekarang pelaku UMKM bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas,” katanya.

Perubahan perilaku konsumen pascapandemi juga mempercepat proses tersebut. Masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara digital, mulai dari pembayaran hingga belanja kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu membuat UMKM yang cepat beradaptasi memiliki peluang berkembang lebih besar.

Di Kabupaten Gowa, seorang pengrajin tas lokal bernama Ridwan bahkan berhasil meningkatkan omzet usahanya hingga dua kali lipat setelah memasarkan produknya secara daring. Ia mengaku sebelumnya tidak memahami cara menjual produk melalui internet.

“Awalnya saya pikir marketplace itu sulit. Ternyata kalau sudah diajari, justru pembelinya lebih banyak,” ungkapnya.

Kini, usahanya mempekerjakan belasan warga sekitar. Baginya, perkembangan usaha bukan lagi sekadar soal keuntungan pribadi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di lingkungannya.

Fenomena itu menunjukkan bahwa transformasi UMKM bukan hanya berdampak pada satu pelaku usaha, melainkan menciptakan efek berantai bagi ekonomi rakyat. Ketika usaha kecil tumbuh, daya beli masyarakat ikut bergerak, lapangan kerja tercipta, dan ekonomi daerah menjadi lebih hidup.

Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan sektor UMKM dinilai menjadi salah satu fondasi penting menjaga ketahanan ekonomi nasional. Indonesia mungkin memiliki perusahaan-perusahaan besar, tetapi denyut ekonomi sesungguhnya tetap berada di pasar tradisional, kios kecil, dan usaha rumahan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Dari warung sederhana hingga masuk marketplace, perjalanan UMKM Indonesia hari ini bukan hanya cerita tentang teknologi. Ini adalah cerita tentang keberanian beradaptasi, tentang masyarakat kecil yang perlahan naik kelas, dan tentang harapan bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh lebih mandiri di masa depan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital
ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar
Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel
Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar
OJK DORONG INKLUSI KEUANGAN PETANI RUMPUT LAUT MELALUI IMPLEMENTASI e-SEAWEED 
Wujudkan Kawasan Hijau dan Berkelanjutan, NIPAH PARK Dukung Indonesia Green Building Festival 2026 Makassar 
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:03 WITA

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 17:30 WITA

ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Sabtu, 26 September 2026 - 06:00 WITA

Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:25 WITA

SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar

Jumat, 25 September 2026 - 20:26 WITA

Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel

Berita Terbaru

Berita

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:03 WITA

Berita

SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:25 WITA