Kisah Pengguna Im3 : Dari Pinggir Kota, Sinyal IOH Mengubah Hidup Kami

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 08:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA,FILALIN.COM, —  Di sebuah desa yang dikelilingi sawah dan perbukitan di pinggiran Kabupaten Gowa, kehidupan warga perlahan berubah. Bukan karena datangnya pabrik besar atau proyek pemerintah, tapi karena hadirnya sinyal kuat dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Dulu, bagi Risma, siswi SMP di Desa Pangkabinanga , ikut kelas daring hanyalah angan. Sinyal sering putus, video call terhenti di tengah pelajaran. Namun kini, berkat peningkatan jaringan IOH, Risma bisa belajar lewat platform online tanpa hambatan. “Kalau dulu saya harus jalan sampai ke bukit biar bisa ikut Zoom, sekarang bisa langsung dari rumah. Nilai saya juga jadi lebih bagus,” tuturnya sambil tersenyum Selasa (11/11)

Cerita serupa datang dari Darmawan, pelaku UMKM yang menjual keripik pisang khas Gowa. Sejak koneksi internet di desanya membaik, ia mulai memasarkan produknya lewat media sosial dan marketplace. “Sekarang pesanan datang bukan cuma dari Makassar, tapi juga dari luar Sulawesi. Omzet naik hampir dua kali lipat,” ujarnya bangga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara bagi Andi Rahman, seorang kurir ojek daring, sinyal yang stabil berarti waktu dan penghasilan yang lebih pasti. “Dulu GPS sering error, susah cari alamat pelanggan. Sekarang lancar, orderan juga makin banyak,” katanya.

Kisah mereka menjadi bukti nyata bagaimana konektivitas bisa mengubah hidup. Melalui program perluasan jaringan hingga pelosok, IOH berkomitmen menghadirkan pemerataan akses digital untuk semua lapisan masyarakat.

Swandy Tjia, EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa kehadiran jaringan kuat di wilayah timur Indonesia bukan sekadar soal teknologi, tapi tentang membuka peluang.

“Kami ingin memastikan masyarakat dari kota hingga pelosok bisa menikmati manfaat digitalisasi. Akses internet bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan dasar untuk belajar, bekerja, dan berusaha,” jelas Swandy.

Inisiatif IOH untuk memperluas jangkauan jaringan tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat di pinggiran kota — bahwa masa depan digital kini bisa diraih dari mana saja, bahkan dari dusun kecil di kaki gunung. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMTD Luncurkan The Hive Frontier dan Treetops, Antusiasme Pasar Tunjukkan Tingginya Kebutuhan Hunian dan Ruang Usaha di Makassar
Edufest BRI 2026 di Makassar, Generasi Muda Diajak Melek Investasi dan Pahami Risiko
BEST 1 Makassar Kumpulkan Lebih dari 1.000 UMKM, Dorong Pengusaha Muslim Siap Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Marak Kebakaran Permukiman, LAZ Hadji Kalla Komitmen Dukung Pemulihan Penyintas di Makassar
Ketika Laut Tak Lagi Jadi Penghalang: Cerita Pemilik Toyota di Selayar
Sampah Makassar Kian Ruwet, Kota Ini Tak Bisa Lagi Mengandalkan Cara Lama
OJK SITA 41 ASET TERKAIT DUGAAN TINDAK PIDANA PERBANKAN SYARIAH DI BPRS GP
Tekan Beban Usaha, Laba Pelindo Jasa Maritim Wilayah 1 Melesat 171 Persen
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 18:24 WITA

GMTD Luncurkan The Hive Frontier dan Treetops, Antusiasme Pasar Tunjukkan Tingginya Kebutuhan Hunian dan Ruang Usaha di Makassar

Senin, 22 Juni 2026 - 17:04 WITA

Edufest BRI 2026 di Makassar, Generasi Muda Diajak Melek Investasi dan Pahami Risiko

Senin, 22 Juni 2026 - 15:59 WITA

BEST 1 Makassar Kumpulkan Lebih dari 1.000 UMKM, Dorong Pengusaha Muslim Siap Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Senin, 22 Juni 2026 - 11:09 WITA

Marak Kebakaran Permukiman, LAZ Hadji Kalla Komitmen Dukung Pemulihan Penyintas di Makassar

Senin, 22 Juni 2026 - 11:04 WITA

Ketika Laut Tak Lagi Jadi Penghalang: Cerita Pemilik Toyota di Selayar

Berita Terbaru