MAKASSAR,FILALIN.COM, –Semarak warna-warni pakaian adat, lantunan lagu daerah, dan gerak tari yang luwes memenuhi Gedung Gymnasium Sekolah Islam Athirah pada 10–11 Februari 2025. SMP Islam Athirah Bukit Baruga kembali menggelar Culture Day 2026 dengan tema “Mewarisi Budaya, Merajut Nusantara”, menghadirkan perayaan budaya yang bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan.
Kegiatan tahunan ini memperlombakan tiga kategori utama, yakni Lomba Presentasi Budaya Nusantara, Tari Daerah Nusantara, dan Paduan Suara Lagu Daerah Nusantara. Seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX bersama guru turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menjadikan Gymnasium Sekolah Islam Athirah sebagai panggung kebhinekaan yang hidup.
Sejak pagi, suasana gedung dipenuhi antusiasme peserta dan tepuk tangan penonton. Beragam busana adat dari Sabang hingga Merauke tampil memikat. Setiap kelompok tidak hanya menyajikan penampilan visual, tetapi juga memaparkan makna filosofis dari budaya yang mereka angkat, mulai dari pakaian adat, tarian, lagu, hingga bahasa daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Direktur Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar perayaan seni. “Kegiatan ini hadir bukan hanya sekadar menyaksikan pementasan, tetapi dengan adanya kegiatan ini menandakan kita ada untuk menjaga tradisi budaya Nusantara,” tuturnya.
Hal senada dirasakan para siswa. Faiqah, siswi kelas VII yang baru pertama kali mengikuti Culture Day, mengaku terkesan dengan kemeriahan acara tersebut. “Saya baru kelas 7 dan ini pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan ini dan saya tidak menyangka kegiatan ini semeriah dan sebagus itu,” ujarnya dengan antusias.
Acara ini turut dihadiri Direktur DA Public Speaking, Kepala Seksi Sarpras Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta manajemen Sekolah Islam Athirah. Kehadiran para tamu undangan menambah semarak sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya sekolah dalam menanamkan nilai kebudayaan kepada generasi muda.
Adapun tujuan diselenggarakannya Culture Day ini adalah untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap kekayaan budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Melalui presentasi, tari, dan paduan suara, siswa diajak memahami bahwa keberagaman bukanlah sekadar perbedaan, melainkan jalinan identitas bangsa yang harus dirawat bersama.
Selama dua hari pelaksanaan, Culture Day bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar yang kontekstual dan reflektif. Di atas panggung, para siswa tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menenun kesadaran bahwa warisan budaya adalah amanah. Di tengah arus modernisasi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa akar tradisi tetap perlu dijaga agar pohon peradaban terus bertumbuh kokoh.
Melalui tema “Mewarisi Budaya, Merajut Nusantara”, SMP Islam Athirah Bukit Baruga meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membumikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan generasi muda. (*)





















