Resiliensi Ekonomi Sulsel Diuji Tekanan Global, Cuaca, dan Struktur Investasi

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-0-0-{}-0-24#

i

0-3248x1440-0-0-{}-0-24#

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Bank Indonesia Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar bincang media bertema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Mempertahankan Stabilitas” di Hause of Rewako, Jalan Pasar Ikan, Kota Makassar, Jumat (20/2/2026).

 

Kepala BI Sulsel, Rizki E. Wimanda, memaparkan perkembangan ekonomi kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua yang secara agregat menyumbang 9,9 persen terhadap perekonomian nasional. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Kalimantan yang sebesar 8,12 persen, namun masih di bawah Sumatera 22,22 persen dan Jawa yang menjadi kontributor terbesar 56,9 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Sulawesi Tengah menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ini, yakni 8,47 persen. Sementara Sulawesi Selatan tumbuh 5,43 persen,” ujar Rizki.

 

Dari sisi inflasi nasional, ia menjelaskan bahwa secara bulanan pada Januari tercatat 0,4 persen, melampaui target indikatif 0,29 persen. Kenaikan terutama dipicu oleh kelompok volatile food dan administered prices.

 

“Secara year on year juga meningkat 9,7 persen karena adanya faktor diskon listrik pada awal tahun lalu. Yang perlu kita waspadai tetap volatile food karena meningkat di bulan Januari,” jelasnya.

 

Terkait nilai tukar, per 18 Februari rupiah berada di level Rp16.880 per dolar AS dan cenderung melemah. Meski demikian, cadangan devisa dinilai masih kuat, setara 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri, dengan total 156,5 miliar dolar AS.

 

Untuk Sulawesi Selatan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat meningkat tajam menjadi 5,99 persen sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,43 persen. Pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.

 

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, konstruksi, perdagangan, dan industri pengolahan menjadi penopang utama. Sementara pertambangan tetap tumbuh, namun melambat dibanding periode sebelumnya.

 

Dalam hal inflasi daerah, dari delapan kabupaten/kota yang disurvei BPS, hanya Bulukumba yang berada dalam target 0,29 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sidrap dan Bone yang didominasi komoditas perikanan.

 

“Tujuh dari sepuluh penyumbang inflasi adalah ikan-ikanan. Lima komoditas utama yakni ikan layang, cakalang, bandeng, teri, dan udang basah, terutama di Sidrap dan Bone,” ungkap Rizki.

 

Inflasi kelompok makanan dan minuman pada Januari tercatat 0,67 persen, melampaui target indikatif 0,42 persen. Secara year to date maupun bulanan, realisasi inflasi masih berada di atas target.

 

Untuk tahun 2026, BI Sulsel memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5 hingga 5,8 persen, dengan inflasi 2,5 plus minus 1 persen.

 

“Tantangan kita ada pada investasi dan inflasi. ICOR Indonesia 6,12 dan Sulawesi Selatan lebih tinggi lagi 6,62. Semakin tinggi angkanya, semakin tidak efisien. Artinya investasi perlu kita dorong,” tegasnya.

 

Selain itu, faktor cuaca seperti curah hujan tinggi di sejumlah daerah seperti Jeneponto, Barru, dan Luwu Timur juga berpotensi mengganggu produksi pangan. BI mencatat rata-rata inflasi Sulawesi periode triwulan pertama 2021–2025 termasuk yang tertinggi dibanding wilayah lain, sehingga stabilitas harga tetap menjadi perhatian utama ke depan.(*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHI dan YPI Mega Rezky Teken MoU Pengembangan SDM Kreatif di Claro Hotel
Usung Konsep Serambi Madinah, MaRI Sambut Ramadan dengan Sentuhan Budaya Gorontalo
CAPAIAN SAFETY SPJM : 19 JUTA JAM PELAYANAN DENGAN ZERO FATALITY
SERAMBI 2026: Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah
SINERGI OJK, BPS DAN LPS KAWAL SNLIK 2026 DI SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT, DORONG MASYARAKAT MAKIN MELEK KEUANGAN
Jaga Kamtibmas Ramadan, Satlantas Polres Gowa Edukasi Warga Desa Pannyangkalang
Rahmansyah Fokus Menangkan PSI di Sulsel Konsolidasi Total Hingga Akar Rumput Jadi Prioritas
Kinerja Semakin Solid, Pegadaian Catatkan Laba Bersih 8,34 T di Tahun 2025
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:39 WITA

Resiliensi Ekonomi Sulsel Diuji Tekanan Global, Cuaca, dan Struktur Investasi

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:24 WITA

PHI dan YPI Mega Rezky Teken MoU Pengembangan SDM Kreatif di Claro Hotel

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:12 WITA

Usung Konsep Serambi Madinah, MaRI Sambut Ramadan dengan Sentuhan Budaya Gorontalo

Jumat, 20 Februari 2026 - 08:48 WITA

CAPAIAN SAFETY SPJM : 19 JUTA JAM PELAYANAN DENGAN ZERO FATALITY

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:17 WITA

SERAMBI 2026: Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah

Berita Terbaru

Bisnis

SERAMBI 2026: Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah

Kamis, 19 Feb 2026 - 19:17 WITA