MAKASSAR,FILALIN.COM, — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat implementasi program literasi dan inklusi keuangan nasional melalui kegiatan Edukasi Keuangan kepada Komunitas yang digelar di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, Makassar, Selasa (3/3/2026).
Sebanyak 100 peserta dari berbagai komunitas di Kota Makassar mengikuti kegiatan ini. Edukasi tersebut menjadi bagian dari strategi OJK dalam mendukung pencapaian target literasi dan inklusi keuangan nasional, sekaligus rangkaian Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (GERAK Syariah) yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.
Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen serta Perizinan OJK Sulselbar, Arif Machfoed, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penguatan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. OJK secara konsisten mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, khususnya keuangan syariah, yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, serta kebermanfaatan ekonomi sesuai prinsip-prinsip Islam,” ujar Arif Machfoed.
Ia menambahkan, momentum Ramadan dinilai tepat untuk mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.
“Melalui GERAK Syariah, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak hanya mengenal, tetapi juga memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah secara optimal dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Bahas Perbankan Syariah dan Investasi Emas
Sejalan dengan arah kebijakan OJK dalam memperluas inklusi keuangan berbasis komunitas, kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber dari OJK serta perusahaan pergadaian. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar perbankan syariah hingga pengenalan investasi emas.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik produk perbankan syariah, prinsip bagi hasil, serta perbedaan mendasar dengan sistem konvensional. Selain itu, investasi emas diperkenalkan sebagai instrumen yang relatif stabil, mudah diakses, dan dapat menjadi alternatif perencanaan keuangan jangka menengah maupun panjang.
Menurut Arif, pemilihan topik investasi emas bertujuan memberikan opsi investasi yang aman dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Investasi emas menjadi salah satu pilihan yang cukup diminati karena nilainya cenderung stabil dan mudah dijangkau. Namun, masyarakat tetap perlu memahami mekanismenya agar terhindar dari risiko dan penawaran investasi ilegal,” jelasnya.
Perkuat Sinergi Industri dan Komunitas
OJK Sulselbar menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui kolaborasi dengan pelaku industri jasa keuangan dan berbagai komunitas masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa edukasi berbasis komunitas menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan literasi keuangan.
“Edukasi yang menyasar komunitas memungkinkan penyampaian materi lebih tepat sasaran dan interaktif. Kami berharap kegiatan ini mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” kata Moch. Muchlasin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mengakses informasi resmi dari OJK guna menghindari praktik keuangan ilegal.
Untuk informasi dan edukasi keuangan terkini, masyarakat dapat mengikuti akun resmi Instagram OJK Sulselbar di @ojk_sulselsulbar.
Dengan sinergi yang berkelanjutan antara regulator, industri, dan masyarakat, OJK Sulselbar optimistis sektor jasa keuangan akan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





















