ABG Collaboration: Berdayakan Peran Mahasiswa melalui Program SAPA Kampus Berdampak Dampingi UMK Naik Kelas

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 20:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, — Konsep sinergi ABG (Academia-Business-Government) merupakan langkah inovatif Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D yang menjadi model ekosistem inovasi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan. Integrasi peran perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah merupakan model strategis dalam mendukung kebijakan nasional terkait hilirisasi yang kolaboratif, adaptif dan berkelanjutan

 

Menindaklanjuti arahan Kepala BPOM RI terkait pentingnya ABG Collaboration, pada tanggal 4 April 2026, BBPOM di Makassar melakukan pembekalan secara daring bagi 14 mahasiswa Universitas Hasanudin yang akan menjadi fasilitator UMKM melalui program SAPA Kampus Berdampak Batch 8. Kegiatan dihadiri oleh Kasubdit Pembelajaran Mandiri/MBKM Unhas Ibu Prof. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D, perwakilan dari Direktorat PMPU Pangan Olahan BPOM Eva Yuliana Fitri dan para mentor dari BBPOM di Makassar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Program SAPA Kampus Berdampak merupakan program terobosan Badan POM yang mengolaborasikan kompetensi Fasilitator Keamanan Pangan dengan pembelajaran di kampus yang dapat dikonversi dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Program ini diusung dalam rangka membangun SDM unggul terkait Obat dan Makanan serta memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha dengan keberpihakan pada usaha mikro-kecil (UMK) guna membangun struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing demi kemandirian bangsa.

 

Dalam sambutannya Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan menyampaikan bahwa sebagai pilar ekonomi sekaligus aset bangsa UMK harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Saat ini UMK menghadapi tantangan terkait perizinan, akses permodalan, promosi serta pemasaran. Perizinan di Badan POM sejatinya telah dilakukan secara elektronik / online, hal ini merupakan wujud komitmen percepatan, transparansi dan akuntabilitas dalam proses perizinan. Pelaku usaha sejatinya dapat mengakes perizinan kapanpun dan dimanapun, namun keterbatasan literasi digital UMK masih menjadi tantangan dalam pelaksanaanya.

 

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Universitas Hasanudin melalui keterlibatan aktif para mahasiswa sebagai fasilitator UMK dalam program SAPA Kampus Berdampak. Mendorong UMK naik kelas dan menjadi solusi keterbatasan literasi digital UMKM serta implementasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik” ujar Yosef

 

“SDM BBPOM di Makassar yang bertugas untuk mendampingi UMK sangatlah terbatas, hanya 6 orang harus mengcover seluruh UMK yang ada, tentu sangat sulit bisa menjangkau seluruhnya. Program SAPA Kampus Berdampak menjadi strategi yang sangat tepat” lanjutnya

 

“Melalui program SAPA Kampus Berdampak, adek-adek mahasiswa menjadi agent of change, penyambung pendampingan BPOM bagi UMK. Selain dampak pendampingan yang langsung dirasakan oleh UMK, melalui program SAPA Kampus ini adek-adek mahasiswa juga belajar menjadi seorang enterprenuer atau wirausaha kedepannya” sambung Yosef

 

“Setelah lulus nanti jadilah pengusaha, yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan berdikari, berdiri kokoh di kaki sendiri. Dengan modal pengetahuan dan pengalaman mendampingi UMK, nantinya adek-adek sudah tahu bagaimana mudah dan cepatnya pengurusan izin edar BPOM. Termasuk berbagai insentif yang BPOM berikan, seperti: pengujian gratis dan diskon 50% tarif PNBP pendaftaran produk”

 

“Tetap jaga integritas dan profesionalitas, karena adek-adek dalam program SAPA Kampus Berdampak juga merupakan bagian dari BPOM, nanti akan dilakukan penandatangan Pakta Integritas, jadi tidak boleh ada namanya pungli ataupun gratifikasi ya” pungkas Yosef menutup sambutannya

 

Prof. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D mengapresiasi dan menyambut baik program SAPA Kampus Berdampak ini. Tentunya ini menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiwa untuk belajar langsung dan mendampingi UMK untuk naik kelas dalam mengurus izin edar BPOM. “Saya berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan dengan baik program ini serta segera menentukan kegiatan prioritas , sebagai bagian dari pembelajaran nyata di luar kampus” ungkapnya

Program Sapa Kampus Berdampak merupakan komitmen nyata Kolaborasi ABG, untuk mendukung percepatan perizinan BPOM serta mewujudkan UMK berdaya saing, yang memproduksi produk aman dan bermutu sesuai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hj Risma Jelaskan Kronologi Jamaah Umrah Dipulangkan Bertahap, Terkendala Biaya Membengkak Akibat Perang
Taruna Ikrar Pimpin Perangi Diabetes hingga Jantung, BPOM Siapkan Label Nutri-Level pada Pangan Olahan
Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!
Program MBG Perkuat Komitmen Pemerintah atasi Permasalahan Gizi dan Tingkatkan Kualitas SDM
LIPPOLAND, MELALUI GMTD GELAR CSR TABUNG KARYA, BERDAYAKAN 75 ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI MOMENTUM HARI DOWN SYNDROME SEDUNIA
DPP LBH SUARA PANRITA KEADILAN UCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES ATAS PENGAMBILAN SUMPAH H. FAHMI ADAM, SE SEBAGAI KETUA DPRD KABUPATEN GOWA
Prestasi Gemilang, SD Islam Athirah 2 Sabet Juara Umum AIO 2026
Desain Sporty untuk Generasi Muda, Tampil Beda dengan Gaya Modern
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:58 WITA

Hj Risma Jelaskan Kronologi Jamaah Umrah Dipulangkan Bertahap, Terkendala Biaya Membengkak Akibat Perang

Senin, 6 April 2026 - 20:59 WITA

Taruna Ikrar Pimpin Perangi Diabetes hingga Jantung, BPOM Siapkan Label Nutri-Level pada Pangan Olahan

Senin, 6 April 2026 - 20:44 WITA

ABG Collaboration: Berdayakan Peran Mahasiswa melalui Program SAPA Kampus Berdampak Dampingi UMK Naik Kelas

Senin, 6 April 2026 - 20:38 WITA

Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!

Senin, 6 April 2026 - 17:57 WITA

Program MBG Perkuat Komitmen Pemerintah atasi Permasalahan Gizi dan Tingkatkan Kualitas SDM

Berita Terbaru