MAKASSAR,FILALIN.COM,— Panitia qurban Masjid Raudhatul Muflihien yang berlokasi di Jalan Terong, Makassar, menggelar rapat koordinasi pada Sabtu (18/4/2026). Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Qurban, Syarif Sarabba, didampingi sejumlah pengurus masjid.
Dalam arahannya, Syarif menekankan pentingnya pemahaman tugas dan fungsi masing-masing panitia agar pelaksanaan qurban berjalan tertib dan profesional. Ia juga mengingatkan bahwa proses pembagian daging qurban harus mengikuti tahapan dan prosedur yang telah ditetapkan, khususnya melalui sistem kupon yang akan dibagikan kepada masyarakat.
“Diharapkan seluruh panitia dapat bekerja secara profesional, terutama dalam pembagian daging qurban agar tepat sasaran sesuai mekanisme yang telah disusun,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Koordinator Pembagian Kupon Qurban, Zulkifli Efni, memaparkan secara rinci sistem distribusi kupon, termasuk kriteria penerima manfaat qurban. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam pendistribusian.
Dalam pembagian tugas, panitia menetapkan sejumlah penanggung jawab di berbagai bidang. Buchori ditunjuk sebagai penanggung jawab pembelian hewan qurban, H. Azis sebagai penanggung jawab pembagian daging, Rahmat Hidayat sebagai administrasi, serta Zainuddin Nur sebagai koordinator keamanan yang akan dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Wajo Baru. Selain itu, Burhanuddin bertanggung jawab pada pemotongan tulang konro, sementara H. Tamin menangani timbangan daging qurban.
Rapat juga diwarnai berbagai masukan dari peserta. Herman Dammar dari seksi keamanan menyoroti perlunya peningkatan pengawasan agar tidak terjadi kelalaian selama proses berlangsung. Ia berharap pengamanan bisa lebih tegas ke depannya.
Masukan lain datang dari H. Yusuf dari seksi penyembelihan yang menekankan pentingnya ketelitian dalam pembagian kupon dan daging, serta menghindari sikap arogan dari pihak tertentu.
Di sisi lain, perwakilan seksi perlengkapan mengusulkan pembuatan rompi panitia sebagai identitas sekaligus inventaris masjid yang dinilai lebih efisien untuk kegiatan serupa di masa mendatang.
Setelah berlangsung selama kurang lebih tiga jam, rapat menghasilkan berbagai kesepakatan dan solusi untuk meningkatkan kinerja panitia sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Rapat ditutup oleh Syarif Sarabba dengan harapan seluruh panitia dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Alhamdulillah, semoga semua yang telah direncanakan bisa berjalan lancar,” tutupnya. (*)





















