CEO BYD Haka Auto Menjelaskan Percepatan Elektrifikasi dan Energi Terbarukan Solusi Kurangi Impor BBM

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 16:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  — CEO BYD Haka Auto Indonesia, Hariyadi Kaimuddin, menegaskan bahwa kendaraan listrik (electric vehicle/EV) memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian energi nasional, pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan emisi karbon. Hal tersebut disampaikan dalam Studium Generale di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dihadiri lebih dari 1.000 mahasiswa secara luring dan daring.

Dalam pemaparannya, Hariyadi Kaimuddin menjelaskan bahwa kendaraan listrik berada pada titik pertemuan tiga agenda besar Indonesia, yaitu kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. “EV bukan hanya solusi transportasi, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Hariyadi Kaimuddin.

Dorong Kemandirian Energi dan Kurangi Ketergantungan Impor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hariyadi menyoroti bahwa sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang terbesar konsumsi bahan bakar fosil di Indonesia. Tanpa transformasi menuju elektrifikasi, kebutuhan energi berbasis impor diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan.

Ia menekankan bahwa kendaraan listrik memungkinkan pemanfaatan energi domestik secara lebih optimal. Dalam kondisi saat ini, sistem kelistrikan nasional masih ditopang oleh berbagai sumber energi, termasuk energi fosil seperti batu bara yang masih dominan, namun ke depan pemanfaatan energi listrik terbarukan yang bersumber dari energi domestik—seperti tenaga air, panas bumi, dan surya—dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. “Jika kita beralih ke listrik berbasis energi domestik, ketahanan energi Indonesia akan jauh lebih kuat,” jelasnya.

Perkuat Ekonomi Nasional dan Posisi Indonesia di Industri Global

Selain aspek energi, pengembangan kendaraan listrik juga dinilai memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Industri otomotif berkontribusi besar terhadap PDB, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja, sehingga transformasi menuju EV berpotensi memperkuat struktur industri nasional.

Hariyadi menegaskan bahwa keberhasilan adopsi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada kesiapan ekosistem secara menyeluruh. Hal ini mencakup pengembangan infrastruktur pengisian daya (SPKLU), rantai pasok baterai, layanan purna jual, serta kesiapan tenaga teknis.

Menurutnya, percepatan ekosistem ini harus didukung oleh kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan institusi pendidikan guna menciptakan sistem yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Peran Strategis Generasi Muda dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam kesempatan tersebut, Hariyadi juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi turut berperan aktif dalam pengembangan solusi inovatif di sektor energi dan kendaraan listrik.

“Kita tidak bisa hanya menunggu perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan industri EV membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya di bidang teknologi, energi terbarukan, dan inovasi industri. Sebagai bagian dari industri kendaraan listrik, BYD bersama Haka Auto berkomitmen untuk terus mendukung percepatan adopsi EV di Indonesia melalui pengembangan jaringan, layanan, serta edukasi kepada masyarakat.

Partisipasi dalam kegiatan akademik seperti Studium Generale ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan serta menyiapkan talenta masa depan di sektor kendaraan listrik.

Ekspansi Jaringan Haka Auto di 2026

Di tahun 2026, Haka Auto telah mengoperasionalkan 15 outlet BYD dan 2 outlet Denza di berbagai kota strategis di Indonesia.

Tidak berhenti di situ, pada Semester I 2026 Haka Auto juga berencana meresmikan beberapa dealer baru, baik untuk brand BYD maupun brand premium Denza. Ekspansi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan penjualan dan purna jual kendaraan listrik yang semakin dekat dengan konsumen. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Komitmen ESG, Kalla Translog Konsisten Jalankan Program Donor Darah dan Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan
Toyota Diesel Pilihan Para Sultan! Tetap Melaju Ditengah Isu Kenaikan Harga BBM
Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan & Sertifikasi Ahli K3 Umum
Peningkatan Sevice Excellence SPJM Menggelar Sharing Session Bersama Mitra Strategis
Tawarkan Konsep Hunian Berkualitas, Bukit Baruga Gelar Open House Serenity Garden & Golden Royale
RESEARCH CAMP 2026 FOSSEI SULSELBARTRA & MALUKU BERHASIL DISELENGGARAKAN BERSAMA KSEI HMPS EKONOMI SYARIAH FEBI INASS SEBAGAI TUAN RUMAH
OJK Perpanjang Tenggat Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
Bongkar Strategi Lolos Beasiswa untuk Siswa SMA, Kalla Institute Bagi Tips & Trik Jitu
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:25 WITA

Perkuat Komitmen ESG, Kalla Translog Konsisten Jalankan Program Donor Darah dan Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan

Senin, 27 April 2026 - 17:17 WITA

Toyota Diesel Pilihan Para Sultan! Tetap Melaju Ditengah Isu Kenaikan Harga BBM

Senin, 27 April 2026 - 16:20 WITA

CEO BYD Haka Auto Menjelaskan Percepatan Elektrifikasi dan Energi Terbarukan Solusi Kurangi Impor BBM

Senin, 27 April 2026 - 14:22 WITA

Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan & Sertifikasi Ahli K3 Umum

Senin, 27 April 2026 - 08:52 WITA

Peningkatan Sevice Excellence SPJM Menggelar Sharing Session Bersama Mitra Strategis

Berita Terbaru