Di Balik Angka Sensus Ekonomi: Kisah Abdul Rahman Menembus Lorong Demi Data untuk Negeri

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

caption : abdul rahman salah seorang petugas sensus ekonomi sedang melakukan pendataan bagi warga yang di kabupaten gowa. Foto : ahmad

i

caption : abdul rahman salah seorang petugas sensus ekonomi sedang melakukan pendataan bagi warga yang di kabupaten gowa. Foto : ahmad

GOWA,FILALIN.COM,  — Matahari siang itu terasa menyengat. Aspal jalanan di Kabupaten Gowa memantulkan panas hingga membuat udara terasa sesak. Namun, Abdul Rahman tetap melaju pelan menggunakan motor tuanya, menyusuri lorong demi lorong sempit untuk menjalankan tugas sebagai petugas mitra Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa.

Tas hitam kecil menggantung di bahunya. Di tangannya, formulir dan telepon genggam menjadi “senjata” utama untuk mendata pelaku usaha masyarakat. Dari warung kecil, penjual gorengan, hingga usaha rumahan, semuanya harus dicatat dengan teliti.

“Kadang panas sekali, kadang hujan deras. Tapi pekerjaan ini harus tetap jalan karena data yang kami kumpulkan penting untuk pembangunan,” ujar Abdul Rahman saat ditemui di sela aktivitas pendataan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Abdul Rahman, menjadi petugas sensus bukan sekadar pekerjaan sambilan. Ada tanggung jawab besar yang ia rasakan setiap kali mengetuk pintu rumah warga.

Namun perjalanan itu tidak selalu mudah.

Ia mengaku sering mendapat penolakan dari warga yang belum memahami tujuan sensus ekonomi. Tidak jarang pintu rumah ditutup sebelum ia sempat menjelaskan maksud kedatangannya.

“Pernah juga ada yang curiga, dikira penipuan. Baru saya jelaskan pelan-pelan kalau ini dari BPS, untuk pendataan usaha masyarakat,” katanya sambil tersenyum kecil.

Di beberapa kesempatan, Abdul Rahman harus rela berjalan kaki memasuki gang sempit yang tak bisa dilalui kendaraan. Ia bahkan pernah dikejar anjing saat mendata usaha warga di kawasan padat penduduk.

“Kalau sudah ada anjing mengejar, biasa saya berhenti dulu cari aman,” ucapnya sambil tertawa.

Meski penuh tantangan, Abdul Rahman memilih bertahan. Baginya, integritas adalah hal utama dalam menjalankan tugas pendataan. Ia menolak mengisi data secara asal-asalan hanya demi mengejar target.

“Data tidak boleh dibuat-buat. Kami harus memastikan semua sesuai kondisi di lapangan. Karena data ini nantinya dipakai pemerintah mengambil kebijakan,” tegasnya.

Di tengah kerasnya pekerjaan lapangan, Abdul Rahman juga menemukan banyak cerita hangat dari masyarakat. Ada warga yang menyambut ramah, mempersilakan masuk, bahkan menyuguhi kopi dan teh hangat setelah proses wawancara selesai.

“Kadang capek hilang kalau ada warga yang baik begitu. Rasanya dihargai,” katanya.

Kepala BPS Kabupaten Gowa Joko Siswanto menyampaikan bahwa peran petugas mitra sensus sangat penting dalam memastikan kualitas data ekonomi masyarakat. Mereka menjadi ujung tombak pendataan langsung di lapangan.

Menurut pihak BPS Gowa, tantangan petugas sensus memang cukup besar, mulai dari kondisi geografis, cuaca, hingga tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya data statistik.

“Petugas sensus bekerja langsung menemui masyarakat dari rumah ke rumah maupun tempat usaha. Dedikasi mereka sangat membantu menghadirkan data yang akurat dan berkualitas,” ujar Sabtu (9/5).

BPS Gowa juga menegaskan bahwa data hasil sensus ekonomi memiliki peran strategis untuk melihat perkembangan usaha masyarakat, memetakan kondisi ekonomi daerah, hingga menjadi dasar perencanaan pembangunan pemerintah ke depan.

Bagi Abdul Rahman, semua lelah itu terasa terbayar ketika menyadari pekerjaannya ikut membantu menghadirkan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sore mulai turun ketika ia kembali menyalakan motor tuanya. Jalanan yang basah usai hujan masih harus dilalui sebelum hari benar-benar gelap. Besok, lorong-lorong lain sudah menunggu untuk didatangi.

Di balik angka-angka statistik yang kerap terlihat kaku di laporan resmi, ada perjuangan panjang para petugas lapangan seperti Abdul Rahman — mereka yang rela diterpa panas, hujan, penolakan, hingga risiko di jalan demi memastikan satu hal: tak ada masyarakat yang luput dari data. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mayor Inf Nizam: Ketahanan Negara Berawal dari Kekuatan TNI Bersama Rakyat
Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Belajar dan Praktik Siaran Radio di Raz FM Makassar
Juli 2026 Harga Naik! Kalla Toyota Ajak Pelanggan Ambil Keputusan Cerdas di Bulan Juni
TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN LANSIA YANG TERSERET ARUS DI SUNGAI DESA BULU TANAH BONE
KESELAMATAN JADI PRIORITAS, PJM SAMARINDA SIAP WUJUDKAN LAYANAN MARITIM ANDAL
LANSIA TERSERET ARUS SUNGAI DI KAJUARA, TIM SAR GABUNGAN LAKUKAN PENCARIAN
Di Hari Ulang Tahun ke-48, BupAAS Luncurkan Buku “Jalan Pengabdian” Karya Nalarmedia dan Trubus
OJK Minta Korban Dugaan Investasi Bodong di Purwokerto Segera Melapor
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:53 WITA

Mayor Inf Nizam: Ketahanan Negara Berawal dari Kekuatan TNI Bersama Rakyat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:47 WITA

Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Belajar dan Praktik Siaran Radio di Raz FM Makassar

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:06 WITA

Juli 2026 Harga Naik! Kalla Toyota Ajak Pelanggan Ambil Keputusan Cerdas di Bulan Juni

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:03 WITA

TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN LANSIA YANG TERSERET ARUS DI SUNGAI DESA BULU TANAH BONE

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:15 WITA

KESELAMATAN JADI PRIORITAS, PJM SAMARINDA SIAP WUJUDKAN LAYANAN MARITIM ANDAL

Berita Terbaru