MAKASSAR,FILALIN.COM, –Suara mesin itu terdengar halus saat pagi mulai menyelimuti jalanan di Desa Paccelekang, Gowa Sulsel. Catnya memang tak lagi semengilap saat pertama kali keluar dari dealer puluhan tahun lalu. Di beberapa sudut, bekas usia tampak jelas. Namun ketika kunci diputar, mesin langsung menyala tanpa banyak drama.
Bagi keluarga Abdul Rajab, mobil Toyota yang terparkir di halaman rumah itu bukan sekadar kendaraan. Ia adalah saksi perjalanan tiga generasi.
Mobil itu pertama kali dibeli oleh ayah Rajab pada awal tahun 1990-an. Saat itu, kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dari desa menuju pasar kota. Jalan yang dilalui sebagian besar masih berupa tanah berbatu. Saat musim hujan, lumpur menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau dihitung-hitung, mobil ini sudah mengantar keluarga kami lebih dari tiga puluh tahun. Dulu dipakai bapak saya berdagang, kemudian saya gunakan untuk bekerja, sekarang anak saya juga ikut mengendarainya,” kata Rajab saat ditemui di kediamannya, Minggu (7/6).
Di tengah perkembangan teknologi otomotif yang semakin cepat, keberadaan kendaraan berusia puluhan tahun yang masih aktif digunakan menjadi fenomena tersendiri. Bagi sebagian orang, usia kendaraan sering kali menjadi alasan untuk menggantinya dengan model yang lebih baru. Namun bagi keluarga seperti Rajab, ketangguhan dan keandalan justru menjadi alasan utama mengapa kendaraan itu tetap dipertahankan.
“Kuncinya perawatan. Tapi memang harus diakui, mesin Toyota terkenal kuat. Selama dirawat dengan baik, mobil tetap bisa diandalkan,” ujarnya.
Fenomena kendaraan yang diwariskan lintas generasi bukan hal baru di Indonesia. Sejak puluhan tahun lalu, Toyota menjadi salah satu merek yang identik dengan kendaraan keluarga. Praktisi otomotif Indonesia asal Sulsel H. Ical DJuarzah menilai keberhasilan Toyota mempertahankan kepercayaan masyarakat tidak lepas dari konsistensi kualitas yang dibangun selama bertahun-tahun.
“Di Indonesia, kendaraan bukan hanya alat transportasi. Banyak keluarga menjadikannya aset jangka panjang. Karena itu faktor keandalan, kemudahan perawatan, dan daya tahan menjadi sangat penting,” jelasnya.
Menurutnya , salah satu alasan banyak kendaraan Toyota tetap bertahan hingga puluhan tahun adalah filosofi produksi yang mengutamakan kualitas dan efisiensi sejak awal proses manufaktur.
“Ketika sebuah kendaraan mampu bertahan puluhan tahun dan tetap digunakan generasi berikutnya, itu menunjukkan adanya kepercayaan yang terbangun secara alami dari pengalaman pengguna,” katanya.
Bagi mekanik senior, ketahanan sebuah kendaraan tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga bagaimana kendaraan itu dirancang untuk menghadapi kondisi nyata di lapangan.
Sudirman, pemilik bengkel yang telah menangani berbagai kendaraan selama lebih dari dua dekade, mengaku masih sering menerima Toyota keluaran tahun 1980-an hingga 1990-an untuk servis rutin.
“Banyak yang masih dipakai harian. Bahkan ada yang kilometernya sudah sangat tinggi. Yang menarik, banyak komponen mesin utamanya masih mampu bekerja dengan baik setelah puluhan tahun,” ujarnya.
Menurutnya, karakter kendaraan Toyota yang sederhana namun kuat membuat proses perawatan lebih mudah dilakukan.
“Pengguna di daerah biasanya menyukai kendaraan yang mudah dirawat dan tidak rewel. Itu yang membuat banyak mobil Toyota tetap bertahan sampai sekarang,” tambahnya.
Bagi Ali, putra Rajab yang kini berusia 24 tahun, mobil warisan keluarga itu memiliki makna yang berbeda.
Di tengah tren kendaraan modern yang dipenuhi berbagai fitur canggih, ia justru merasa memiliki kedekatan emosional dengan kendaraan yang telah menemani keluarganya selama puluhan tahun.
“Saya belajar menyetir menggunakan mobil ini. Dulu waktu kecil sering ikut kakek ke pasar. Sekarang saya yang menggunakannya untuk bekerja. Rasanya seperti melanjutkan cerita yang sudah dimulai jauh sebelum saya lahir,” katanya.
Baginya, kendaraan tersebut bukan hanya tentang mesin yang masih bekerja dengan baik. Di dalamnya tersimpan berbagai kenangan keluarga.
“Dari mobil ini saya belajar bahwa sesuatu yang dirawat dengan baik bisa bertahan lama. Bukan cuma kendaraan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diajarkan orang tua,” ujarnya.
Di era ketika banyak produk hadir dengan siklus penggunaan yang semakin singkat, kisah kendaraan yang mampu bertahan lintas generasi menjadi pengingat bahwa kualitas tetap memiliki tempat tersendiri.
Toyota mungkin terus menghadirkan inovasi baru, teknologi elektrifikasi, dan berbagai model modern untuk menjawab kebutuhan masa depan. Namun di berbagai pelosok Indonesia, kendaraan-kendaraan lawas yang masih setia melaju di jalanan menjadi bukti bahwa ketangguhan sejati tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi. (*)



















