MUI Makassar Perkuat Ukhuwah Lintas Agama untuk Jaga Harmoni Kota

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:33 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,.-Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah” di Hotel Almadera Makassar, Sabtu (1/8/2026).

 

Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan silaturahmi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, pengurus Kelurahan Sadar Kerukunan, pengurus aliran tarekat, hingga perwakilan majelis agama Hindu, Buddha, Katolik, Kristen, dan Konghucu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sebanyak 100 peserta hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama menjaga persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan kehidupan sosial di Kota Makassar.

 

FGD menghadirkan Sekretaris Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., serta Ketua Komisi Ukhuwah MUI Kota Makassar, Dr. Machmud Suyuti, M.Ag., sebagai narasumber. Diskusi dipandu Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Kota Makassar, Hasan Pinang, S.Ag., M.Fil.I., sebagai moderator.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Makassar, Muhammad Syarif, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah merupakan nilai penting yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Menurutnya, menjaga persaudaraan tidak hanya dilakukan melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam membangun komunikasi dan bertukar gagasan.

 

“Silakan para perwakilan agama bertukar pikiran untuk bersama-sama mewujudkan Kota Makassar sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Syarif.

Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag., yang mewakili Ketua MUI Kota Makassar, Anregurutta Syekh Dr. KH. Baharuddin HS, MA, mengingatkan bahwa nilai persaudaraan harus tercermin dalam perilaku sosial sehari-hari.

 

Ia menilai berbagai persoalan sosial dapat diminimalisir apabila setiap orang memiliki kepedulian dan kesadaran bahwa kehidupan masyarakat dibangun atas rasa saling menghargai.

 

“Karena sesungguhnya kita adalah sama. Oleh karena itu, mari memperlakukan sesama sebagaimana kita memperlakukan diri sendiri,” katanya.

 

Rahmi juga menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, kesempurnaan iman berkaitan erat dengan kemampuan seseorang mencintai dan menghargai saudaranya.

“Mari berjalan menuju tujuan bersama, yaitu kedamaian, dengan tetap membawa identitas kita masing-masing,” tuturnya.

 

Ketua Panitia FGD, Nasruddin, mengatakan keberagaman peserta yang hadir menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kerukunan di Kota Makassar.

 

Menurutnya, perbedaan latar belakang agama maupun organisasi bukan menjadi sekat, melainkan modal sosial untuk memperkuat persatuan.

“Perbedaan adalah sebuah kekuatan. Kita berharap keberadaan saudara-saudara kita menjadi kekuatan bersama dalam membangun Kota Makassar yang harmonis,” ujarnya.

 

Melalui FGD tersebut, MUI Kota Makassar berharap terbangun komunikasi yang semakin kuat antarumat beragama serta lahir komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer
OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar
Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa
Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar
OJK Limpahkan Dua Petinggi BPR DCN Malang ke Jaksa, Dugaan Penyimpangan Dana Capai Rp54,9 Miliar
BIK 2026 Bukukan 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK: Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci
OJK Sulselbar Manfaatkan Jalan Sehat untuk Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:25 WITA

BYD M6 DM Jadi Pilihan Favorit di Makassar, Teknologi Hybrid Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Kilometer

Minggu, 1 November 2026 - 17:17 WITA

OJK Gandeng Tokoh Agama Edukasi Keuangan Syariah, Buku PELITA Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 13:18 WITA

Bukan Sekadar Penahan Tanah, Talud TMMD Gowa Jadi Harapan Warga Menjaga Akses Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:52 WITA

Tak Sekadar Buka Rekening, OJK Dorong Akses Keuangan bagi Disabilitas hingga Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Psikologi Priode 2026-2027 di Aula Kosentrasi UIT Makassar

Berita Terbaru